3 Bek Top di Premier League Selain Virgil van Dijk, Kapten Manchester United Jadi Sorotan

Bola.com, Jakarta - Saat ini Virgil van Dijk dianggap bek terbaik di Premier League, bahkan di panggung sepak bola dunia. Pencapaian sebagai runner-up Ballon d'Or 2019 menjadi bukti sahih.

Selama ini, tak banyak bek yang bisa menerobos masuk nominasi penghargaan individual elite tersebut, apalagi finis di peringkat kedua.

Virgil van Dijk hanya berselisih tujuh poin (679) dari Lionel Messi (686), yang merebut trofi Ballon d'Or untuk keenam kalinya.

Sepak terjang van Dijk, khususnya bersama Liverpool memang memesona. Sejak didatangkan dari Southampton pada musim dingin 2018 dengan nilai transfer yang kala itu memecahkan rekor dunia untuk bek, 75 juta paun, pemain asal Belanda ini menjadi benteng tangguh di lini belakang the Reds.

Kolaborasinya bersama Joe Gomez dan Joel Matip cukup solid, menjadikan lini pertahanan Liverpool jadi satu di antara yang disegani.

Van Dijk ikut andil membawa Liverpool memenangi Liga Champions musim lalu, serta Piala Dunia Antarklub. Musim ini, dia dan rekan satu tim menunggu satu gelar lain yang sudah dinanti 30 tahun lamanya, yakni Premier League.

Andai kompetisi tak terhenti sementara akibat pandemi virus corona, van Dijk dan teman satu tim di Liverpool mungkin sudah mengangkat tinggi-tinggi trofi Premier League.

Hal itu karena Liverpool tinggal membutuhkan minimal dua laga lagi untuk mengunci gelar juara kompetisi kasta teratas Liga Inggris tersebut.

Di sisi lain, Premier League tak hanya punya bek oke dalam diri Virgil van Dijk. Bahkan, kini Premier League punya bek termahal di dunia, setelah Manchester United memboyong Harry Maguire dari Leicester City pada awal musim 2019-2020 dengan nilai transfer 80 juta paun, yang memecahkan transfer van Dijk.

Menarik untuk membahas, siapa saja bek-bek terbaik di Premier League, selain Virgil van Dijk. Bola.com merangkum, Selasa (12/5/2020), tiga bek yang juga punya penampilan dan kualitas tak kalah dari van Dijk di Premier League.

 

Harry Maguire - Manchester United

Kapten Manchester United, Harry Maguire, saat melawan Chelsea pada laga Piala Liga Inggris 2019 di Stadion Anfield, Rabu (30/10). Manchester United menang 2-1 atas Chelsea. (AP/Ian Walton)

Dalam 30 tahun terakhir, di saat Liverpool dalam perburuan gelar juara Premier League, Manchester United telah mencatatkan 13 titel kompetisi domestik Liga Inggris ini.

Setan Merah membukukan raihan tersebut dengan kapten, yang telah bersama tim, setidaknya lebih dari tiga tahun dan sudah mendapat respek baik dari kawan maupun lawan.

Namun, Harry Maguire menerjang kebiasaan itu. Tak lama setelah diboyong dari Leicester City, Maguire membuat dampak instan dalam tim. Ia dianggap punya skill sebagai pemimpin, khususnya dalam tim Setan Merah yang banyak dihuni pemain muda.

Manajer Ole Gunnar Solskjaer tak butuh berpikir dua kali untuk menerobos kebiasaan, menjadikan Maguire sebagai kapten tim asuhannya.

Davinson Sanchez - Tottenham Hotspur

Davinson Sanchez (AFP)

Tottenham Hotspur biasanya tak memiliki pemain kelas dunia dalam ranking-ranking pemain. Selama ini Spurs dikenal hanya memiliki pemain yang-biasa-biasa saja dan jadi tim yang selalu berjuang di papan tengah Premier League.

Namun, Mauricio Pochettino mengubahnya.

Pertama, ada Harry Kane, pemain dengan sinar paling terang di White Hart Lane. Lalu, ada Christian Eriksen , Dele Ali, dan Davinson Sanchez. Bersama Kane, Sanchez dianggap punya dampak terbesar bagi Spurs.

Sanchez menciptakan soliditas di lini belakang Tottenham. Ia juga membantu Tobu Alderweireld mencapai permainan terbaiknya. Andai Sanchez absen, Spurs terlihat goyah dan jauh dari penampilan apik. Itulah sebabnya, bek asal Kolombia itu pantas masuk daftar ini.

Antonio Rudiger - Chelsea

Bek Chelsea Antonio Rudiger merayakan gol ke gawang Manchester United pada lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge, Sabtu (20/10/2018). (AFP/Glyn Kirk)

Antonio Rudiger dianggap lebih pantas masuk daftar tiga bek top di Premier League selain Virgil van Dijk, ketimbang duo Manchester City, Aymeric Laporte dan John Stones. Bahkan, tak sulit untuk membuat keputusan ini.

Rudiger menjadi fifur tak tergantikan begitu dia pulih dari cedera, berbeda halnya dengan Laporte dan Stones.

Musim ini, pasukan asuhan Frank Lampard menyajikan tontonan yang menyenangkan. Chelsea giat dalam melakukan serangan, kreatif di lini tengah, namun punya pertahanan yang terlihat tak bisa diandalkan. Para pemain belakang the Blues seperti tak bisa saling menyatu.

Hingga, Rudiger melakukan comeback setelah cedera, dan menyatukan mereka semua. Inilah mengapa, Lampard memainkan bek asal Jerman ini langsung selama 90 menit pada pertandingan comeback-nya.

Sumber: Ronaldo.com