3 Bendungan Siap Beroperasi untuk Irigasi Pertanian Sampai Wisata

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan tiga bendungan baru dan melakukan pengisian air awal (impounding) pada Juni 2021 ini. Ketiga bendungan tersebut dikatakan multifungsi, karena merupakan Program Strategis Nasional yang bertujuan menambah tampungan air sehingga juga dapat mampu menyulai air irigasi ke lumbung-lumbung pangan nasional terjaga.

Adapun tiga bendungan tersebut yakni, Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung; Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel); dan Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.

"Pembangunan bendungan harus diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya, sehingga dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam setahun,” ujar Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja, dikutip dari laman setkab.go.id, Kamis 24 Juni 2021.

Endra menambahkan, dengan dibangunnya bendungan serta bending dan kelengkapan jaringan irigasi diharapkan dapat membantu petani untuk meningkatkan intensitas tanamnya. Jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali tanam dalam setahun, tentu infrastruktur seperti bendungan lebih baik.

Sekadar diketahui Bendungan Way Sekampung memiliki kapasitas tampung 68 juta meter kubik yang akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi seluas 72.707 hektare di Daerah Irigasi (DI) Sekampung, seluas 55.373 hektare. Kapasitas tampung air itu juga menambah areal irigasi DI Rumbia Extension seluas 17.334 hektare.

Selain mendukung kebutuhan pangan di Lampung, bendungan dengan luas genangan sebesar 800 hektare ini dapat dimanfaatkan sebagai infrastruktur pengendalian banjir sebesar 185 meter kubik per detik karena terintegrasi dengan Bendungan Batutegi dan Bendungan Margatiga (on-going).

Bahkan Bendungan multifungsi ini pula disebutkan berpotensi sebagai penyedia air baku untuk Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Selatan sebesar 2.482 liter per detik serta tenaga listrik sebesar 5,4 megawatt. Ada juga rencana menjadi objek wisata di Kabupaten Pringsewu.

Sementara itu untuk Bendungan Paselloreng memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik dan luas genangan 169 hektare. Pembangunan bendungan ini dipadukan pembangunannya dengan bendung dan jaringan irigasi Gilireng yang mampu mengairi areal persawahan seluas 8.510 hektare.

Bendungan ini juga berpotensi sebagai sumber air baku untuk empat kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 200 liter per detik, infrastruktur pengendali banjir wilayah hilir di Sungai Gilireng sebesar 1.000 meter kubik per detik. Disebutkan, pengembangan sektor perikanan air tawar dan pariwisata serta konservasi sumber daya air pada kawasan green belt.

Selanjutnya, Bendungan Kuningan memiliki kapasitas tampung 25,9 juta meter kubik dengan luas genangan 221,59 hektare. Bendungan ini akan menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 3.000 hektare di beberapa daerah Jawa Barat bagian Timur dan sebagian untuk Jawa Tengah.

Selain irigasi, manfaat lainnya adalah menjadi sumber air baku bagi Kabupaten Kuningan sebesar 0,30 meter kubik/detik, serta mampu mereduksi debit banjir sebesar 213 meter kubik per detik, dan potensi sebagai sumber tenaga listrik 0,50 megawatt.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel