3 Bintang Arema FC yang Bisa Bikin Persipura Kembali Terpuruk di BRI Liga 1 Musim Ini

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Arema FC dihadapkan persoalan penyelesaian akhir jelang laga melawan Persipura Jayapura pada pekan kelima BRI Liga 1, Rabu (29/9/2021). Meski begitu, lini depan Arema akan tetap menjadi momok buat Persipura.

Dari empat laga yang sudah dilalui Tim Singo Edan, banyak tendangan yang dilepaskan tetapi belum menemui sasaran. Pastinya pelatih Arema, Eduardo Almeida, terus membenahinya dalam latihan.

Barisan pemain depan Arema FC pastinya juga penasaran ingin melepas label mandul. Insting gol barisan depan Tim Singo Edan diyakini bakal segera kembali.

Hanya tinggal masalah menunggu keberuntungan dan peluang yang tepat untuk bisa mencetak gol. Bola.com melihat ada tiga nama yang layak diwaspadai Persipura.

Mereka punya cara main yang berbeda. Pertimbangan lainnya, ketiganya punya kelebihan membuat lini belakang Persipura kewalahan. Siapa saja ketiga pemain Arema FC tersebut? Berikut ini adalah ulasannya.

Kushedya Hari Yudo

Keasyikan menyerang, Juku Eja malah harus tertinggal lebih dulu. Kushedya Hari Yudo berhasil merangsek ke kotak penalti dan dijatuhkan oleh kiper Hilman Syah. Wasit pun menunjuk titik putih. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Keasyikan menyerang, Juku Eja malah harus tertinggal lebih dulu. Kushedya Hari Yudo berhasil merangsek ke kotak penalti dan dijatuhkan oleh kiper Hilman Syah. Wasit pun menunjuk titik putih. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Musim ini, dia lebih banyak ditempatkan sebagai pemain sayap. Pasalnya, itu memang posisi favorit Yudo di Arema FC.

Meski kenyataan di lapangan dia lebih tajam saat diplot sebagai striker murni. Namun di posisi sayap, Yudo tetap bisa melakukan akselerasi kedalam kotak penalti.

Cepat, ngotot dan berani duel jadi kelebihannya. Alumni Akademi Arema tersebut juga siap adu lari dengan para pemain Persipura yang biasanya punya stamina dan kecepatan.

Pemain berusia 28 tahun tersebut juga berpotensi membuat pemain belakang Persipura emosi. Karena tak jarang Yudo melakukan diving atau justru melanggar pemain belakang untuk mencuri bola.

Biasanya, pemain Persipura mudah tersulut emosi jika dapat lawan seperti Yudo.

Carlos Fortes

Pemain Arema FC, Carlos Fortes (kiri) berebut bola dengan gelandang PSIS Semarang, Fredyan Wahyu saat laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta. Arema FC harus puas bermain imbang tanpa gol saat bersua PSIS Semarang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Arema FC, Carlos Fortes (kiri) berebut bola dengan gelandang PSIS Semarang, Fredyan Wahyu saat laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta. Arema FC harus puas bermain imbang tanpa gol saat bersua PSIS Semarang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Lini belakang Persipura dihuni pemain dengan postur kukuh. Seperti Israel Wamiau, Donny Monim, atau Ricardo Salampessy.

Postur Carlos Fortes sangat bisa mendukung jika harus berduel dengan para pemain itu. Penyerang asal Portugal itu bisa dibilang jangkung dan gempal untuk ukuran pemain di Indonesia.

Selain menjadi target man, Fortes juga bisa bermain sebagai second striker. Skill dan umpannya yang akurat lebih terlihat saat menjalankan peran itu.

Sebab selama di Portugal, Fortes lebih sering tampil di pos second striker ketimbang target man. Tetapi, pelatih Eduardo Almeida masih berharap pemain bawaannya itu bisa menjadi striker tajam di Indonesia. Sehingga Fortes lebih banyak ditempatkan jadi striker utama.

M. Rafli

Bek Tira Persikabo, Andy Setyo, mengawal striker Arema FC, Muhammad Rafli, pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, (2/3/2020). Tira Persikabo takluk 0-2 dari Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Bek Tira Persikabo, Andy Setyo, mengawal striker Arema FC, Muhammad Rafli, pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, (2/3/2020). Tira Persikabo takluk 0-2 dari Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Nama yang satu ini lebih banyak jadi pemain pengganti. Meski begitu, dia punya potensi luar biasa saat dipasang sebagai target man.

Bersama Timnas Indonesia U-23, Rafli sudah membuktikannya. Pada laga terakhir Arema FC, Rafli nyaris mencetak gol ke gawang PSIS Semarang.

Sayangnya, bola hasil tembakan Rafli masih melenceng tipis. Jika Rafli dimainkan jadi striker murni pada laga melawan Persipura, dia punya cara main yang berbeda.

Striker berusia 22 tahun itu menjadi striker yang kuat menahan bola. Skill dan insting golnya bagus.

Rafli juga sempat dipasang jadi starter saat lawan Bhayangkara. Namun dia diposisikan sebagai gelandang kiri, sehingga potensinya tidak bisa keluar seutuhnya.

Yuk Tengok Posisi Klub Favorit Kamu:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel