3 Calon Bupati Terpapar Covid-19, KPUD Sumsel Pastikan Tidak Didiskualifikasi

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay
Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 3 calon bupati di daerah di Sumatera Selatan terpapar Covid-19.

Terhitung sejak bulan Juli 2020 kemarin, Calon Bupati (Cabup) Ogan Ilir Ilyas Panji Alam terkonfirmasi terpapar Covid-19. Lalu disusul oleh Cabup Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo.

Namun kedua cabup petahana sudah dinyatakan sembuh total. Kini giliran Cabup Musi Rawas (Mura) Ratha Machmud yang turut terpapar Covid-19.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumsel Kelly Mariana mengatakan, kondisi cabup yang terpapar Covid-19 agar tidak direspon berlebihan.

Meskipun terpapar Covid-19, para cabup tersebut masih menjadi kandidat Pilkada 2020 yang sah.

"KPU RI juga sudah menegaskan, jika paslon yang terpapar Covid-19 tak bisa digugurkan atau didiskualifikasi," ujarnya, Selasa (3/11/2020).

Menurutnya, tidak ada aturan yang menentukan jika paslon terpapar Covid-19 dibatalkan menjadi kandidat.

Kendati demikian, seluruh cabup yang terpapar Covid-19 wajib mengikuti protokol kesehatan (prokes) dan penyembuhan, dengan melakukan isolasi mandiri.

Didiskualifikasi Jika Langgar Protokol Kesehatan

Tahapan Pilkada 2020 di berbagai daerah, lanjut Kelly, masih berjalan lancar jelang pencoblosan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Namun, paslon bisa didiskualifikasi dari kepesertaan Pilkada 2020 di Sumsel. Jika paslon tersebut melanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Jadi bukan yang terpapar Covid-19 yang didiskualifikasi. Tapi paslon yang melanggar prokes Covid-19,” ujarnya.

Diungkapkannya, kebijakan tersebut berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020. Yang berisi tentang pihak kepolisian dapat mengenakan sanksi pidana, terhadap para paslon pelanggar prokes Covid-19.

Saksikan video pilihan di bawah ini: