3 Cara Atasi Kredit Macet dan Pengertiannya

·Bacaan 7 menit

RumahCom - Tentunya Anda tidak asing lagi dengan penggunaan sistem kredit. Sistem kredit secara sederhana adalah berutang kepada pihak lain dan cara pembayarannya dilakukan dengan mencicil dalam jangka waktu tertentu.

Sistem kredit biasanya dipakai dalam transaksi jumlah besar seperti pembelian properti atau peminjaman modal usaha. Meskipun membutuhkannya, utang pasti membebani pikiran Anda. Apalagi jika nominalnya besar dan terasa berat untuk membayarnya.

Bisa saja utang tersebut kemudian membebani neraca keuangan Anda, menumpuk, dan tidak kunjung terbayar. Anda mungkin bisa bernegosiasi untuk menambah masa pembayaran utang jika meminjam kepada perorangan.

Namun, tentu saja utang yang tidak kunjung terbayar tersebut akan menjadi masalah jika Anda meminjam di bank. Alasannya karena bunga yang dibayarkan semakin meningkat dan jumlah nominal yang harus anda bayar pun semakin tinggi.

Kondisi saat seorang nasabah tidak mampu lagi membayar atau mencicil pinjaman disebut dengan istilah kredit macet. Kondisi ini ternyata bisa menyebabkan banyak masalah, mulai dari kesulitan memperoleh persetujuan kredit sampai blacklist oleh pihak bank.

Panduan Lengkap Membeli Rumah Secara KPR
Panduan Lengkap Membeli Rumah Secara KPR

Panduan dan Referensi

Panduan Lengkap Membeli Rumah Secara KPR

Untuk menghindari dan mengatasi kondisi kredit macet ini, sebaiknya Anda mengetahui detail mengenai kredit macet. Artikel ini akan membahas:

  1. Pengertian Kredit Macet

  2. Macam-Macam Tingkat Kelancaran Kredit

    • Kredit lancar

    • Kredit tidak lancar

    • Kredit diragukan

    • Kredit macet

  3. Ilustrasi Kredit Macet

  4. Cara Pemerintah Mengatasi Kredit Macet

  5. Dampak Kredit Macet

  6. Cara Mengatasi Kredit Macet

    1. Penjadwalan kembali (rescheduling)

    2. Persyaratan kembali (restructuring)

    3. Penataan kembali (reconditioning)

1. Pengertian Kredit Macet

Pengertian Kredit Macet
Pengertian Kredit Macet

Kredit macet adalah kondisi jika seorang nasabah tidak mampu lagi membayar atau mencicil pinjaman. (Foto: Pexels)

Kredit macet secara umum merupakan sebuah kondisi saat peminjam atau debitur tidak lagi bisa melanjutkan pembayaran atau cicilan utang. Hal tersebut bisa terjadi karena peminjam atau debitur tidak memiliki dana cukup, mengalami pailit, mangkir dalam membayar, dan lain sebagainya.

Jika peminjam semakin lama menunda pembayaran, bunga pinjaman yang ditetapkan oleh pihak bank akan semakin naik jumlahnya. Total dana yang harus dibayar oleh debitur juga akan semakin bertambah. Pinjaman yang semakin besar tersebut akan semakin membebani debitur hingga akhirnya debitur tidak mampu mencicil atau melunasinya.

2. Macam-Macam Tingkat Kelancaran Kredit

Macam-Macam Tingkat Kelancaran Kredit
Macam-Macam Tingkat Kelancaran Kredit

Tingkat kelancaran kredit bisa dilihat dari kemampuan debitur dalam melunasi cicilan. (Foto: Pexels)

Berdasarkan kemampuan debitur dalam melunasi cicilan, tingkat kelancaran kredit dibagi menjadi empat kelompok berikut ini.

1. Kredit lancar

Pinjaman kredit dianggap lancar jika debitur mampu membayar cicilan, angsuran pokok, dan bunga pinjaman dengan lancar serta tidak memiliki tunggakan. Meskipun terdapat tunggakan, debitur mampu membayarnya sebelum melampaui masa angsuran berikutnya.

2. Kredit tidak lancar

Pinjaman kredit dikatakan tidak lancar jika debitur memiliki tunggakan angsuran pokok yang sudah melebihi satu masa angsuran, namun belum melebihi dua masa angsuran. Selain itu, pembayaran bunga telah menunggak dua bulan, namun belum melebihi tiga bulan.

3. Kredit diragukan

Selanjutnya, kredit diragukan merupakan kondisi jika pinjaman masih bisa diselamatkan dan ada jaminan yang nilainya paling tidak 75% dari harga utang. Meskipun debitur tidak mampu membayar angsuran pokok maupun bunga, masih ada jaminan yang harganya paling tidak setara 100% dengan utang.

4. Kredit macet

Kredit macet merupakan kondisi ketika setelah berlalu 18 bulan sejak kredit digolongkan sebagai kredit diragukan, debitur tidak ada upaya pelunasan. Bahkan, debitur juga tidak memiliki jaminan apapun.

3. Ilustrasi Kredit Macet

Ilustrasi Kredit Macet
Ilustrasi Kredit Macet

Ketahui cara menghitung angsuran cicilan dan bunga dari kredit yang Anda punya agar terhindar dari kredit macet. (Foto: Pexels)

Berikut ini ilustrasi sebuah pinjaman untuk membantu Anda menghitung angsuran cicilan dan bunga dari kredit. Dengan memahami ilustrasi ini, Anda bisa menghindari kredit macet.

Ilustrasi kasus:

Pada 10 Mei 2020, Anda melakukan transaksi sebesar Rp10 juta. Tagihan pada umumnya dicetak setiap tanggal 15 dan jatuh tempo pada tanggal 25 setiap bulan. Pada 23 Mei 2020, Anda membayar tagihan Rp7 juta dan masih ada sisa utang Rp3 juta. Dengan suku bunga 3%, pada 15 Juni 2020 Anda dibebani bunga dalam tagihan dengan rincian berikut ini.

Baca juga: Kiat Jitu Hindari Kredit Macet KPR

Berdasarkan peraturan Bank Indonesia, besar suku bunga kartu kredit bulanan ditetapkan maksimal 2,95%, sedangkan tahunan sebesar 35,40%. Angka ini akan digunakan untuk perhitungan ilustrasi ini.

Suku bunga per hari:

(suku bunga 1 tahun : jumlah hari setahun)

(35,40% X 12) : 365= 0,09698%

Bunga hingga tanggal pembayaran:

(nilai transaksi x selisih hari dari tanggal transaksi hingga tanggal pembayaran x suku bunga per hari)

Rp10.000.000 x 14 hari x 0,09698% = Rp135.772

Bunga setelah tanggal pembayaran hingga tanggal cetak tagihan berikutnya, yaitu tanggal 15 Juni:

(Nilai transaksi – Pembayaran) x (Selisih hari dari tanggal bayar ke tanggal cetak tagihan berikutnya ) x ( suku bunga per hari)

(Rp10.000.000 – Rp7.000.000) x (22 hari) x (0,09698%)

Rp3.000.000 x 22 x 0,09698% = Rp64.006,8

Total bunga yang dibebankan pada tagihan bulan depan adalah

Rp135.772 + Rp64.006,8 = Rp199.778,8

Berdasarkan ilustrasi sederhana ini, Anda bisa mengetahui bahwa berutang Rp3 juta dapat menyebabkan biaya bunga meningkat. Jika Anda tidak kunjung melunasinya, bunga akan terus bertambah dan memberatkan Anda sehingga bisa saja berakhir menjadi kredit macet.

Perhitungan ini tentu saja hanya sebagai ilustrasi. Jika Anda ingin mendapat informasi lebih jelas, dapatkan informasi terbaru dari pihak bank.

4. Cara Pemerintah Mengatasi Kredit Macet

Cara Pemerintah Mengatasi Kredit Macet
Cara Pemerintah Mengatasi Kredit Macet

Pemerintah menerbitkan aturan khusus untuk meminimalisasi risiko meningkatnya kredit macet. (Foto: Pexels)

Dilansir dari situs resmi Bank Indonesia (BI), untuk meminimalkan risiko meningkatnya kredit macet, BI menerbitkan PBI (Peraturan Bank Indonesia) No.14/2/PBI/2012 tentang APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu).

Aturan tersebut dibuat untuk menekan risiko dampak negatif dari penggunaan kartu kredit sebagai alat utang hingga mencapai batas yang berlebihan. Berikut ini ketentuan yang terdapat di dalam peraturan tersebut.

  • Pemegang kartu utama minimal berusia 21 tahun atau telah menikah. Untuk kartu tambahan, pemegang minimal berusia 17 tahun atau telah menikah.

  • Pendapatan minimal pemegang kartu adalah Rp3 juta per bulan.

  • Maksimal plafon kredit adalah 3 kali pendapatan per bulan dan penerapannya berlaku secara industri.

  • Calon pemegang kartu dengan pendapatan per bulan kurang dari Rp10 juta dikenakan pembatasan plafon serta pembatasan perolehan kartu kredit maksimum dari 2 penerbit.

  • Calon pemegang kartu dengan pendapatan per bulan lebih dari Rp10 juta tidak dikenakan pembatasan jumlah plafon dan kartu dari 2 penerbit. Analisis kredit diserahkan sepenuhnya kepada bank.

  • Maksimum bunga kartu kredit adalah 3 persen per bulan.

5. Dampak Kredit Macet

Dampak Kredit Macet
Dampak Kredit Macet

Kredit macet berdampak terhadap nama baik Anda dan tertutupnya kesempatan mendapat kredit selanjutnya. (Foto: Pexels)

Kredit yang macet bisa menyebabkan bunga pinjaman semakin meningkat, sehingga jumlah nominal yang harus Anda bayarkan juga semakin bertambah. Namun selain hal tersebut, ternyata kredit macet juga berdampak terhadap nama baik Anda dan tertutupnya kesempatan mendapat kredit selanjutnya.

Dilansir dari CNN Indonesia, berikut ini beberapa dampak kredit macet bagi nasabah.

  • Sebelum bank memberikan pinjaman, bank akan mengecek riwayat nasabah. Jika calon debitur memiliki catatan kredit kurang lancar, diragukan, bahkan macet, maka akan dinilai berisiko tinggi dan sulit mendapatkan pinjaman.

  • Calon debitur yang memilliki catatan kredit kurang lancar, diragukan, bahkan macet akan diberikan bunga yang lebih tinggi. Sebaliknya, calon debitur yang riwayat kreditnya lancar akan lebih mudah mendapat pinjaman dengan bunga yang lebih rendah.

  • Calon debitur yang memiliki catatan kredit kurang baik akan kesulitan saat mengajukan KPR. Apabila calon debitur pernah mengalami masalah dengan pembayaran kredit rumah, debitur tidak akan lolos BI Checking apabila ingin mengajukan kredit lainnya.

Tip Rumah

Membeli rumah secara KPR sering dipilih karena dianggap membantu meringankan upaya seseorang dalam memiliki rumah. Namun, sebelum mengajukan KPR, sebaiknya kenali dahulu jenis-jenis, persyaratan, hingga cara penghitungan bunga KPR.

6. Cara Mengatasi Kredit Macet

Cara Mengatasi Kredit Macet
Cara Mengatasi Kredit Macet

Jika terkena kredit macet, bersikaplah kooperatif dengan pihak bank terkait. (Foto: Pexels)

Jika dalam keadaan terpaksa dan tidak bisa dihindari Anda terkena kredit macet, yang pertama harus dilakukan adalah tetap tenang dan bersikap kooperatif dengan pihak bank terkait. Menghindari pihak bank hanya akan menambah masalah dan memperburuk kondisi Anda.

Datangilah pihak bank dan ungkapkan kondisi Anda dengan jujur serta jelaskan alasan Anda berada dalam posisi kredit macet. Mintalah kerja sama pihak bank untuk membantu menyelesaikan permasalahan kredit macet Anda dengan cara melakukan restrukturisasi.

Berikut ini tiga jenis restrukturisasi yang dapat diberikan pada debitur yang berada dalam kondisi kredit macet.

Penjadwalan kembali (rescheduling)

Cara ini dilakukan dengan menyesuaikan tenor pinjaman Anda agar bisa kembali mencicil pembayaran kredit. Pihak bank akan memperpanjang tenor pinjaman dari debitur yang mengalami kredit macet.

Hal ini dilakukan agar angsuran yang harus dibayar bisa semakin ringan. Perpanjangan tenor juga disesuaikan dengan kemampuan pembayaran debitur.

Persyaratan kembali (restructuring)

Cara kedua adalah dengan restructuring atau mengubah syarat-syarat peminjaman, yang mencakup perubahan jadwal pembayaran, jangka waktu, dan persyaratan lainnya. Persyaratan kembali ini bisa dilakukan dengan syarat tidak mengubah maksimal plafon kredit.

Penataan kembali (reconditioning)

Cara ketiga adalah dengan penataan kembali, yaitu upaya pihak bank mengubah kondisi kredit untuk meringankan tanggung jawab debitur yang terlibat kredit macet. Hal ini dilakukan dengan cara menambah fasilitas kredit, mengonversi tunggakan menjadi pokok kredit baru, hingga penjadwalan dan persyaratan kembali.

Pekerja kontrak juga bisa mengajukan KPR. Simak informasi lengkapnya di video ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Informasi mendalam seputar area pencarian properti
Informasi mendalam seputar area pencarian properti

AreaInsider

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel