3 Cara Cegah COVID-19 saat Aktivitas di Kerumunan

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVAKerumunan menjadi salah satu faktor pemicu penyebaran COVID-19 yang makin meluas di masyarakat. Kendati demikian, beberapa profesi mengharuskan untuk bekerja dan beraktivitas dengan risiko kerumunan tersebut. Bisakah penularan COVID-19 tetap dicegah?

Jawabannya, sangat bisa. Tentu, protokol kesehatan 3M menjadi acuannya. Hanya saja, perlindungan di tengah kerumunan harus lebih ekstra. Apalagi, tak semua individu memiliki pemahaman dan kewaspadaan yang sama terhadap COVID-19.

Tak sedikit profesi yang mengharuskan untuk bekerja di tengah kerumunan. Ada juga yang harus melewati akses transportasi umum dengan risiko kerumunan yang mengintai. Hal ini tentu akan meningkatkan risiko penularan COVID-19, namun mampu diminimalisir dengan perlindungan yang tepat.

Apa saja cara tepat dalam mencegah COVID-19 di tengah kerumunan? Berikut rangkumannya berdasarkan paparan pakar dalam acara virtual KALCare Covid-19 Education Series 3 bertajuk 'Habis Vaksinasi Jadi Auto Kebal?' Minggu, 14 Maret 2021.

1. Proteksi double

Dokter spesialis paru, DR. dr. Fathiyah, SpP(K), mengatakan bahwa beberapa pekerjaan memang berisiko terhadap kerumunan yang bisa meningkatkan kerentanan penularan COVID-19. Ditegaskannya, cara paling ampuh mencegahnya adalah dengan memakai masker double.

"Pastikan pakai masker yang tidak ada celah. Boleh double. Bisa masker bedah lalu lapisi masker kain. Efektivitasnya menyaring sel-sel partikel lebih tinggi. Dari semua masker memang N95 paling bagus penyaringannya tapi kalau belum terbiasa akan sulit karena engap (sesak)," paparnya.

2. Face shield

Apabila akses menuju tempat kerja sulit dijangkau dengan kendaraan pribadi dan harus dengan transportasi umum, akan rentan terhadap penularan. Apalagi, beberapa orang masih terkesan tak peduli dan enggan memakai masker. Untuk itu, perlindungan ekstra bisa dilakukan dengan memakai face shield.

"Face shield bisa lindungi cipratan droplet dari orang terdekat apabila ada yang batuk, berbicara dan sebagainya. Karena kadang masyarakat ada yang abai (protokol). Dalam bus juga susah tegur yang tidak pakai masker," ungkapnya.

3. Pola makan sehat

Asupan sehat sangat berperan dalam meningkatkan imunitas tubuh. Tak hanya itu, daya tahan tubuh yang baik akan mampu melawan virus sehingga membuat tubuh cepat bugar kembali.

"Daya tahan tubuh, kalau baik maka akan membuat antibodi yang mengeliminir virus. Salah satunya jika ada komorbid maka harus terkontrol. Makan-makanan bergizi dan multivitamin jika kurang intake-nya," jelasnya.

Senada, ahli gizi KALCare Sri Zilla Arsyilah, S.Gz., mengatakan bahwa vitamin berperan besar dalam menjaga imunitas tubuh melalui porsi gizi seimbang disertai buah dan sayur. Selain itu, suplemen tambahan bisa dikonsumsi sesuai kebutuhan.

"Pola hidup sehat, seluruh nutrisi dikonsumsi seimbang. Vitamin c dapat jadi sumber antioksidan tinggi sehingga bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Lengkapi dengan vitamin D, E, B serta zinc," tutupnya.