3 Cara Membuat Catatan Kaki Simpel, Ketahui Unsur dan Cara Penulisannya yang Benar

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Catatan kaki atau biasa disebut footnote adalah sebuah tulisan yang ditemukan dibagian akhir halaman dalam karya ilmiah, makalah, skripsi, dan lain sebagainya. Catatan tersebut biasanya terkait dengan penjelasan dari paragraf yang berisi informasi sumber referensi yang digunakan atau catatan penjelas yang menerangkan suatu istilah.

Isi dari catatan kaki (footnote) yaitu menyatakan sumber kutipan, pendapat, atau keterangan penyusunan mengenai hal yang diuraikan dalam teks. Bentuk dari catatan kaki ini sendiri yaitu dapat berupa buku rujukan atau sekedar keterangan tambahan pada bagian akhir sebuah karya tulis.

Alasan mengapa catatan kaki itu merupakan elemen penting yang tidak boleh terlewatkan dari karya ilmiah karena dapat memberi keterangan atau komentar, juga sebagai informasi mengenai sumber atau sebagai patokan penulisan dalam daftar bacaan. Pembuatannya dapat dibilang tidak terlalu sulit apabila sudah mengetahui langkah-langkah penyusunannya.

Agar lebih memahami mengenai cara membuat catatan kaki beserta contohnya, berikut referensinya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (12/4/2021).

Mengenal Catatan Kaki

Ilustrasi laptop. (dok. Unsplash.com/J. Kelly Brito/@hellokellybrito)
Ilustrasi laptop. (dok. Unsplash.com/J. Kelly Brito/@hellokellybrito)

Sebelum memasuki bagaimana cara membuat catatan kaki, ada baiknya bila mengetahui terlebih dahulu secara detail pengertian dari catatan kaki. Istilah catatan kaki diambil dari terjemahan bahasa Inggris, yaitu footnote. Pengertian catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah halaman atau akhir bab atau sub bab karya ilmiah. Menurut KBBI arti dari catatan kaki yaitu berupa keterangan yang dicantumkan di margin bawah halaman buku untuk menambah rujukan uraian dari naskah pokok.

Keterangan ini umumnya ditulis dalam huruf yang lebih kecil dibanding dengan huruf pada naskah utama atau pokok. Catatan kaki menjelaskan dari mana asal kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung, atau sumber penggalan teks dalam sebuah tulisan. Setiap penggal teks yang menggunakan catatan kaki akan ditandai dengan nomor subscript di akhir kalimatnya, yang akan terkait langsung dengan sumber yang ada pada catatan kaki.

Fungsi Catatan Kaki

Ilustrasi laptop | picjumbo.com dari Pexels
Ilustrasi laptop | picjumbo.com dari Pexels

Sebelum memasuki bagaimana cara membuat catatan kaki, lebih baik untuk memahami fungsi dibuatnya catatan kaki. Setiap penulisan karya ilmiah ataupun jurnal, catatan kaki memiliki fungsi tersendiri yang sangat diperlukan dalam penulisan kutipan.

Hal ini berbeda dengan yang namanya daftar pustaka. Perbedaannya adalah jika daftar pustaka merupakan suatu daftar yang berisi buku, makalah, jurnal, dan lain sebagainya yang isinya dikutip langsung maupun tidak langsung ke dalam suatu karangan. Sedangkan, catatan kaki adalah suatu catatan dari teks yang dikutip yang biasanya diletakkan di bawah karangan. Terdapat fungsi lain dari catatan kaki yaitu :

  1. Setiap penulisan karya ilmiah ataupun jurnal, catatan kaki memiliki fungsi tersendiri yang sangat diperlukan dalam penulisan kutipan. Hal ini berbeda dengan yang namanya daftar pustaka. Perbedaannya adalah jika daftar pustaka merupakan suatu daftar yang berisi buku, makalah, jurnal, dan lain sebagainya yang isinya dikutip langsung maupun tidak langsung ke dalam suatu karangan. Sedangkan, catatan kaki adalah suatu catatan dari teks yang dikutip yang biasanya diletakkan di bawah karangan. Terdapat fungsi lain dari catatan kaki yaitu catatan kaki berfungsi sebagai petunjuk dan keterangan untuk memberikan lampiran terkait dengan pernyataan, data maupun fakta-fakta tertentu. Sehingga, pembaca pun dapat mempelajari terkait dengan persoalan, halaman, sub bab dari karya ilmiah atau jurnal yang terkait.

  2. Fungsi yang kedua adalah untuk menghargai dan memberi penjelasan dari mana kutipan itu didapat, serta agar pembaca karya ilmiah mengetahui sumber kutipan di dapatkan. Selain itu juga Anda menghargai karya orang lain yang Anda gunakan sebagai referensi penulisan.

  3. Fungsi yang ketiga yaitu untuk menunjukan referensi atau rujukan, supaya para pembaca karya ilmiah dapat mengerti dan mengetahui. Ulasan yang lebih jelas mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam tulisan.

  4. Untuk memperluas konteks pembahasan. Dengan melampirkan catatan kaki pada pembahasan yang dikutip akan memperluas pembahasan yang dapat dipelajari oleh pembaca ketika menghadapi studi kasus yang sesuai dengan kutipan yang dilampirkan di dalam karya tulis kita.

  5. Sebagai informasi lanjutan. Dengan memberikan catatan kaki pada pernyataan ataupun pembahasan tertentu akan memberikan informasi lanjutan kepada pembaca. Dengan demikian pembaca dapat mencari informasi yang lebih luas dari yang dibahas maupun yang lebih terperinci terkait dengan studi kasus tertentu.

Unsur-unsur Catatan Kaki

Ilustrasi laptop | Oleg Magni dari Pexels
Ilustrasi laptop | Oleg Magni dari Pexels

Sebelum membuat catatan kaki, sebelumnya Anda harus mengetahui unsur-unsur apa saja didalamnya. Setelah mengetahui unsur-unsur tersebut maka semakin mudah dalam pembuatan catatan kaki. Berikut ini adalah unsur-unsur yang ada dalam catatan kaki

1. Nama penulis atau pengarang

Menuliskan secara lengkap nama pengarang dari kutipan yang diambil tanpa perlu menuliskan gelar dari penulis tersebut.

2. Judul tulisan

Menuliskan judul dari sumber tempat kutipan diambil dengan jelas dan lengkap serta memperhatikan kaidah EYD di dalam menuliskan catatan kaki.

3. Tahun terbit

Salah satu hal yang perlu diberikan juga adalah tahun penerbitan dari kutipan yang ditulis. Atau tahun publikasi jika kutipan tersebut berbentuk jurnal atau tulisan lainnya.

4. Nomor halaman kutipan

Melampirkan halaman tempat kutipan tersebut diambil juga wajib untuk dicantumkan. Pada penulisannya, halaman tempat kutipan tersebut diambil disingkat menjadi halaman, kemudian nomor halaman tempat kutipan.

Cara Membuat Catatan Kaki

Ilustrasi laptop | Burst dari Pexels
Ilustrasi laptop | Burst dari Pexels

Setelah mengetahui unsur-unsur dari catatan kaki, pastinya Anda akan lebih memahami mengenai cara membuat catatan kaki pada sebuah karya ilmiah. Berikut cara membuat catatan kaki.

1. Klik di mana Anda ingin menambahkan catatan kaki.

2. Klik referensi > sisipkan catatan kaki.

Word menyisipkan tanda referensi di teks dan menambahkan tanda catatan kaki di bagian bawah halaman.

3. Ketik teks catatan kaki.

Cara Penulisan Catatan Kaki

Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Supaya cara membuat catatan kaki Anda lebih sempurna. Maka pada saat penulisan catatan kaki diharuskan mengerti tentang sistematikanya terlebih dahulu. Di bawah ini dijelaskan bagaimana sistematika penulisan catatan kaki yang benar :

  1. Penulisannya dipisahkan oleh garis yang panjangnya 14 karakter dari margin sebelah kiri dan berjarak 4 spasi dari tulisan atau teks.

  2. Diketik atau ditulis dengan satu spasi.

  3. Harus diberikan nomor.

  4. Nomor pada catatan kaki diketik dengan jarak 6 karakter dari margin sebelah kiri.

  5. Jika catatan kakinya lebih dari satu baris, maka pada baris yang kedua maupun selanjutnya dimulai seperti margin teks yang biasanya tepat pada margin bagian sebelah kiri.

  6. Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antar catatan kaki dengan catatan kaki yang lainnya sama seperti jarak spasi pada teks.

  7. Catatan kaki harus ditulis pada halaman yang sama, jika terlalu panjang lebih baik potong teksnya daripada memotong catatan kaki.

  8. Berjarak 3 centimeter dengan margin bagian bawah, seperti halnya pada aturan teks.

  9. Jika nama pengarang dua sampai tiga orang maka harus ditulis semuanya, sedangkan jika nama pengarangnya lebih dari tiga orang maka tulis saja nama pengarang yang pertama lalu di belakangnya ditulis et.al., atau dkk.

  10. Nama pengarang harus ditulis sesuai nama aslinya, pangkat dan gelar tidak perlu ditulis.

  11. Judul buku atau sumber harus diberi garis bawah, jika diketik dengan komputer maka harus dicetak miring.

  12. Ibid, digunakan ketika catatan kaki yang satu dengan yang lainnya berketerangan sama tanpa diselingi oleh catatan lain. Penulisan dilakukan jika catatan kaki tersebut berada pada satu halaman, maka cukup dengan menulis istilah Ibid. Tapi jika terdapat pada beberapa halaman maka penulisannya: Ibid, no halaman, penulisan kata Ibid harus memakai garis bawah atau dimiringkan.

  13. Op.cit. digunakan ketika mengutip dari dua sumber yang sama akan tetapi ditulis pada catatan kaki yang tidak berurutan dan letaknya pada halaman berbeda, adapun cara penulisannya: Nama Penulis, op.cit., no halaman.

  14. LOC.cit. digunakan sama seperti yang diatas tapi digunakan pada halaman yang sama yang telah disisipi oleh referensi yang lain dari halaman yang sama, adapun cara penulisannya seperti: Nama Penulis loc.it.

  15. Jika keterangannya mengenai referensi suatu artikel maupun buku, penulisannya hampir mirip seperti daftar pustaka tapi nama penulisnya tidak dibalikan.

Contoh Penulisan Catatan Kaki

Pastinya Anda sudah jelas mengenai unsur-unsur, sistematika serta pengertiannya, maka hanya tinggal melakukan cara membuat catatan kaki saja. Sebagai referensi disini akan diberi contoh bagaimana penulisan catatan kaki yang baik dan benar

1. Contoh Catatan Kaki Dengan 1 Sampai 3 Pengarang

Catatan kaki dalam penulisan referensi pada buku yang ditulis oleh satu hingga tiga pengarang, maka dalam penulisan yang benar sebagai berikut.

¹Sri Utami dkk, Bahasa Inggris Level 5 (Yogyakarta: PT. Gramedia, 2003), hal. 5.

²Mahmud Effendi, dkk. Bahasa dan Sastra Indonesia, (Solo: Citra Aji Pratama, 2008), hlm, 47.

2. Contoh catatan kaki dari Jurnal atau Makalah

Ketika kutipan bersumber dari jurnal ataupun makalah, maka format penulisan catatan kaki dengan cara nomor kutipan, nama penulis, “Judul artikel” atau dicetak miring, nama jurnal Atau majalah beserta volume dan nomornya, tahun penerbitan, nomor halaman. Adapun contoh dalam penulisannya adalah sebagai berikut:

¹Mc. Pregnant, “Representative of Natural Habits with Plural Education”. Educational Evaluation and Analytics. Vol. 4 No. 3, Summer 2003, hal. 120.

²Yahya Saputra, “Kekerasan terhadap Wanita Dalam Hukum Islam” Asy-Syariah, Edisi 6, April 2016, hal. 15.

³Gemar Berkarya Hatta, “Rekam Kesehatan dan Medis (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”, dalam Berita Arsip Nasional, No. 28, Juni 1988 (Surabaya: ANRI, 1988), hlm. 7.