3 Cara Mengelola Keuangan agar Tidak Tekor saat Akhir Bulan

Fimela.com, Jakarta Mengatur keuangan bulanan memang penting dilakukan agar uang pemasukan dan keluaran dapat terpantau dengan baik. Jangan sampai saat akhir bulan kita bertanya, "uangnya habis kemana ya".

Sayangnya masih banyak masyarakat kesulitan dalam mengatur gaji setiap bulannya. Pengeluran pun lebih banyak dibandingkan pemasukan hingga tidak bisa untuk menambung.

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar keuangan kita pun sehat. Apa saja?

1. Tujuan keuangan

Content creator dan influencer, Jonathan End mengatakan sebelum membuat anggaran keuangan, Jonathan biasanya akan membuat goal atau tujuan terlebih dahulu. "Jadi harus tahu dulu uang yang akan dikeluarkan per-bulannya," ujarnya dalam acara virtual Peluncuran Inovasi Terbaru Jenius.

2. Terapankan metode 50:30:20

Setelah mengetahui tujuannya, Jonathan mengatakan untuk menggunakan metode 50:30:20.Pembagian keuangan ini dialokasikan untuk pos pengeluaran sehari-hari, investasi, serta gaya hidup.

Misalnya, 50 persen untuk pengeluaran sehar-hati seperti makan, bayar cicilan, transportasi kerja.

30 persen untuk menabung atau investasi. Dan 20 persen untuk lifestyle seperti beli baju dan hiburan.

3. Mencatat

(c) Shutterstock

Mencatat pemasukan dan pengeluaran rutin Jonathan lakukan untuk mengetahui keadaan finansial. Kini, pencatat keuangan pun semakin mudah dengan inovasi Moneytory dari Jenius.

Irwan Tisnabudi, Digital Banking Head Bank BTPN mengatakan Moneytory ini membantu masyarakat digital savvy mengelola cash flow dengan lebih simpel melalui pencatatan pengeluaran dan pemasukan secara otomatis melalui aplikasi Jenius. Fitur ini mencatat pemasukan dan pengeluaran dari transaksi uang masuk dan uang keluar di Saldo Aktif dan Kartu Debit Utama (m-Card).

Selain itu, pengguna juga bisa mengetahui ringkasan kondisi finansial secara jelas, mulai dari berapa jumlah pemasukan/pengeluaran, berapa selisih di antara keduanya, dan melihat grafik pengeluaran dengan mudah berdasarkan tanggal dan nominalnya.

Terdapat dua informasi utama pada fitur Moneytory yaitu pemasukan dan pengeluaran. Pada halaman utama Moneytory, pengguna bisa melihat jumlah total pemasukan dan pengeluaran beserta diagram persentase sesuai kategorinya, jumlah selisih antara pemasukan dan pengeluaran, serta highlights berisi tren pengeluaran yang menampilkan grafik pengeluaran sesuai tanggal juga nominalnya.

"Setiap transaksi online dan offline yang pengguna lakukan dengan Saldo Aktif dan m-Card secara otomatis akan mengubah data pengeluaran di Moneytory sesuai kategorinya. Mulai dari transfer uang, top up e-Wallet, bayar tagihan, transaksi offline di restoran/butik/supermarket, transaksi online di marketplace/App Store/Google Play, semua tercatat secara otomatis. Jika transaksi pengguna belum sesuai kategori yang ada, datanya akan tercatat ke bagian Belum Terkategori dan pengguna bisa langsung menyesuaikannya," papar Irwan

 

 

 

#Changemaker