3 Cara Orangtua Jepang Melatih Kedisiplinan pada Anak

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sudah menjadi rahasia umum, Jepang dikenal sebagai negara dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Hal ini tercermin dari perilaku mayarakat sehari-hari yang selalu menghargai waktu.

Rupanya, kedisiplinan ini telah diajarkan pada anak sejak dini. Salah satu bukti kesuksesan orangtua Jepang dalam mendisiplinkan anaknya adalah jarang ditemukannya anak yang tantrum atau rewel di depan umum.

Lantas seperti apa acara orangtua Jepang mendisiplinkan buah hatinya? Dikutip dari laman Savvy Tokyo, berikut rahasia kedisiplinan orang Jepang yang bisa kamu tiru.

1. Menasihati anak secara pribadi

Jepang dikenal memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Rupanya, kebiasaan ini telah dipupuk sejak kecil. Yuk simak caranya. (FOTO: Unsplash.com/Bruno Nascimento).
Jepang dikenal memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Rupanya, kebiasaan ini telah dipupuk sejak kecil. Yuk simak caranya. (FOTO: Unsplash.com/Bruno Nascimento).

Di Jepang sangat jarang ditemukan anak rewel di muka umum. Ternyata, ada alasan di balik fakta tersebut.

Alih-alih memarahi anak di muka umum, orangtua Jepang justru akan menasihati mereka di tempat yang tak terlihat dan privat. Orangtua jepang menarik anak dari kerumunan dan menasihatinya secara pribadi.

Hal ini dilakukan, agar orangtua dan anak tidak merasa malu. Dalam bahasa Jepang, istilah ini disebut “shitsuke” atau “pelatihan”. Perilaku ini diharapkan menjadi teladan bagi anak-anak dalam bersikap. Selain itu, cara ini dinilai lebih efektif dibanding menasihati anak di depan umum.

2. Hukum perilakunya, bukan anaknya

Jepang dikenal memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Rupanya, kebiasaan ini telah dipupuk sejak kecil. Yuk simak caranya. (FOTO: Unsplash.com/Jerry Wang).
Jepang dikenal memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Rupanya, kebiasaan ini telah dipupuk sejak kecil. Yuk simak caranya. (FOTO: Unsplash.com/Jerry Wang).

Salah satu kesalahan umum yang dilakukan orangtua dalam mendisiplinkan anak adalah menghukum anaknya, bukan perilakunya. Misalnya, ketika anak melakukan kesalahan, orangtua menghukumnya dengan cara menurunkannya dari mobil.

Menurut psikolog, hal ini tidak baik dilakukan. Orangtua seharusnya menghukum perilaku buruknya, bukan anaknya.

3. Mencontohkan perilaku baik

Jepang dikenal memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Rupanya, kebiasaan ini telah dipupuk sejak kecil. Yuk simak caranya. (FOTO: Unsplash.com/Hisu Lee).
Jepang dikenal memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Rupanya, kebiasaan ini telah dipupuk sejak kecil. Yuk simak caranya. (FOTO: Unsplash.com/Hisu Lee).

Orangtua dan guru di Jepang selalu mengajarkan anak-anak berperilaku baik dan sopan dengan berbagai kegiatan agar mereka menjadi terbiasa. Berdasarkan laporan Kate Lewis, semua anak di taman kanak-kanak terbiasa melakukan sesuatu dalam jadwal yang ketat, seperti mengulang lagu dan permainan.

Anak-anak di Jepang juga dibiasakan melakukan hal baik, seperti menaruh sepatu di raknya dengan rapi. Pada intinya adalah, orangtua dan guru membiasakan anak berperilaku baik secara berulang-ulang sekecil apapun itu.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel