3 Cara TikTok Dorong Eksistensi Konten Edukasi Digital

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Melanjutkan program #SamaSamaBelajar, TikTok kembali mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Pada 2021, setidaknya ada tiga terobosan utama dalam melangsungkan program edukasi yang telah diluncurkan pada Mei 2020 itu.

Head of Operations TikTok Indonesia, Angga Anugrah Putra, menjelaskan bahwa sejak dicanangkan, #SamaSamaBelajar merupakan program yang mengajak kreator dan pengguna TikTok untuk berbagai konten edukasi dalam serangkaian kegiatan. "Akhirnya edukasi jadi konten terpopuler kedua (di TikTok)," katanya dalam jumpa pers virtual, Kamis (20/5/2021).

Pada 2021, pihaknya telah menyiapkan beberapa kegiatan untuk mendukung semangat tersebut. Yang terdekat adalah Kompetisi #SamaSamaBelajar #MerdekaBelajar. Kehadirannya bertujuan memberi apresiasi bagi para kreator yang telah memberi kesempatan dan akses pada siapa pun untuk belajar, sekaligus berbagi.

"Contoh videonya (kompetisi #SamaSamaBelajar #MerdekaBelajar) sudah bisa diakses di TikTok seperti yang tadi dicontohkan mas Menteri (Nadiem Makarim)," imbuh Angga. Kemudian, pihaknya juga akan mengadakan TikTok Class dan TikTok University Week.

Dalam TikTok Class, pihaknya bermaksud memberi kesempatan pada setiap pengguna untuk jadi kreator konten edukasi dengan sesi pelatihan bersama tim TikTok Indonesia. Kemudian, TikTok University Week merupakan webinar yang menyasar delapan kota di Indonesia, dan mengajarkan cara membuat konten edukasi yang menyenangkan, serta engaging.

"Detail dua kegiatan itu akan diinformasikan lebih lanjut setelah Kompetisi #SamaSamaBelajar #MerdekaBelajar selesai," Angga menambahkan. Masih akan berlangsung sampai 25 Mei 2021, bagi pengguna yang ingin mengikuti kompetisi, jangan lupa menyertakan dua tagar tersebut.

Kemudian, unggah minimal tiga video. Klip ini harus menggunakan fitur teks, serta suara asli, dan pemenang terpilih akan mendapat hadiah total ratusan juta rupiah dari TikTok Indonesia.

Jaga Kredibilitas Informasi

Ilustrasi TikTok, Aplikasi TikTok.  Kredit: antonbe via Pixabay
Ilustrasi TikTok, Aplikasi TikTok. Kredit: antonbe via Pixabay

Konten edukasi sendiri, Angga menyebut, terdiri dari berbagai macam jenis. Ada Bahasa, Fotografi/Videografi, DIY, Kesehatan, dan Bisnis. "Semoga nantinya lebih banyak yang memanfaatkan kategori ini untuk berbagi pengetahuan sesuai keahlian masing-masing," katanya.

Rachmadi Widdiharto, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbudristek mengatakan bahwa edukasi digital tidak terhenti di kegiatan belajar-mengajar online. "Dengan memanfaatkan media digital, sumber pembelajaran bisa dari mana saja," katanya di kesempatan yang sama.

Selain itu, pihaknya juga mendorong para guru untuk bisa memaparkan materi dengan cara baru dan pendekatan berbeda di ranah digital. "Mungkin salah satunya bisa memanfaatkan program #SamaSamaBelajar di TikTok," imbuhnya.

Memastikan kredibilitas informasi, Angga mengatakan bahwa pihaknya terus memperbaharui pedoman komunitas. "Ada juga fitur untuk langsung melapor bila ada informasi yang dianggap salah. Jadi pengguna juga bisa berperan aktif dalam pengawasan," ungkapnya.

Plus Minus Belajar dari Rumah Secara Online

Infografis Plus Minus Belajar dari Rumah Secara Online. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Plus Minus Belajar dari Rumah Secara Online. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: