3 Cara Wapres Ma’ruf Amin Atasi Kemiskinan Ekstrem di NTT

·Bacaan 2 menit
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut, konsep sustainable development menjadi dasar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Liputan6.com, Jakarta Masalah kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perhatian Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menutup rangkaian kunjungan kerjanya, Minggu, 17 Oktober kemarin.

Di hadapan gubernur dan bupati setempat, Ma'ruf Amin meminta para kepala daerah perkuat perencanaan dan anggaran program guna mengatasi kemiskinan yang terjadi di lima kabupaten di NTT.

Dilaporkan dari lima kabupaten tersebut tercatat ada sekitar 89.410 rumah tangga miskin ekstrem yang perlu penanganan pemerintah dari total 212.672 jiwa.

Kelima kabupaten tersebut yaitu Kabupaten Sumba Timur, Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Manggarai Timur.

"Gubernur dan para bupati agar juga memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD, khususnya yang sesuai dengan karakteristik miskin ekstrem di wilayah masing-masing," kata Wapres yang dikutip dari Antara, Minggu 17 Oktober.

Ma'ruf pun mengungkap sederet hal yang akan dilakukan pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan yang terjadi di NTT. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan berupa uang tunai.

Berikut sejumlah cara yang dilakukan Wapres Ma'ruf Amin untuk menangani kemiskinan yang terjadi di lima kabupaten NTT dihimpun Liputan6.com:

1. Memastikan Warga Miskin Terangkul Semua Program Pemerintah

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menginstruksikan agar Gubernur NTT Victor B Laiskodat bekerja keras memastikan seluruh warga miskin ekstrem di wilayah tersebut terangkul seluruh program pemerintah.

"Baik itu program pengurangan beban pengeluaran maupun program pemberdayaan," kata Ma'ruf Aminusai memimpin rapat terbatas bersama sejumlah Menteri dan kepala daerah di NTT di Aula Rumah jabatan Gubernur NTT di Jalan El Tari Kupang, seperti dilansir Antara, Minggu, 17 Oktober 2021.

2. Genjot Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Kepada para bupati di lima kabupaten wilayah prioritas 2021 di NTT, Ma'ruf meminta untuk menggenjot penanganan kemiskinan ekstrem di wilayah masing-masing.

Dia pun mendesak gubernur dan para bupati agar memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD, khususnya yang sesuai dengan karakteristik miskin ekstrem di wilayahnya.

3. Beri Tambahan Uang Tunai untuk Rumah Tangga Miskin

Wapres Ma'ruf juga menambahkan bahwa pemerintah dalam tiga bulan yang tersisa di tahun 2021 akan menyiapkan bantuan berupa tambahan uang tunai khusus untuk rumah tangga miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas di NTT dengan menggunakan data yang sekarang tersedia.

"Akan disiapkan bantuan berupa tambahan uang tunai, khusus untuk rumah tangga miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas di NTT dengan menggunakan data yang sekarang tersedia," katanya.

Kelima kabupaten itu adalah Kabupaten Sumba Timur, Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Bantuan berupa dana tambahan tersebut dianggarkan Pemerintah dalam bentuk Program Sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.

Lesty Subamin

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel