3 Ciri-Ciri Ketuban Rembes Dini, Cara Cek, dan Penyebabnya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Cairan ketuban umumnya pecah saat mendekati masa melahirkan. Ketika cairan ketuban rembes atau bocor dini, ini bukan hal yang bisa diwajarkan. Ketuban yang merembes sebelum minggu ke-37 kehamilan berisiko menyebabkan keguguran.

Bagaimana ciri-ciri ketuban rembes dini? Ciri-ciri ketuban rembes dini bisa diamati dari warna, bau, dan tetesan yang keluar. Perhatikan perbedaannya dengan urin dan keputihan.

Menurut American Pregnancy Association, hanya satu dari 10 wanita yang berisiko mengalami "semburan dramatis" cairan ketuban. Bagi kebanyakan wanita, rembesan ketuban itu cenderung terasa seperti tetesan konstan.

Tak hanya keguguran, ketuban rembes dini berisiko pula membuat ibu hamil kesulitan selama persalinan, seperti terlilit tali pusar, yang dapat memengaruhi kemampuan bayi untuk mendapatkan oksigen.

Kemudian meningkatkan risiko untuk persalinan sesar, dan membuat janin mengalami pertumbuhan melambat. Berikut Liputan6.com ulas ciri-ciri ketuban rembes dini, cara cek, dan penyebab terjadinya, Kamis (30/12/2021).

Ciri-Ciri Ketuban Rembes Dini

Ilustrasi Ibu Hamil Credit: pexels.com/Leah
Ilustrasi Ibu Hamil Credit: pexels.com/Leah

Memahami ciri-ciri ketuban rembes dini bisa dilakukan dengan mengenali warna air ketuban itu dan kontraksi yang dirasakan ibu hamil. Ini penjelasan ciri-ciri ketuban rembes dini, melansir Health Line, pada Kamis (30/12/2021).

1. Memahami dari Warnanya

Ciri-ciri ketuban rembes dini memungkinkan ibu hamil mendapati cairan ketuban yang berwarna bening, berbintik putih dan berlumur lendir atau darah.

Ini berbeda dengan perdarahan karena darahnya hanya sedikit. Apabila keputihan, maka warnanya akan cenderung putih atau kekuningan, ini bukan ciri-ciri ketuban rembes dini.

2. Memahami dari Bau

Ciri-ciri ketuban rembes dini memungkinkan ibu hamil mendapati cairan bening yang tidak berbau. Saat cairan ketuban merembes, perhatikan celana dalam yang dikenakan karena cairan ini akan membasahinya.

Apabila itu urin, maka baunya akan menyerupai urin, maka ini bukan ciri-ciri ketuban rembes dini. Sementara bila baunya busuk, bisa jadi itu keputihan yang berbahaya.

3. Memahami dari Tetesannya

Ciri-ciri ketuban rembes dini memungkinkan ibu hamil tidak merasakan tetesannya dan terkadang iya. Bayangkan, kantung ketuban adalah mirip dengan balon air.

Saat balon air itu pecah, maka semburannya akan kuat. Sementara ciri-ciri ketuban rembes dini artinya dengan lubang kecil, tetesan itu mungkin tidak terasa dan kebocorannya terjadi lambat.

Kebocoran cairan ketuban seperti ciri-ciri ketuban rembes dini bisa menjadi hal yang membahayakan bagi ibu hamil dan bayi dalam kandungannya.

Cara Cek Ciri-Ciri Ketuban Rembes Dini

Ilustrasi keputihan | Karolina Grabowska dari Pexels
Ilustrasi keputihan | Karolina Grabowska dari Pexels

Ada cara yang bisa digunakan untuk memastikan apakah benar itu ciri-ciri ketuban rembes? Masih melansir sumber yang sama, ini penjelasannya.

1. Mengosongkan kandung kemih terlebih dahulu agar kemungkinan urin keluar tanpa disadari bisa diminimalisir.

2. Menempatkan pembalut atau panty liner di pakaian dalam dan periksa cairan yang ada di pembalut setelah 30 menit hingga satu jam.

3. Jika cairannya berwarna kuning, kemungkinan itu adalah urin dan jika putih pekat maka itu keputihan. Jika tidak, cairan itu bisa jadi cairan ketuban.

4. Kemudian bisa dengan mengenakan pembalut atau panty liner dan berkonsentrasi untuk menahan otot-otot dasar panggul dengan kencang.

5. Ini dilakukan seolah-olah ibu hamil sedang mencoba menghentikan aliran urin.

6. Apabila saat melakukan ini dan tidak melihat cairan apa pun di pembalut, cairan yang dilihat saat belum melakukan metode kedua ini mungkin adalah urin.

Penyebab Ketuban Rembes atau Bocor Dini

Ilustrasi embrio manusia. (Sumber Flickr/lunar caustic)
Ilustrasi embrio manusia. (Sumber Flickr/lunar caustic)

Ada beberapa penyebab yang meningkatkan risiko seperti pada ciri-ciri ketuban rembes dini. Kondisi seperti ini umumnya terjadi atau pecah sebelum minggu ke-37 kehamilan.

Dokter menyebutnya sebagai PROM Prematur. Ini penyebab ketuban rembes atau bocor dini, melansir Medical News Today, pada Kamis (30/12/2021).

1. Wanita yang hamil kurang dari 6 bulan setelah persalinan terakhir.

2. Mengandung lebih dari satu bayi memiliki risiko.

3. Kontraksi yang memberi tekanan pada kantung ketuban, menyebabkannya robek.

4. Jarum amniosentesis untuk membuat lubang saat operasi yang membutuhkan waktu terlalu lama untuk sembuh.

5. Cerclage, prosedur di mana dokter menjahit leher rahim hingga bayi siap untuk melahirkan.

6. Infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi menular seksual (IMS).

7. Kondisi medis, seperti penyakit paru-paru dan sindrom ehlers-danlos.

8. Paparan zat berbahaya, termasuk tembakau, obat-obatan terlarang, dan alkohol.

9. Terlalu banyak atau terlalu sedikit cairan ketuban alami.

10. Plasenta terpisah dari rahim.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel