3 Dewan Pengawas SWF Indonesia Dilantik, Saham Emiten BUMN Karya Terbang

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah saham emiten konstruksi terutama BUMN karya menguat pada perdagangan saham Rabu, (27/1/2021). Saham emiten konstruksi pada perdagangan kemarin sempat tertekan.

Mengutip data RTI, saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memimpin penguatan. Saham WIKA naik 14,58 persen ke posisi 1.965 per saham. Total frekuensi perdagangan 35.169 kali dengan nilai transaksi Rp 401,4 miliar.

Saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menguat 10,51 persen ke posisi 1.630 per saham. Total frekuensi perdagangan 65.543 kali dengan nilai transaksi Rp 1,1 triliun.

Sementara itu, saham PT PP Tbk (PTPP) naik 10,39 persen ke posisi 1.860 per saham. Total frekuensi perdagangan 30.475 kali dengan nilai transaksi Rp 456,2 miliar. Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) bertambah 7,22 persen menjadi Rp 386. Total frekuensi perdagangan 6.292 kali dengan nilai transaksi Rp 40,3 miliar.

Saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menguat 7,17 persen ke posisi Rp 1.570 per saham. Total frekuensi perdagangan 24.780 kali dengan nilai transaksi Rp 286,6 miliar. Saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) naik 6,72 persen ke posisi Rp 286 per saham. Total frekuensi perdagangan 20.852 kali dengan nilai transaksi Rp 177,4 miliar.

Lalu saham PT Wijaya Karya Bangun Gedung Tbk (WEGE) naik 4,55 persen ke posisi 230 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 6.197 kali dengan nilai transaksi Rp 31,7 miliar.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia di Istana Negara, Rabu, 27 Januari 2021. Pelantikan Dewan Pengawas LPI dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 6/P tahun 2021.

"Lebih dahulu saya akan bertanya kepada saudara-saudara, bersediakah saudara-saudara mengambil sumpah janji menurut agama masing-masing," kata Jokowi dalam pelantikan.

"Bersedia," jawab seluruh anggota Dewas LPI.

Seperti diketahui, kepastian komposisi Dewan Pengawas LPI diperoleh setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberikan respons dan tanggapan positif dalam rapat konsultasi dengan Panitia Seleksi Dewan Pengawas LPI pada tanggal 20 Januari 2021 lalu.

Adapun tiga nama Dewan Pengawas dari unsur profesional akan melengkapi lima kursi Dewan Pengawas yang dua di antaranya telah dijabat secara ex-officio oleh Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan dan Erick Thohir selaku Menteri BUMN.

Dewan Pengawas LPI terpilih juga diyakini memiliki perspektif global dan berpengalaman dalam menangani transaksi internasional yang sangat diperlukan mengingat lingkup bisnis LPI yang berskala global.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2020 Tentang Lembaga Pengelola Investasi, Dewan Pengawas bertugas untuk melaksanakan pengawasan atas pengelolaan LPI oleh yang diselenggarakan oleh Dewan Direktur.

Pembentukan SWF Jadi Katalis Positif

Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen.   (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Penguatan sektor saham konstruksi terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah. Pada penutupan perdagangan Rabu, 27 Januari 2021, IHSG turun 31 poin atau 0,50 persen ke posisi 6.109,16.

Indeks saham LQ45 melemah 0,39. Tujuh sektor saham melemah, yang dipimpin sektor saham tambang turun 1,84 persen, sektor saham aneka industri susut 1,55 persen dan sektor saham barang konsumsi tergelincir 1,26 persen.

Sementara itu, sektor saham pertanian menguat 2,48 persen, sektor saham infrastruktur mendaki 1,82 persen dan sektor saham konstruksi naik 1,51 persen.

Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menuturkan, sektor pertanian, infrastruktur dan properti mampu menahan pelemahan IHSG. Pembentukan sovereign wealth fund (SWF) yang mulai memasuki tahap akhir dan penguatan harga CPO sebesar 3,64 persen ke level 3.385 ringgit per ton menjadi optimisme investor.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini