3 Fakta Alcatraz, Pulau Bekas Penjara Paling Ketat di Amerika Serikat

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, California - Pulau Alcatraz adalah sebuah pulau kecil berbatu yang terletak di Teluk San Francisco, Amerika Serikat.

Pulau yang dijuluki "The Rock" tersebut hanya memiliki luas 0,089 kilometer persegi. Sejak akhir abad ke-20 hingga kini, Pulau Alcatraz telah menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di Amerika Serikat.

Pulau Alcatraz berlokasi sekitar 2,01 km lepas pantai dari kota San Francisco di California, Amerika Serikat. Pulau kecil ini ditetapkan sebagai Landmark Bersejarah Nasional. Pulau tersebut kini menjadi bagian dari The Golden Gate National Recreation Area.

Dikutip dari World Atlas pada Jumat (20/8/2021), berikut beberapa fakta menarik dari Pulau Alcatraz di Amerika Serikat:

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Geografi

Para peneliti Texas A&M, menggunakan radar penembus tanah, menemukan sisa-sisa benteng militer yang sebelumnya diduga hancur sepenuhnya.
Para peneliti Texas A&M, menggunakan radar penembus tanah, menemukan sisa-sisa benteng militer yang sebelumnya diduga hancur sepenuhnya.

Pulau Alcatraz dikelilingi bebatuan tandus yang berbentuk tidak beraturan. Rata-rata berukuran 511 meter, 180 meter dan 41 meter pada titik tertingginya saat air pasang rata-rata. Pulau ini kerap menjadi penjara federal yang terbengkalai. Di sini terdapat benteng militer dan mercusuar tertua yang sempat beroperasi di Pantai Pasifik Amerika Serikat.

Selain itu, pulau Alcatraz juga memiliki beberapa fitur alam seperti kolam pasang surut dan koloni burung laut. Cuaca di Pulau Alcatraz diketahui sukar diprediksi. Bisa jadi musim panas cukup sejuk dan berkabut. Kemudian sebagian besar hujan turun selama musim dingin.

Meski demikian, pulau ini memiliki cuaca yang bisa dinikmati di kala musim semi dan musim gugur melanda di Amerika Serikat.

2. Ekologi

ilustrasi burung | pexels.com/@jplenio
ilustrasi burung | pexels.com/@jplenio

Dahulu, batu pasir di Pulau Alcatraz diubah menjadi taman yang indah oleh keluarga militer dan penjaga penjara. Namun, setelah penutupan penjara, taman-taman menjadi tak terawat. Alhasil banyak ditumbuhi oleh semak belukar.

Melihat hal tersebut, sejumlah staf dan sukarelawan datang untuk melakukan pemugaran pada pulau. Hingga banyak ditemukannya seperti spesies mawar, geranium, dan sukulen yang kini dibudidayakan di samping pohon ara dan apel.

Kolam pasang surut di pulau ini berisikan banyak spesies invertebrata. Sehingga pulau Alcatraz menjadi tempat perlindungan bagi burung laut. Tebing baratnya juga menyediakan tempat bersarang dan berakar bagi banyak burung laut termasuk burung kormoran, camar barat, guillemot, bangau malam mahkota hitam, camar Heermann, kuntul salju (snowy egret) dan lain-lain. Selain burung laut, spesies fauna lain seperti tikus rusa dan slender salamander dapat dijumpai di sini.

3. Sejarah

Alcatraz, yang pernah dijadikan pulau penjara pada masa lalu (Public Domain)
Alcatraz, yang pernah dijadikan pulau penjara pada masa lalu (Public Domain)

Asal usul nama "Alcatraz" berasal dari kata Spanyol "Alcatraces". Di mana pada Agustus 1775, penjelajah sekaligus perwira angkatan laut Spanyol Juan Manuel de Ayala, sebagai orang Eropa pertama yang memetakan Teluk San Francisco dan pulau-pulau di sekitarnya.

Juan menamai salah satu pulau di teluk itu sebagai "La Isla de Los Alcatraces" ("Pulau Pelikan"). Pada tahun 1776, datang pula seorang perwira dan penjelajah angkatan laut Inggris, Kapten Frederick William Beechey. Ia menamai masing-masing dari tiga pulau di teluk itu dengan nama mereka. Seiring waktu, nama "Alcatraces" berubah nama menjadi "Alcatraz".

Pada bulan Juni 1846, Gubernur Meksiko Pio Pico menyerahkan Pulau Alcatraz kepada Julian Workman untuk membangun mercusuar di atasnya. Pulau itu kemudian dibeli seharga $5.000 oleh John C. Frémont yaitu Gubernur Militer California untuk pemerintah Amerika Serikat.

Pada tahun 1850, Presiden AS Millard Fillmore memerintahkan untuk menyisihkan Pulau Alcatraz agar difungsikan sebagai reservasi militer Amerika Serikat. Setelah terjadinya California Gold Rush, Angkatan Darat AS mulai membangun benteng di puncak pulau.

Alcatraz pun akhirnya menjadi situs militer yang paling dijaga ketat di Pantai Barat. Bersama dengan Lime Point dan Fort Point, pulau ini membentuk "triangle of defense" - segitiga pertahanan yang dirancang untuk melindungi Teluk San Francisco. Pulau ini juga berfungsi sebagai lokasi mercusuar operasional pertama di Pantai Pasifik Amerika Serikat.

Lantaran pulau ini memiliki arus yang cukup kuat dan dingin dari perairan sekitar Teluk San Francisco. Maka Alcatraz digunakan untuk menampung tahanan militer pertama pada tahun 1859. Pada tahun 1909, Angkatan Darat AS merobohkan benteng, dan dari tahun 1909 hingga 1911, sebuah penjara baru dibuat di pulau itu oleh para tahanan militer.

Dari tahun 1934 hingga 1963, Pulau Alcatraz berfungsi sebagai penjara federal yang menampung beberapa penjahat paling berbahaya dalam sejarah Amerika, termasuk Robert Franklin Stroud yang dikenal sebagai "Birdman of Alcatraz", George Kelly, Rafael Cancel Miranda, dll. Setelah 29 tahun beroperasi, penjara Alcatraz ditutup pada 21 Maret 1963.

Selang satu tahun, pada tanggal 8 Maret 1964, Pulau Alcatraz diduduki oleh aktivis penduduk asli Amerika, yang ingin membangun pusat budaya dan kompleks pendidikan bagi penduduk asli Amerika di pulau itu. Dengan begitu, penduduk asli Amerika akhirnya dipindahkan dari pulau itu oleh Federal Marshals pada Juni 1971. Pada 1972, pulau itu menjadi bagian dari The Golden Gate National Recreation Area dan pada 1986, pulau itu ditetapkan sebagai Landmark Bersejarah Nasional.

Reporter: Bunga Ruth

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel