3 Fakta Politikus Ferdinand Hutahaean Kembali Jadi Sorotan di Sosmed

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Politikus Ferdinand Hutahaean kembali menjadi sorotan. Pada hari ini, Rabu (5/1/2022), tagar #TangkapFerdinand menggema di sosial media usai akun Twitter @FerdinandHaean3 melontarkan cuitan yang mengandung polemik.

Sebab, pada Selasa 4 Januari 2022, Ferdinand Hutahaean menulis tentang Tuhan lemah. Hal itu yang memicu kemarahan Brigade Muslim Indonesia (BMI).

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu di bela," tulis isi cuitannya.

BMI pun resmi melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Polda Sulawesi Selatan terkait ujaran kebencian bermuatan SARA.

Melihat banyaknya tagar untuk menangkap dirinya, diakui Ferdinand Hutahaean tak disadari karena kesibukannya. Ia pun membuat klarifikasi berupa video di Twitter, Rabu (5/1/2022).

"Sahabat, saya ingin mengklarifikasi tentang riuhnya, dan ramainya cuitan saya kemarin," ungkap Ferdinand.

Berikut 3 fakta terkait politikus Ferdinand Hutahaean yang menjadi sorotan di sosial media dihimpun Liputan6.com:

1. Lontarkan Cuitan Diduga Berbau SARA, Dilaporkan ke Polisi

Ferdinand Hutahaean (Foto: Twitter)
Ferdinand Hutahaean (Foto: Twitter)

Akun Twitter @FerdinandHaean3 milik politikus Ferdinand Hutahaean, melontarkan cuitan yang mengandung polemik pada Selasa 4 Januari 2022.

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela," cuit Ferdinand.

Ferdinand pun resmi dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan terkait ujaran kebencian bermuatan SARA oleh Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan.

2. Warganet Meradang

Ferdinand Hutahaean (Foto: Instagram/@ferdinand_hutahaean)
Ferdinand Hutahaean (Foto: Instagram/@ferdinand_hutahaean)

Sontak cuitan tersebut langsung dibanjiri komentar nyinyir warganet. Tak jarang mereka meminta aparat penegak hukum untuk berlaku adil dengan menangkapnya sebagai pelaku penistaan agama.

"Pak Kapolri mohon orang ini Ferdinand Hutahaean diproses hukum dan masukkan ke penjara aja. Ini jelas dan meyakinkan PENISTAAN AGAMA ISLAM," tulis seorang warganet.

Warganet beramai-ramai menginginkan Ferdinand Hutahaean dihukum. Lantaran ini bukan kali pertamanya ia membuat ulah.

3. Ferdinand Beri Klarifikasi

Ferdinand Hutahaean menyebut akun Twitter dan alamat emailnya diretas oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. (Twitter @Dahnilanzar)
Ferdinand Hutahaean menyebut akun Twitter dan alamat emailnya diretas oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. (Twitter @Dahnilanzar)

Melalui akun Twitter-nya, Rabu (5/1/2022), Ferdinand Hutahaean memberikan klarifikasi terkait cuitannya tersebut.

"Sahabat, saya ingin mengklarifikasi tentang riuhnya, dan ramainya cuitan saya kemarin," ungkap Ferdinand.

Ferdinand menjelaskan bahwa cuitannya tersebut memang tak ditujukan kepada siapapun, atau kelompok apapun.

"Cuitan saya tersebut tidak sedang menyasar kelompok tertentu, kaum tertentu, orang tertentu, agama tertentu," lanjutnya.

Pernyataan yang dicuitnya di Twitter, merupakan sebuah dialog untuk dirinya sendiri.

"Yang saya lakukan adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya. Ketika saya down tidak perlu saya harus bercerita di Twitter, di media sosial bahwa saya sedang down. Tetapi saya melakukan dialog imajiner dengan hati saya, antara pikiran dan hati saya," bebernya.

Ferdinand juga menjelaskan dialog imajinernya tersebut. Namun, dari tulisannya tersebut banyak yang merasa dituduh olehnya.

"Kemudian orang ada yang merasa dituduh, merasa diserang, dan bahkan orang-orang tertentu yang selama ini selalu menggunakan kata tabayun ternyata tidak tabayun. Tapi malah ikut-ikutan memelintir," sambungnya.

Di akhir ucapannya, Ferdinand Hutahaean mengucapkan minta maaf bila kata-katanya sudah mengganggu yang lain.

"Saya minta maaf kepada siapapun yang merasa cuitan saya mengganggu, atau membuat siapapun tidak nyaman. Intinya itulah dialog imajiner bukan menyerang siapapun," tutup Ferdinand.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel