3 Fakta Terkait Pengeroyokan TNI-Polri di Jaksel yang Berujung Penusukan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini viral video di sosial media adanya aksi pengeroyokan yang diduga berujung pada penusukan seseorang.

Pengeroyokan yang berbuntut pada penusukan itu terjadi di Jalan Falatehan I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel).

"Pada hari ini Minggu, tanggal 18 April 2021, sekira pukul 07.00 WIB, di pinggir jalan atau trotoar Jalan Faletehan, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jaksel, korban diketemukan tergeletak," bunyi dalam unggahan akun Instagram @cetul.22.

Dalam unggahannya disebut, keributan diduga dialami polisi dan prajurit TNI yang dikeroyok oleh orang tidak dikenal.

Video yang diunggah memuat hasil rekaman Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera tersembunyi.

Usai viral video tersebut, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0504 Jakarta Selatan Kolonel Infantri Ucu Yustiana membenarkan pengeroyokan terhadap anggota TNI dan Polri oleh orang tidak dikenal.

"Sementara kan emang benar ada kejadian seperti itu, hari ini tadi pagi," kata Ucu saat dihubungi Merdeka.com, Minggu, 18 April 2021.

Berikut fakta-fakta terkait aksi pengeroyokan yang diduga berujung pada penusukan seseorang dihimpun Liputan6.com:

Viral di Sosial Media

Ilustrasi viral di media sosial. (iStockphoto)
Ilustrasi viral di media sosial. (iStockphoto)

Terjadi pengeroyokan yang diduga berujung pada penusukan seseorang di Jalan Falatehan I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Video itu menjadi viral di Instagram.

Adapun, video yang diduga penusukan tersebut diunggah akun Instagram @cetul.22. Dalam unggahannya disebut keributan diduga terjadi oleh anggota Polisi dan TNI yang dikeroyok oleh orang tidak dikenal.

Video yang diunggah memuat hasil rekaman Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera tersembunyi.

"Pada hari ini Minggu, tanggal 18 April 2021, sekira pukul 07.00 WIB, di pinggir jalan atau trotoar Jalan Faletehan, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jaksel, korban diketemukan tergeletak," bunyi dalam unggahan tersebut.

Akibat peristiwa tersebut, korban sempat dibawa ke RSPP, Jakarta Selatan pada pukul 07.30 WIB kemudian dinyatakan meninggal pada pukul 07.41 WIB.

Dalam unggahan tersebut, disebut korban kehabisan darah akibat luka yang dideritanya.

"Pada lengan kanan dan paha kanan korban diketemukan luka robek akibat sajam (senjata tajam)," demikian.

TNI dan Polri Kerja Sama Ungkap Kejadian Pengeroyokan

Anggota TNI dan Polisi bersenjata lengkap melakukan penjagaan di gerbang masuk Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (1/4/2021). Sebanyak 150 personel gabungan TNI, Polri dan Satpol PP melakukan pengamanan jelang rangkaian perayaan Hari Paskah di gereja tersebut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Anggota TNI dan Polisi bersenjata lengkap melakukan penjagaan di gerbang masuk Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (1/4/2021). Sebanyak 150 personel gabungan TNI, Polri dan Satpol PP melakukan pengamanan jelang rangkaian perayaan Hari Paskah di gereja tersebut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0504 Jakarta Selatan Kolonel Infantri Ucu Yustiana membenarkan adanya pengeroyokan terhadap anggota TNI dan Polri oleh orang tidak dikenal.

Dia pun mengungkapkan kejadian terjadi pada Minggu pagi hari, 18 April 2021.

"Sementara kan emang benar ada kejadian seperti itu, hari ini tadi pagi," kata Ucu saat dihubungi Merdeka.com, Minggu, 18 April 2021.

Dirinya masih belum bisa menjelaskan soal kronologis terjadinya pengeroyokan tersebut. Pasalnya, masih mengumpulkan saksi yang ada.

"Karena pagi hari itukan orang-orang mungkin sudah abis sahur, jadi mungkin tidur lagi. Jadi sangat susah untuk kita nyari saksi-saksinya," ucap Ucu.

Dia mengungkapkan, TNI dan Polri saling bekerja sama untuk mengungkap kasus pengeroyokan ini. "Betul (kerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan), dilaksanakan Polres Jakarta Selatan dengan Pomdam Jaya," jelas Ucu.

Sudah Periksa 6 Saksi, Kasus Masih Didalami

Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)
Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)

Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi terkait dengan kasus pengeroyokan anggota TNI dan Polri di kawasan Jakarta Selatan yang terjadi Minggu pagi, 18 April 2021.

Atas insiden pengeroyokan tersebut, satu personel Brimob meninggal dunia.

"Sudah sekitar lima sampai enam saksi ya," tutur Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dikonfirmasi, Senin (19/4/2021).

Tubagus menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus pengeroyokan tersebut. Perkara itu kini ditangani oleh Polda Metro Jaya.

"Masih didalami," kata Tubagus.

(Dinda Permata)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: