3 Fakta Tewasnya Mahasiswa IPB Diduga Digigit Ular Kobra di Kebun Percobaan

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi: ular Kobra Raja (Wikimedia Commons)

Liputan6.com, Jakarta Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) ditemukan telah terbujur kaku di kebun percobaan Kampus IPB Dramaga, Rabu sore, 17 November lalu. Korban berinisial HRP (23) diduga tewas karena gigitan ular berbisa, yakni kobra.

Jasad korban pertama kali diketemukan petugas kampus IPB University. Saat olah TKP, ada bekas gigitan ular berbisa di bagian kakinya.

"Korban langsung dievakuasi dengan menggunakan ambulans kampus IPB," ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Dramaga, Iptu Chandra Purba.

Berikut sederet hal terkat kematian mahasiswa IPB yang diduga akiba digigit ular kobra saat praktikkum:

1. Ada Bekas Gigitan Ular di Kaki Korban

Korban berinisial HRP (23) asal Jakarta diduga tewas karena gigitan ular kobra di bagian kaki saat melakukan praktikum di kebun percobaan Kampus IPB Dramaga.

Kepala Desa Babakan, Syaehu Syam membenarkan insiden tersebut. Korban ditemukan tak bernyawa di kebun Cikabayan sekitar pukul 15.00 WIB.

Karena sudah terbujur kaku, petugas kampus kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dramaga.

Tak lama berselang, petugas kepolisian datang bersama tim medis melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.

"Infonya sedang melakukan penelitian, saat olah TKP di lokasi katanya digigit ular kobra," kata Syaehu, Kamis, 18 November 2021.

2. Ditemukan Tewas di Kebun Percobaan

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) University ditemukan tewas di Kebun Percobaan Cikabayan, Kampus IPB Dramaga, Rabu (17/11/2021).

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Drajat Martianto menuturkan, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Setelah mendapatkan laporan, pihak kampus IPB University dan Kepolisian Sektor (Polsek) Dramaga langsung membawa jenazah korban ke RSUD Ciawi untuk dilakukan autopsi.

3. Dimakamkan di Desa Babakan

Atas permintaan pihak keluarga, mahasiswa IPB itu dimakamkan di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, setelah sempat dibawa ke rumah sakit.

"Alasannya untuk mempermudah proses pemulasaraan dan pemakaman, biar tidak bolak balik," kata Syaehu.

Muhammad Fikram Hakim Suladi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel