3 Faktor di Balik Konsistensi Bhayangkara FC di BRI Liga 1: Tim Pelatih sampai Kedalaman Skuad

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Sejak dimulainya era Liga 1 pada tahun 2017, ada beberapa tim yang terus tampil konsisten di papan tengah maupun atas. Satu di antaranya Bhayangkara FC.

Tim yang kini bermarkas di Solo itu selalu jadi salah satu kandidat kuat untuk menjadi juara. Apalagi setelah mereka sukses mempecundangi klub-klub lain dengan menjadi juara Liga 1 edisi pertama pada tahun 2017.

Pada musim ini, tim berjulukan The Guardian itu kembali jadi salah satu kandidat kuat untuk menjadi juara Liga 1. Hingga pekan ke-11 atau selesainya seri kedua, Renan Silva dan kolega nyaman di puncak klasemen sementara. Mereka mengoleksi 28 poin, unggul tiga poin dari Persib Bandung yang ada di posisi kedua.

Bhayangkara FC memang tampil tangguh di musim ini. Dari 11 laga yang sudah dijalani, mereka baru kalah satu kali saja.

Satu-satunya kekalahan itu datang saat mereka menghadapi Persib Bandung pada laga pembuka seri kedua beberapa waktu lalu. Saat itu Bhayangkara FC kalah 0-2 dari Persib.

Kedalaman Skuad

Evan Dimas. Pemain Bhayangkara FC berusia 26 tahun ini memiliki nilai pasar Rp.5,65 miliar. Hanya 1 kali absen dalam 6 laga di BRI Liga 1, ia belum berhasil menyumbang 1 gol pun. Bhayangkara FC dibawanya menjadi pemuncak klasemen sementara. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Evan Dimas. Pemain Bhayangkara FC berusia 26 tahun ini memiliki nilai pasar Rp.5,65 miliar. Hanya 1 kali absen dalam 6 laga di BRI Liga 1, ia belum berhasil menyumbang 1 gol pun. Bhayangkara FC dibawanya menjadi pemuncak klasemen sementara. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Satu di antara rahasia Bhayangkara FC bisa tampil konsisten di musim ini adalah kedalaman skuad mereka yang luar biasa. BFC jadi salah satu klub yang kerap "diganggu" dengan pemanggilan pemain ke tim nasional.

Sebut saja Evan Dimas dan Adam Alis yang kerap kali dipanggil Shin Tae-yong membela Tim Garuda. Namun, BFC tetap tidak goyah.

Sebab pemain-pemain lain seperti Wahyu Subo Seto, Muhammad Hargianto, dan TM Ichsan punya kualitas yang lebih dari cukup untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Evan atau Adam.

Kedalaman skuad itu juga sangat terlihat di lini belakang. Di posisi bek tengah, ada tiga pemain yang terbilang senior tapi masih bisa diandalkan.

Sebut saja Indra Kahfi, Anderson Salles, dan Jajang Mulyana. Selain itu ada bek muda syarat pengalaman dalam diri Hansamu Yama Pranata.

vidio:VIDEO: Shin Tae-yong Sebut Egy Maulana Vikri dan Elkan Baggott Sudah Dapat Izin Klub untuk Bela Timnas Indonesia di Piala AFF

Pemain Asing Berkualitas

Unggul materi kualitas pemain, Bhayangkara FC mengambil inisiatif untuk melakukan serangan di menit-menit awal. Upaya yang dilakukan membuahkan hasil pada menit ke-8 lewat sepakan Ezechiel N’Douassel yang berhasil menjebol gawang Persiraja. (Foto: Bola.com/M iqbal Ichsan)
Unggul materi kualitas pemain, Bhayangkara FC mengambil inisiatif untuk melakukan serangan di menit-menit awal. Upaya yang dilakukan membuahkan hasil pada menit ke-8 lewat sepakan Ezechiel N’Douassel yang berhasil menjebol gawang Persiraja. (Foto: Bola.com/M iqbal Ichsan)

Pada musim ini, Bhayangkara FC diperkuat empat pemain asing. Keempatnya punya kualitas yang tak perlu diragukan lagi.

Ezechiel Ndouassel misalnya. Bersama Youssef Ezzeajari, Ilija Spasojevic, dan Marko Simic, ia duduk di daftar puncak top skorer sementara Liga 1 musim ini. Mereka sama-sama mengumpulkan tujuh gol hingga pekan ke-11.

Begitu juga dengan Renan Silva. Reputasinya sebagai playmaker jempolan di Tanah Air tak diragukan lagi. Setelah sukses bersama Persija dan Borneo FC, ia tetap melanjutkan gerakan-gerakan magis dari lini tengah Bhayangkara.

Satu sosok pemain asing lain yang tak bisa dilupakan adalah Anderson Salles. Usianya memang sudah 33 tahun, tapi kemampuannya dalam bertahan sangat mumpuni.

Salles adalah salah satu alasan kenapa gawang BFC baru kebobolan delapan kali dari 11 laga di Liga 1 musim ini. Selain itu, Salles juga punya senjata lain dalam hal tendangan bebas mematikan.

Duo Inggris di Posisi Pelatih dan Direktur Teknik

Direktur teknik Bhayangkara Solo FC, Simon McMenemy, berbincang dengan Paul Munster saat ikut memimpin latihan para pemain di Stadion UNS, Kamis (25/2/2021). (Dok Bhayangkara Solo FC)
Direktur teknik Bhayangkara Solo FC, Simon McMenemy, berbincang dengan Paul Munster saat ikut memimpin latihan para pemain di Stadion UNS, Kamis (25/2/2021). (Dok Bhayangkara Solo FC)

Sejak tahun 2017, Bhayangkara FC memang kental dengan aroma Inggris Raya. Di tahun 2017, pelatih asal Skotlandia, Simon McMenemy berhasil mengantarkan BFC meraih gelar juara di ajang Liga 1.

Di musim ini, McMenemy kembali ke BFC. Bukan sebagai pelatih melainkan sebagai direktur teknik. Ia mendampingi pelatih muda asal Irlandia Utara, Paul Munster yang menduduki posisi pelatih di Bhayangkara FC.

Kualitas keduanya tak diragukan lagi, apalagi Munster. Bahkan, sosok berusia 39 tahun itu sempat dikaitkan akan menjadi juru taktik anyar Cardiff City belum lama ini. Kendati isu tersebut mentah dengan sendirinya. (Bayu Satrio)

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel