3 Faktor yang Membuat PSM Gagal Meraih Posisi Tiga Piala Menpora 2021: Juku Eja Gagal Manfaatkan Momentum

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Makassar - PSM Makassar gagal mengakhiri kiprahnya di Piala Menpora 2021 dengan manis. Skuad Juku Eja yang sempat menuai pujian dari publik sepak bola tanah air karena tampil mengesankan pada laga sebelumnya, justru melempem saat menghadapi PSS Sleman pada perebutan posisi tiga di Stadion Manahan Solo, Sabtu (24/4/2021).

Tim asuhan Syamsuddin Batola takluk dengan skor 1-2 dari PSS yang bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama menyusul kartu merah yang didapatkan stoper Fandri Embri. Gol PSM dicetak oleh Sutanto Tan lewat tendangan bebas yang indah. Sedang PSS mendapatkan golnya berkat tendangan penalti Irfan Jaya dan sepakan Irkham Nazrul Mila.

Kepada Bola.com, Minggu (25/4/2021), pengamat bola asal Makassar, Tony Ho menilai penampilan terbaik PSM sudah lewat usai disingkirkan Persija Jakarta lewat drama adu penalti pada leg 2 semifinal.

"Saya memahami kesulitan coach Syamsuddin menghadapi laga ini. Tak mudah mengangkat moral dan permainan tim dengan materi pemain yang tak merata," ujar Tony.

Sebelumnya, pada jumpa media usai laga kontra PSS, Syamsuddin mengungkapkan, para pemainnya sudah berusaha menjalankan strateginya yang diinginkannya.

Namun, tak optimal setelah PSS mendapat hadiah penalti serta penampilan pemain debutan yang tak sesuai harapan. Pada laga ini, ada empat pemain yang baru mendapatkan menit bermain sepanjang perhelatan Piala Menpora yakni M. Fahri, Yance Sayuri, Ahmad Hari dan M. Rifki.

Berdasarkan penampilan PSM sepanjang laga ini, Bola.com menilai ada tiga faktor yang membuat PSM gagal mengalahkan PSS. Berikut ulasannya

1. Kehilangan Momentum

Ekspresi para pemain PSM Makassar setelah takluk dari PSS Sleman pada perebutan peringkat ketiga Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (24/4/2021). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)
Ekspresi para pemain PSM Makassar setelah takluk dari PSS Sleman pada perebutan peringkat ketiga Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (24/4/2021). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

PSM sejatinya lebih berpeluang memenangkan laga ini. Alasannya, PSS tak bisa memainkan tujuh pemain pilarnya karena cedera dan akumulasi kartu. Sedang PSM hanya kehilangan bek kiri Abdul Rachman serta Patrich Wanggai (striker) karena akumulasi kartu kuning.

Sayang, momentum terbaik PSM sudah hilang usai disingkirkan Persija di semifinal. Determinasi, disiplin serta permainan cepat dan keras ala PSM yang menjadi andalan di ajang ini tak lagi dominan terlihat.

Skuad asuhan Syamsuddin Batola malah terkesan mengikuti irama permainan yang diinginkan PSS. Termasuk ketika lawan harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.

Syamsuddin memang sudah mencoba melakukan perubahan untuk mengangkat penampilan timnya dengan melakukan sejumlah pergantian.

Tapi, dampaknya tak signifikan. 10 pemain PSS justru mencetak gol penentu kemenangan berkat sepakan Irkham Nazrul Mila yang tak mampu dihalau kiper Hilman Syah.

2. Mental Jatuh Gegara Penalti

Pemain PSS Sleman Kim Jeffrey Kurniawan (kanan) berebut bola dengan pemain PSM Makassar Sutanto Tan pada laga perebutan juara tiga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (24/4/2021). PSS Sleman mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain PSS Sleman Kim Jeffrey Kurniawan (kanan) berebut bola dengan pemain PSM Makassar Sutanto Tan pada laga perebutan juara tiga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (24/4/2021). PSS Sleman mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pada sesi jumpa media usai laga, Syamsuddin Batola menuding keputusan wasit Toriq Alkatiri yang memberi hadiah penalti kepada PSS membuat mental pemainnya jatuh sehingga berdampak pada penampilan timnya.

Syamsuddin menilai Hasim Kipuw tidak melakukan pelanggaran berarti terhadap Irkham Nazrul Mila di kotak penalti PSM pada menit ke-30. Terlepas dari alibi Syamsuddin itu, PSM memang menyimpan kelemahan karena tak memiliki materi pemain dengan kualitas merata.

Pada laga ini, Syamsuddin menurunkan tiga pemain debutan pada materi starternya, sebuah keputusan yang tak pernah dilakukannya karena kualitas pemain yang timpang. M. Fahri, Yance Sayuri dan Ahmad Hari tampil tak sesuai harapan.

Begitu pun pemain debutan lainnya, M.Rifki yang masuk menggantikan Yance Sayri. Ironisnya, Syamsuddin malah tidak memainkan pemain senior Zulifli Syukur dan Zulham Zamrun yang bisa jadi pembeda disaat PSS bertahan total.

3. Lini Depan Tetap Mandul

Pemain PSM Makassar tampak lesu usai ditaklukkan PSS Sleman pada laga perebutan juara tiga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (24/4/2021). PSS Sleman mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain PSM Makassar tampak lesu usai ditaklukkan PSS Sleman pada laga perebutan juara tiga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (24/4/2021). PSS Sleman mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lini depan PSM tak lagi mencetak gol usai bermain imbang 2-2 dengan Borneo FC pada matchday ketiga penyisihan Grup B di Stadion Kanjuruhan. Pada laga itu, dua penyerang Juku Eja, Saldi Amruddin dan Zulham Zamrun sama-sama mencetak satu gol.

Setelah itu, lini depan PSM melempem. Termasuk pada laga perebutan posisi tiga kontra PSS yang berakhir dengan skor 1-2. Satu-satunya gol PSM dicetak Sutanto Tan via tendangan bebas.

Hasil akhir mungkin berbeda andai Syamsuddin memainkan Zulham yang lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan sejak perempat final.

Skill di atas rata-rata, kejelian mencari ruang kosong dan naluri gol tinggi ala Zulham bisa jadi pembeda. Khususnya pada saat PSS memilih bertahan total untuk mengamankan kemenangan.

Saksikan Video Pilihan Kami: