3 Final Liga Champions Terhebat dalam 20 Tahun Terakhir: Ada yang Melibatkan Real Madrid dan Liverpool

Bola.com, Jakarta - Final Liga Champions sekali lagi akan tersaji, di mana Real Madrid dan Liverpool bakal berhadapan di Stade de France, Paris, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB. Laga puncak kompetisi paling elite Eropa ini memang selalu dinantikan.

Pertemuan antara Liverpool dan Real Madrid ini merupakan laga ulangan final Liga Champions 2017/2018. Saat itu Los Blancos berhasil menang 3-1 atas Liverpool. Hal ini akan menjadi sebuah kunci betapa sengit dan panasnya pertandingan final Liga Champions musim ini.

Seperti diungkap di atas, laga puncak Liga Champions merupakan sebuah laga yang selalu dinantikan. Tak hanya oleh pecinta sepak bola di Eropa, tapi juga di seluruh dunia.

Bahkan tak jarang pertandingan final Liga Champions berlangsung sangat dramatis untuk melahirkan sang juara sekaligus penguasa Eropa. Lalu pertandingan final Liga Champions apa saja yang berjalan dramatis dan sengit?

Seperti dilansir dari Sportskeeda, berikut 3 pertandingan final Liga Champions terbaik dalam 20 tahun terakhir:

Real Madrid vs Atletico Madrid (2014)

Real Madrid meraih gelar La Decima di Liga Champions dengan mengalahkan Atletico Madrid.
Real Madrid meraih gelar La Decima di Liga Champions dengan mengalahkan Atletico Madrid.

Final Liga Champions 2014 menyajikan El Derbi madrileno di kancah Eropa. Duel antara Real Madrid dan Atletico Madrid tersaji di Lisbon, Portugal.

Real Madrid melangkah ke final setelah menyingkirkan tiga klub Jerman secara berturut-turut, mulai dari Schalke 04, Borussia Dortmund, dan Bayern Munchen.

Sementara itu, Atletico Madrid mengalahkan AC Milan, Barcelona, dan Chelsea untuk mencapai final Liga Champions. Kedua tim sama-sama melewati tim-tim tangguh untuk bisa mencapai laga puncak.

 

Jalannya Laga Final 2014

Laga final Liga Champions 2014 mempertemukan Real Madrid melawan Atletico Madrid. (AFP/Francisco Leong)
Laga final Liga Champions 2014 mempertemukan Real Madrid melawan Atletico Madrid. (AFP/Francisco Leong)

Laga final Liga Champions ini juga berlangsung dramatis. Atletico Madrid lebih dulu unggul lewat gol Diego Godin pada menit ke-36.

Real Madrid pun berusaha untuk membalas dan mengerahkan performa terbaik. Hingga akhirnya, Los Blancos berhasil menyamakan kedudukan pada masa injury time. Tandukan Sergio Ramos memperpanjang napas Los Blancos untuk melanjutkan pertandingan ke babak extra time.

Real Madrid justru tampil menggila di babak extra time. Gareth Bale mencetak gol yang membuat Real Madrid berbalik unggul pada menit ke-110.

Setelah itu Marcelo dan Cristiano Ronaldo menambah lagi dua gol hingga akhirnya saat 120 menit berakhir, Los Blancos menang telak 4-1 dan sukses mengamankan La Decima, gelar Liga Champions ke-10 dalam sejarah klub.

 

Bayern Munchen vs Chelsea (2012)

Selebrasi kemenangan Frank Lampard bersama para suporter Chelsea setelah mengalahkan Bayern Munchen di Final Liga Champions (19/2/2012). (EPA/Marc Mueller)
Selebrasi kemenangan Frank Lampard bersama para suporter Chelsea setelah mengalahkan Bayern Munchen di Final Liga Champions (19/2/2012). (EPA/Marc Mueller)

 

Bayern Munchen berada di performa terbaiknya dan menjadi favorit untuk menjadi juara Liga Champions pada 2012. Laga final pun digelar di Allianz Arena di Munchen, yang membuat Bayern terasa bermain di kandang.

Bayern Munchen berhasil mengalahkan FC Basel, Marseille, dan Real Madrid untuk mencapai final. Sementara itu, Chelsea mengalahkan Napoli, Benfica, dan Barcelona untuk mencapai final.

Sejak leg kedua semifinal kontra Barcelona di Camp Nou, Chelsea seperti punya keberuntungan dan takdir untuk menang. Pada laga kontra Barcelona, Chelsea sebenarnya sulit menang, tapi mereka mampu melalui laga itu dengan baik dan menang.

Jalannya Laga Final 2012

Roberto Di Matteo. Ia menggantikan posisi pelatih utama Andre Villas Boas yang dipecat Chelsea pada Maret 2012. Dirinya langsung mempersembahkan trofi Liga Champions usai menang 4-3 (1-1) via adu penalti atas Bayern Munchen dalam partai final di Allianz Arena, 19 Mei 2012. (AFP/John MacDougall)
Roberto Di Matteo. Ia menggantikan posisi pelatih utama Andre Villas Boas yang dipecat Chelsea pada Maret 2012. Dirinya langsung mempersembahkan trofi Liga Champions usai menang 4-3 (1-1) via adu penalti atas Bayern Munchen dalam partai final di Allianz Arena, 19 Mei 2012. (AFP/John MacDougall)

Ketika melawan Bayern Munchen di final, cerita yang sama terulang. Chelsea tampil bertahan dengan sangat baik, dan Bayern Munchen kesulitan untuk memecahkan kebuntuan.

Akhirnya Thomas Muller memberikan keunggulan bagi Bayern pada menit ke-83, dan tampaknya pertandingan sudah berakhir.

Sepak bola, meski adalah olahraga yang menyenangkan, membuat Bayern harus kecewa setelah pada menit ke-88 Juan Mata mengirimkan umpan sepak pojok yang dimaksimalkan oleh Didier Drogba.

Chelsea pun meraih kemenangan lewat drama adu penalti, terutama setelah Arjen Robben gagal mengeksekusi bola dengan baik. Chelsea pun menang dan menjadi juara Liga Champions.

 

AC Milan vs Liverpool (2005)

 

Duel final Liga Champions yang paling dramatis yang pernah ada, di mana fakta bahwa tim belum memenangkan pertandingan jika peluit akhir belum berbunyi. Laga final 2005 ini benar-benar luar biasa. Bertempat di Istanbul, AC Milan dan Liverpool saling berhadapan.

AC Milan mengalahkan Manchester United, Inter Milan, dan PSV Eindhoven untuk mencapai final. Sementara Liverpool mengalahkan Bayer Leverkusen, Juventus, dan Chelsea.

 

Jalannya Laga Final 2005

Luis Garcia (kanan) gelandang serang Liverpool merayakan gol ketiga yang dicetak Xabi Alonso saat melawan AC Milan di final Liga Champions 2005 di Istanbul Turki. (AP/Thomas Kienzle)
Luis Garcia (kanan) gelandang serang Liverpool merayakan gol ketiga yang dicetak Xabi Alonso saat melawan AC Milan di final Liga Champions 2005 di Istanbul Turki. (AP/Thomas Kienzle)

Dalam laga final Liga Champions tersebut, AC Milan sempat unggul 3-0 pada babak pertama berkat gol Paolo Maldini dan brace Hernan Crespo.

Namun, Liverpool mampu bangkit dan membalikkan situasi. Tiga gol The Reds dicetak Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso membuat kedudukan menjadi 3-3.

Setelah itu pertandingan harus berlanjut dengan extra time, di mana tak satu pun tim berhasil mendapatkan angka penentu kemenangan. Liverpool pun pada akhirnya berhasil menang dan menjadi juara lewat adu penalti.

Sumber: Sportskeeda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel