3 Hal Ini Membantumu Memiliki Berat Badan yang Stabil Meski Banyak Makan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian orang ingin sekali menurunkan berat badannya dan bekerja sangat keras untuk mencapai hal tersebut. Namun ada juga yang memiliki berat badan stabil meskipun mereka mengonsumsi banyak makanan.

Untuk mempertahankan berat badan yang sehat, kita harus memperhatikan apa yang akan kita makan dan tetap rutin dalam melakukan olahraga. Namun kita tahu ada beberapa orang yang bisa makan sepuasnya tanpa khawatir berat badannya akan bertambah.

Biasanya faktor genetika dan nutrisi juga dapat mempengaruhi berat badan seseorang agar tetap sehat. Selain kedua faktor tersebut, tentunya ada beberapa faktor lain yang dapat mempertahankan berat badan mereka yang membuat semua orang bertanya-tanya kenapa hal ini bisa terjadi.

Berikut ini adalah 3 alasan tetap memiliki berat badan yang stabil meskipun mereka mengonsumsi banyak makanan mengutip dari Times of India, Selasa (16/02/21).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rutin melakukan aktivitas fisik

Ilustrasi Berolahraga Credit: pexels.com/Ola
Ilustrasi Berolahraga Credit: pexels.com/Ola

Rajin melakukan aktivitas fisik setiap hari juga menjadi faktor lain yang dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat. Maksud dari melakukan aktivitas fisik secara rutin bukan berarti menghabiskan waktu berjam-jam di gym, tetapi banyak bergerak setiap hari.

Anda bisa melakukan pekerjaan rumah tangga, workout selama di rumah, dan berbagai aktivitas lainnya yang membuat Anda bergerak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang secara genetik dipengaruhi untuk menggerakkan tubuh mereka lebih dari yang lain. Ini membantu mereka dalam membakar sejumlah kalori, sehingga dapat membantu mereka untuk mempertahankan berat badannya.

Faktor genetik

Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: pexels.com/pixabay

Genetika merupakan peran utama dalam menurunkan dan menambahkan berat badan seseorang. Berdasarkan sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan oleh PLOS Genetics, lebih dari 250 wilayah DNA yang berbeda yang bisa dikaitkan dengan obesitas.

Dalam penelitian ini, para peneliti memeriksa data yang dikumpulkan dari 1.622 orang sehat dengan indeks massa tubuh (BMI) rendah, 1985 orang dengan obesitas tinggi, dan 10.433 orang dengan berat badan normal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa genetika terkait obesitas yang dimiliki oleh peserta dengan berat badan kurus lebih sedikit. Namun gen bukan satu-satunya hal yang memengaruhi penambahan atau penurunan berat badan.

Gaya hidup

Ilustrasi Mengantuk Credit: pexels.com/Burst
Ilustrasi Mengantuk Credit: pexels.com/Burst

Dalam menentukan berat badan, gen memang memiliki peran penting namun gen bukanlah satu-satunya faktor penentuan berat badan. Pola tidur, kebiasaan gaya hidup, tingkat asupan alkohol, pilihan makanan, dan juga aktivitas fisik dapat menentukan berat badan Anda.

Jadi, kalau Anda benar-benar berusaha untuk mempertahankan berat badan yang sehat, jangan hanya fokus pada konsumsi makanan yang lebih sedikit atau lebih banyak melakukan aktivitas fisik. Tetapi ubahlah kebiasaan gaya hidup Anda.

Tentunya mengubah kebiasaan gaya hidup yang lebih sehat akan membantu Anda dalam mendapatkan berat badan yang sehat secara efektif dan akan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel