3 Hal ini Sering Memicu Rasa Kesal Perempuan pada Pasangan. Benarkah?

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Dalam hubungan, banyak pria yang secara tidak sadar melakukan hal yang dianggap biasa padahal itu bisa memicu rasa jengkel atau kesal pada pasangannya. Hal-hal kecil yang menjadi kebiasaan buruk dan diulang-ulang ternyata bisa memicu pertengkaran dalam sebuah hubungan.

Jadi agar semakin memahami perempuan, berikut adalah beberapa hal yang dapat memicu rasa kesal perempuan ada pasangannya. Mau tahu seperti apa? Langsung saja simak ulasan berikut ini.

Mengomentari Penampilannya

Menjadi perempuan saat ini adalah hal yang tak mudah, karena ia akan banyak mengalami tantangan seperti standar kecantikan atau stabdar tubuh yang ideal yang harus dimiliki agar dikatakan perempuan yang sempurna.

Padahal ini hanya penilaian yang bersifat sangat subjektif, cantik tidak hanya bisa dinilai dari penampilan fisik semata. Jadi, usahakanlah untuk tidak mengomentari penampilan, baik itu fisik, pakaian atau riasan, jika dirimu tidak menyukai itu dari pasanganmu cukup abaikan saja dan jangan berkomentar. Itu pilihan yang lebih baik agar tidak membuat pasanganmu merasa kesal.

Menganggapnya Cerewet

Ilustrasi Pasangan Seumuran Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Pasangan Seumuran Credit: pexels.com/pixabay

Umumnya, pria tidak terbiasa diarahkan atau diperintah, terutama oleh perempuan. Hal ini karena pria lebih sering menempati posisi dominan dalam masyarakat dibandingkan perempuan. Jadi, sering kali ketika pasangan perempuan mengingatkan pasangannya untuk melakukan sesuatu, terutama ketika dia meminta lebih dari sekali, itu dianggap sebagai perilaku yang mengganggu atau cerewet.

Padahal sebenarnya ia hanya memberikan semacam arahan kepada pria. Dan jika kamu benar-benar melakukan hal yang diminta, perempuan tidak perlu bertanya lebih dari sekali dan itu akan menyelesaikan masalah dengan lebih baik.

Melakukan Kebiasaan Buruk

ilustrasi pasangan bertengkar/photo created by yanalya - www.freepik.com
ilustrasi pasangan bertengkar/photo created by yanalya - www.freepik.com

Tidak hanya mendapatkan penilaian yang buruk di tengah-tengah masyarakat, seperti diberikan label atau stereotip tertentu, perempuan terkadang harus lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk mengerjakan sebagian pekerjaan domestik. Hal ini karena banyak di masyarakat yang menganut sistem patriarki.

Sehingga beberapa kebiasaan buruk pasangan (khususnya bagi yang sudah menikah), seperti membiarkan pakaian tergantung di kamar mandi, tidak menaruh pakaian kotor di tempat cucian, dan tidak menaruh piring setelah makan di tempat yang seharusnya, seringkali membuat perempuan merasa jengkel dengan pasangannya, karena bisa membuat pekerjaan rumah semakin bertambah.

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal yang bisa memicu rasa jengkel perempuan pada pasangannya, seperti selalu menuntutnya melakukan banyak hal, tidak memerhatikannya saat ia bicara, tidak dihormati dan seterusnya. Demikianlah beberapa hal yang sering memicu kekesalan perempuan pada pasangannya. Semoga bermanfaat.

#ElevateWomen