3 Hal Ini Terungkap Saat Masjid Istiqlal Dipilih Jadi Lokasi Vaksinasi Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tokoh agama dinilai sebagai salah satu kelompok rentan yang dapat terpapar Covid-19. Dan pada hari ini, Selasa (23/2/2021), ratusan pemuka agama telah menjalani vakinasi Covid-19 dosis pertama yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Hal ini diungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengecek berlangsungnya vaksinasi Covid-19 massal.

"Di sini (Masjid Istiqlal) rata-rata satu hari 500-1.000 orang divaksin. Rencananya kegiatan ini dilakukan dalam sepekan. Ada di tempat-tempat lain juga, tapi di tempat ibadah yang paling besar di sini," tutur Budi.

Ada pun para pemuka agama yang hadir untuk menerima vaksin Covid-19, tidak hanya datang dari mereka yang beragama muslim, namun berasal dari semua agama.

Selain Masjid Istiqlal, sebelumnya ada sejumlah lokasi di Ibu Kota yang telah ditentukan pemerintah untuk menggelar vaksinasi massal Covid-19. Antara lain Istora Senayan yang diperuntukkan untuk tenaga medis, dan Pasar Tanah Abang bagi para pedagang.

Rencananya, setelah vaksinasi Covid-19 diberikan secara massal di Masjid Istiqlal, pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo akan membuka vaksinasi di ruang publik lainnya. Seperti di kampung-kampung yang masih berzona merah.

Berikut sejumlah hal yang perlu diketahui saat Masjid Istiqlal dipilih untuk vaksinasi massal Covid-19 hari ini, Selasa (23/2/2021):

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kegiatan Vaksinasi Berjalan 1 Pekan ke Depan

Teknisi sedang melakukan pemeriksaan instalasi panel surya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (3/9/2020). Penggunaan listrik dengan tenaga surya ini sebagai upaya pemerintah mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan, efektif dan efesian. (merdeka.com/Imam Buhori)
Teknisi sedang melakukan pemeriksaan instalasi panel surya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (3/9/2020). Penggunaan listrik dengan tenaga surya ini sebagai upaya pemerintah mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan, efektif dan efesian. (merdeka.com/Imam Buhori)

Kegiatan vaksinasi Covid-19 secara massal di Masjid Istiqlal akan berlangsung selama 1 minggu ke depan.

Sebelumnya, pelaksanaan vaksinasi telah diungkap oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar saat sambutan pada Milad ke-43 Istiqlal siaran virtual, Senin malam, 22 Februari kemarin.

"Insya Allah Masjid Istiqlal dalam waktu dekat ini juga kita akan jadi salah satu tempat yang akan jadi tempat vaksinasi yang dilakukan pemerintah," ungkap KH Nasaruddin Umar.

Ada pun lokasi vaksinasi dilakukan di bagian bawah atau bagian basement Masjid Istiqlal.

Vaksinasi Massal bagi Tokoh Lintas Agama

Suasana malam di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (22/2/2021). Masjid Istiqlal rampung direnovasi dengan ditandai peresmian oleh Presiden Joko Widodo pada 7 Januari 2021 setelah melalui waktu pengerjaan selama 14 bulan dengan memakan biaya sebesar Rp511 miliar. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Suasana malam di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (22/2/2021). Masjid Istiqlal rampung direnovasi dengan ditandai peresmian oleh Presiden Joko Widodo pada 7 Januari 2021 setelah melalui waktu pengerjaan selama 14 bulan dengan memakan biaya sebesar Rp511 miliar. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pada hari ini jumlah mereka yang divaksinasi Covid-19 sekitar 500 hingga 1.000 orang.

Ada pun mereka yang yang melakukan vaksinasi hari ini, datang dari semua tokoh agama yang berasal dari seluruh wilayah di Jakarta.

Terkait hal ini, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengaku bangga dan bahagia karena Masjid Istiqlal dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakat lintas agama.

"Hari ini kami berbangga dan berbahagia di Masjid Istiqlal ini kita mampu memfasilitasi kegiatan vaksin ini bukan hanya umat Islam tapi semua umat beragama datang ke masjid ini. Ini membuktikan Masjid Istiqlal bukan hanya untuk umat Islam tapi juga untuk segenap bangsa Indonesia," ujar Umar seperti dikutip Antara.

Diperuntukkan Masyarakat Luas Juga

Pejalan kaki melintas di depan Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (22/2/2021). Wajah baru Masjid Istiqlal terasa lebih indah ketika menjelang malam dengan ornamen lampu yang menghiasi seluruh kompleks masjid. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Pejalan kaki melintas di depan Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (22/2/2021). Wajah baru Masjid Istiqlal terasa lebih indah ketika menjelang malam dengan ornamen lampu yang menghiasi seluruh kompleks masjid. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Selain para pemuka agama, rencananya, pelaksanaan vaksinasi massal di Masjid Istiqlal akan diperuntukkan juga bagi masyarakat luas yang memilih lokasi Masjid Istiqlal.

Untuk itu, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengimbau seluruh masyarakat tidak ragu menerima vaksin Covid-19, sehingga dapat mempercepat proses pemutusan mata rantai penyebaran wabah virus tersebut.

"Saya mengimbau masyarakat jangan ragu pada vaksin. Buktinya Masjid Istiqlal jadi legitimasi untuk kegiatan vaksinasi. Di sini para ulama hadir untuk kegiatan vaksin," ujar Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Selasa dilansir Antara.

Menurut dia, vaksin Covid-19 termasuk dalam kemaslahatan yang lebih baik dijalani khususnya bagi umat pemeluk agama Islam.

"Karena kemaslahatan, maka tuntutan agamanya juga sangat tinggi sehingga warga bangsa apapun agamanya dekatilah dan datangilah lokasi- lokasi pemberian vaksin," ujar Nasaruddin Umar.

Saksikan video pilihan di bawah ini: