3 Hal Ini Tingkatkan Risiko Terinfeksi Ulang COVID-19

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 3 menit

VIVA – Meskipun pasien yang telah sembuh dari virus corona atau COVID-19 memiliki antibodi pasca terinfeksi, namun kita tidak benar-benar tahu berapa lama antibodi tersebut akan bertahan. Faktanya, gagal mengambil langkah-langkah pencegahan, bisa meningkatkan risiko tertular lagi.

Meskipun hanya ada sedikit bukti klinis mengenai seseorang yang bisa tertular COVID-19 lagi, namun para ilmuwan mengatakan, ada banyak arti dari apa yang dimaksud dengan infeksi ulang, yang membuat kita memahami mengapa hal ini bisa terjadi.

Baca Juga: Mobilitas Penduduk Tinggi, Awas Penyebaran COVID-19 saat Libur Panjang

Kemungkinan alasan untuk ini adalah, setelah seseorang sembuh dari infeksi, viral load dalam tubuh berkurang. Dalam beberapa kasus, pasien yang sembuh dapat terus memiliki tingkat virus yang rendah di dalam tubuh, dan karenanya, membuat mereka cenderung menunjukkan gejala dan terinfeksi kembali.

Kedua, meskipun antibodi benar-benar berkembang, mereka mungkin tidak memberikan kekebalan seumur hidup. Hasil penelitian menunjukkan, antibodi dapat mulai berkurang pada pasien yang pulih antara 3-9 minggu setelah sembuh.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga diri tetap terlindungi dan melakukan pencegahan yang sama seperti sebelum terkena COVID-19. Berikut tiga faktor yang dapat membuat Kamu berisiko tertular COVID-19 lagi, dilansir dari Times of India, Kamis, 22 Oktober 2020.

1. Tidak menggunakan masker

Bukan berarti pernah tertular COVID-19, membuatmu bebas berkeliaran tanpa masker. Masker dapat melindungi kita dari kuman dan virus yang mungkin ditularkan melalui droplets. Selain itu, menjaga kebersihan masker juga sangat penting.

Hal yang sama juga berlaku untuk menjaga jarak. Jalankan protokol kesehatan, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta menjaga kebersihan, seperti yang Kamu lakukan sebelumnya. Setelah dinyatakan negatif COVID-19, batasi dulu dari lingkungan sekitar.

Jaga diri kamu agar tidak terpapar orang di luar rumah setidaknya 10 hari. Bahkan setelah masa isolasi berakhir, tunggu sampai periode penting ini berakhir, sebelum Lamu mulai berbaur kembali dengan masyarakat.

2. Tidak mengikuti pengobatan dengan benar

Mengandalkan antibodi setelah terpapar COVID-19 saja tidak akan melindungimu dari infeksi ulang virus corona. Sangat penting untuk mengambil langkah-langkah untuk membangun kekebalan yang kuat dan mengikuti diet yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan dan stamina.

Jika disarankan untuk menjalankan pengobatan, pastikan Kamu mengikutinya. Hal ini tidak hanya akan membantu mengatasi beberapa gejala COVID-19, tetapi konsumsi vitamin dan suplemen juga dapat membantu fungsi vital tubuh. Perawatan dapat berlanjut hingga 2 bulan. Jadi pastikan Kamu mengikutinya hingga selesai.

3. Mengambil masa pemulihan secara perlahan

Ingat, COVID-19 adalah penyakit yang keras yang membutuhkan banyak waktu sebelum Kamu melanjutkan hidup dengan cara yang normal. Meskipun ada kemungkinan pasien yang sembuh bisa kembali normal, tetapi proses pemulihan tidak bisa dianggap enteng.

Meskipun Kamu tidak merasakan gejala apa pun pasca COVID-19, lanjutkan hidup dengan hati-hati. Melatih tubuh secara berlebihan pada tahap ini juga akan melemahkan imunitas dan membuat Kamu rentan mengalami masalah tambahan.

Berikan tubuhmu waktu yang cukup untuk pulih dan benar-benar sembuh. Jika tidak, risiko infeksi ulang akan memperkuat dan membuat tubuhmu lemah, bahkan mengalami ketegangan yang parah.

Perlu diingat, saat ini jumlah kasus COVID-19 masih tinggi. Untuk itu tetap patuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai masker, Menjaga jarak dan menjauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#pakaimasker
#satgascovid19
#jagajarak
#ingatpesanibu
#cucitanganpakaisabun