3 Hal Tentang Kecelakaan yang Menewaskan Wakil Ketua Dewan Kota Jakarta Utara

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Kota Jakarta Utara (Jakut) M Rivani dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Cilincing, Selasa 12 Oktober 2021 dini hari kemarin.

Meski demikian polisi belum bisa menyimpulkan M Rivani menjadi korban tabrak lari.

"Kita belum bisa mengatakan tabrak lari. Kita masih dalami dengan penyelidikan," ujar dia saat dihubungi, Rabu (13/10/2021).

Berdasarkan keterangan Kanit Laka Wilayah Jakarta Utara, AKP Edy Wibowo, insiden tabrak lari terjadi saat korban bersama istrinya sedang berkendara sepeda motor. Saat itu dia tengah melaju di Jalan Raya Cilincing dari arah barat ke timur tepat di dekat Asrama Airud.

Edy menyebut, korban saat itu hendak menyalip kendaraan yang sedang parkir di bahu kiri jalan. Di saat bersamaan, sebuah mobil melaju dari arah berlawanan. Kecelakaan pun tak terhindarkan.

"Pengendara kurang hati-hati sehingga terserempet kendaraan lain," kata Edy dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 Oktober 2021.

Berikut tiga fakta kecelakaan di Cilincing yang menewaskan Wakil Ketua Dewan Kota Jakarta dihimpun Liputan6.com:

1. Belum Bisa Disimpulkan Korban Tabrak Lari

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Namun, pihaknya belum dapat memastikan bahwa M Rivani menjadi korban tabrak lari.

Argo menerangkan, hasil analisis sementara diduga pengemudi mengalami out of Control pada saat berusaha menghindari mobil yang sedang parkir di pinggir jalan.

"Ini dugaan ya, mungkin sopir tidak tahu dia nyenggol atau apa, atau bisa jadi dia memang karena ketidakhati-hatian si pengendara ini juga mungkin keserimpet," ucap dia.

2. Polisi Buru Pengendara Mobil

Kasus kecelakaan maut tersebut tengah ditangani Unit Laka Lantas Wilayah Jakut. Kanit Laka Wilayah Jakarta Utara, AKP Edy Wibowo menerangkan, kini pihaknya sedang memburu pengendara mobil.

"Pelaku masih dalam lidik, setelah kejadian kendaraan roda empat tidak diketahui meninggalkan lokasi," tandas dia.

3. Telaah CCTV Guna Ungkap Kronologi Kecelakaan

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono menerangkan, tabrak lari lazimnya terjadi adu benteng dan kondisi lukanya lebih parah. Karena itu, ia bersama anggota sedang mendalami penyebabnya.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menelaah rekaman CCTV.

"Kalau ini dia terserempet. Kita lagi kumpulkan saksi dan cari bukti pendukung. Jadi kita belum bisa simpulkan ini tabrak lari atau bukan," tandas dia.

Cindy Violeta Layan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel