3 Hal Terkait Kabar Pelaksanaan Haji 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Viral di sosial media kabar pelaksanaan haji pada 2021 ini akan berlangsung seperti biasa, layaknya dalam kondisi normal.

Dalam info yang beredar, disebutkan bahwa Raja Salman memastikan Haji 2021 akan berlangsung sesuai jadwal tanpa batasan jemaah.

Namun kabar itu dibantah Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi.

"Itu hoaks, tidak benar. Sampai saat ini belum ada informasi resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji 2021," tegas Khoirizi dalam keterangan pers, Rabu, 17 Maret 2021.

Yang terbaru, dia menegaskan, sampai saat ini, kepastian pemberangkatan jemaah haji 2021 Indonesia masih menunggu keputusan pemerintah Arab Saudi.

"Paling tidak sudah punya mindset untuk mengaturnya jika ada pembatasan kuota, kita tetap menunggu keputusan regulasi dari pemerintah Arab Saudi," kata Khoirizi dikutip dalam keterangan pers, Minggu (21/3/2021).

Berikut 3 hal terkait kabar terbaru pelaksanaan haji 2021 dihimpun Liputan6.com:

1. Hoaks Kabar Haji 2021 Berlangsung Tanpa Batasan

Umat muslim mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (5/8/2019). Saat haji atau umrah, umat muslim akan berputar tujuh kali mengelilingi Kakbah berlawanan arah jarum jam. (AP Photo/Amr Nabil)
Umat muslim mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (5/8/2019). Saat haji atau umrah, umat muslim akan berputar tujuh kali mengelilingi Kakbah berlawanan arah jarum jam. (AP Photo/Amr Nabil)

Viral di media sosial terkait informasi haji pada 2021 ini akan berlangsung seperti biasa, layaknya dalam kondisi normal.

Dalam info yang beredar, disebutkan bahwa Raja Salman memastikan Haji 2021 akan berlangsung sesuai jadwal tanpa batasan jemaah. Info ini juga mencantumkan tautan sumber berita, dalam laman https://theislamicinformation.com/hajj-2021-updates/.

Terkait hal tersebut, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi menegaskan, informasi tersebut adalah hoaks alias tidak benar.

"Itu hoaks, tidak benar. Sampai saat ini belum ada informasi resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji 2021," tegas Khoirizi dalam keterangan pers, Rabu, 17 Maret 2021.

Dia juga menjelaskan pihaknya sudah memberi tahu informasi yang beredar tersebut kepada Duta Besar (Dubes) Saudi.

Menurut Khoirizi, Dubes Saudi berjanji akan segera memberikan informasi terkait penyelenggaraan haji 2021 jika sudah ada keputusan dari Pemerintah Saudi.

"Kami sudah konfirmasi mengenai berita yang viral bahwa Raja Salman membuka haji 2021 seluas-luasnya, dan dijawab oleh Dubes bahwa kabar itu tidak jelas sumbernya," kata dia.

"Jadi sekali lagi kami tegaskan bahwa itu hoaks," sambung Khoirizi.

2. Pastikan Indonesia Jadi Negara Pertama

Ribuan jemaah Muslim mengelilingi Kakbah selama bulan haji di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi pada 13 Agustus 2019. Pemerintah Arab Saudi pada hari Kamis, 27 Februari 2020 resmi menghentikan sementara izin umrah bagi seluruh negara, termasuk juga untuk Indonesia. (AP Photo/Amr Nabil)
Ribuan jemaah Muslim mengelilingi Kakbah selama bulan haji di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi pada 13 Agustus 2019. Pemerintah Arab Saudi pada hari Kamis, 27 Februari 2020 resmi menghentikan sementara izin umrah bagi seluruh negara, termasuk juga untuk Indonesia. (AP Photo/Amr Nabil)

Sementara itu, Khoirizi mengatakan, pihak kedutaan juga menyampaikan, Indonesia akan jadi negara pertama terkait kepastian keberangkatan haji.

Hal tersebut mengingat banyaknya umat Islam di Tanah Air.

"Kepada kami, Dubes menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama yang menerima informasi kepastian haji, mengingat jumlah jemaahnya terbesar di dunia," kata Khoirizi.

3. Masih Tunggu Kepastian dari Arab Saudi

Sejumlah jemaah saling jaga jarak saat melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah di dalam Masjidil Haram saat melakukan rangkaian ibadah haji di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020).  Karena pandemi virus corona COVID-19, pemerintah Arab Saudi hanya membolehkan sekitar 10.000 orang. (AP Photo)
Sejumlah jemaah saling jaga jarak saat melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah di dalam Masjidil Haram saat melakukan rangkaian ibadah haji di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020). Karena pandemi virus corona COVID-19, pemerintah Arab Saudi hanya membolehkan sekitar 10.000 orang. (AP Photo)

Menurut Khoirizi, kepastian pemberangkatan jemaah haji tahun ini masih menunggu keputusan pemerintah Arab Saudi. Pihaknya hingga kini tetap melakukan mitigasi terkait pemetaan kuota.

Sambil menunggu keputusan dari Arab Saudi, Khoirizi pun meminta Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi untuk mulai memetakan kuota haji. Hal ini menurutnya sebagai bagian dari mitigasi jika ada keputusan tentang pembatasan kuota haji.

"Paling tidak sudah punya mindset untuk mengaturnya jika ada pembatasan kuota, kita tetap menunggu keputusan regulasi dari pemerintah Arab Saudi," kata Khoirizi dikutip dalam keterangan pers, Minggu (21/3/2021).

Dia juga meminta Bidang PHU Kanwil untuk memetakan calon jemaah haji yang sudah divaksin. Mereka adalah jemaah yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2020.

"Vaksinasi tahap pertama untuk jemaah haji sudah dimulai. Segera lakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Dinas Kesehatan atau Puskesmas," katanya.

"Yang penting jemaah dan petugas sudah divaksin, kalaupun tidak berangkat kita sudah mensukseskan tugas negara dalam pelaksanaan vaksinasi masyarakat Indonesia," tegas Khoirizi.

Jemaah Haji Indonesia Batal Berangkat Tahun 2020

Infografis Jemaah Haji Indonesia Batal Berangkat Tahun 2020. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Jemaah Haji Indonesia Batal Berangkat Tahun 2020. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: