3 Hal Terkait Kabar Prabowo Subianto Maju Pilpres 2024

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nama Prabowo Subianto kembali mencuat jelang Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Saat ini, Prabowo yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra tengah duduk menjadi Menteri Pertahanan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani lah yang pertama kali mengumandangkan kemungkinan besar Prabowo Subianto akan maju dalam Laga Pilpres 2024.

"Saya katakan, 2024 Pak Prabowo Insyaallah akan maju dalam laga pilpres. Majunya beliau karena begitu masifnya permintaan kita semua. Majunya beliau karena begitu besar harapan rakyat, pembangunan harus berlanjut, cita-cita kita berpartai belum terwujud," kata Muzani dalam keterangannya, Minggu 10 Oktober 2021.

Hal itu pun menuai beragam tanggapan. Salah satunya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang merasa senang.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, kepastian bakal majunya kembali Prabowo Subianto sebagai capres membuat arah politik semakin terpetakan.

"PKB senang kalau Pak Prabowo nyapres lagi. Setidaknya kami dapat mengukur keadaan dari pengalaman yang lalu," ujar Jazilul kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Berikut sederet hal terkait munculnya nama Prabowo Subianto disebut akan maju di ajang Pilpres 2024 dihimpun Liputan6.com:

1. LIPI

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berjalan memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).  Prabowo Subianto tiba di Istana di tengah suasana pengumuman calon menteri kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berjalan memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Prabowo Subianto tiba di Istana di tengah suasana pengumuman calon menteri kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengumandangkan bahwa ketua umumnya yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan mengikuti helatan Pilpres 2024.

Meski demikian, kenangan akan selalu gagal di ajang Pilpres membanyangi Prabowo Subianto, dan bahkan ada anggapan bahwa Gerindra harus meniru Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memberikan kesempatan kepada kadernya Joko Widodo atau Jokowi untuk maju.

Terkait hal ini, Pengamat Politik dari LIPI mengatakan, Aisah Putri Budiatri memandang tak bisa disamakan apa yang terjadi dengan Megawati dan Prabowo saat ini.

Menurutnya, Megawati saat itu pintar melihat peluang bahwa Jokowi untuk bisa menang di ajang lima tahunan politik tersebut, bersama partainya dan terbukti.

"Pada saat itu, popularitas Jokowi sangat tinggi, dan menjadi lawan politik yang sangat sengit dalam pemilu, mencalonkan Jokowi menjadi peluang saat itu bagi PDIP untuk bisa memenangkan pemilu dan memiliki kader yang terpilih sebagai presiden, Megawati menurut saya melihat peluang itu," ujar Aisah kepada Liputan6.com, Minggu 10 Oktober 2021.

Untuk kasus Prabowo, dari sejumlah hasil survei angkanya masih tinggi, sehingga menurutnya Gerindra masih layak mencalonkannya maju di Pilpres 2024.

"Dilihat dari hasil pemilu sebelumnya dan survei, Prabowo masih berpeluang menang dalam kompetisi pemilu ke depan, karena itu, Gerindra bisa jadi melihat ini sebagai peluang dan harapan bagi Prabowo," kata Aisah.

Meski demikian, apa yang dilakukan Muzani salah satunya untuk mengecek ombak akan peluang Prabowo di Pilpres 2024 dan melihat suara masyarakat.

"Pernyataan Gerindra bisa berarti dua hal. Untuk mengecek ombak sejauh mana publik dan parpol lain merespon hal itu," ungkap Aisah.

"Mematangkan internal partainya untuk solid mempersiapkan Prabowo sebagai capres mereka, dan artinya juga memberi sedikit ruang bagi kader lain dari internal Gerindra yang ingin mencalon setidaknya sebagai capres," sambungnya.

Meski demikian, Aisah menyebut Pilpres 2024 masih cukup jauh sehingga dinamika politik dan perubahan keputusan masih sangat mungkin terjadi.

"Namun tentu pemilu masih panjang perjalanannya, dan politik masih sangat mungkin mengalami dinamika yang belum kita tahu arahnya akan ke mana. Bisa jadi Prabowo konsisten menjadi calon hingga 2024 nanti, tetapi bisa juga tidak," jelas dia.

2. PKB

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat perdana Komisi I bersama Menhan Prabowo ini membahas rencana kerja dan anggaran Kementerian Pertahanan Tahun 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat perdana Komisi I bersama Menhan Prabowo ini membahas rencana kerja dan anggaran Kementerian Pertahanan Tahun 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) senang mendengar Gerindra bakal kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres di Pemilu 2024.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, kepastian bakal majunya kembali Prabowo sebagai capres membuat arah politik semakin terpetakan.

"PKB senang kalau Pak Prabowo nyapres lagi. Setidaknya kami dapat mengukur keadaan dari pengalaman yang lalu," ujar Jazilul kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Jazilul menyatakan, bukan hal yang mustahil untuk menjalin koalisi dengan Partai Gerindra.

"Terbuka koalisi PKB dengan Gerindra, namun pelan-pelan harus disusun agenda dan figur yang diharapkan rakyat," ujar Gus Jazil.

Jazilul menambahkan, para kader dan pengurus DPC maupun DPW PKB pada Pilpres 2024 mendatang PKB bisa mengusung Ketum Muhaimin Iskandar sebagai capres.

Tetapi, secara kebijakan partai belum ada keputusan final. Sebab, PKB tidak mungkin mengusung capres sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol lain.

Oleh karena itu, PKB membuka semua kemungkinan untuk berkomunikasi dengan parpol lain. Termasuk nantinya untuk membicarakan pasangan capres maupun cawapres.

"Pasangan Muhaimin–Prabowo mungkin atau Prabowo–Muhaimin dapat saja terjadi. Yang penting dapat merebut hati rakyat dan menang menerima amanat," ucap Wakil Ketua MPR RI ini.

Jazilul menegaskan, PKB sebagai partai yang moderat bisa membuka komunikasi dengan parpol manapun. Selama ini PKB juga terus menjalin komunikasi dengan parpol-parpol lain.

"Dan PKB cukup bisa diterima dengan baik, bahkan selama ini selalu menjadi penentu kemenangan," pungkas Jazilul.

3. Gerindra

Masker Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang menarik perhatian. (Youtube Sekretariat Presiden)
Masker Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang menarik perhatian. (Youtube Sekretariat Presiden)

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, kemungkinan besar Ketua Umumnya Prabowo Subianto akan maju dalam Laga Pilpres 2024.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Daerah atau Rakorda DPD Gerindra Sulawesi Selatan pada Sabtu 9 Oktober 2021.

"Saya katakan, 2024 Pak Prabowo Insyaallah akan maju dalam laga pilpres. Majunya beliau karena begitu masifnya permintaan kita semua. Majunya beliau karena begitu besar harapan rakyat, pembangunan harus berlanjut, cita-cita kita berpartai belum terwujud," kata Muzani dalam keterangannya.

"Maka apa yang baru saudara ucapkan (meminta Prabowo maju di pilpres) akan kami teruskan. Dan dengan tidak mendahului jawaban beliau, saya katakan sekali lagi Insya Allah Pak Prabowo akan maju di Pilpres 2024," sambung dia.

Dia mengungkapkan, di Pilpres 2019, Prabowo sebagai calon presiden berhasil menang di Sulawesi Selatan dengan persentase 57 persen.

Untuk itu, Muzani meminta kepada seluruh pengurus DPD, DPC, PAC hingga ranting di Sulawesi Selatan untuk merapatkan barisan sehingga target menang di Pilpres dengan raihan 65 persen bisa tercapai.

"Tekad kita untuk memenangkan Pak Prabowo di 2024 harus lebih besar, saya minta dengam hormat jangan sampai ada anggota DPRD Sulsel menyebabkan kekalahan kita. Saudara harus menjadi faktor penentu kemenangan bagi Pak Prabowo. Paling tidak dengan target minimal kemenangan 65 persen. Dengan target itu, maka jadikan lah Sulsel sebagai kandang Gerindra," kata dia.

Muzani kemudian meminta seluruh kader Gerindra untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan partai.

Justru, dia meminta kepada segenar kader Gerindra untuk menjadi faktor pemenang bagi Prabowo Subianto di Pilpres mendatang.

"Dalam survei Pak Prabowo paling unggul, elektabilitas paling tinggi, maka permintaan saudara untuk Pak Prabowo maju di 2024 tidaklah salah. Ini momentum dan kesempatan kita untuk mendudukan kader terbaik untuk di kursi top eksekutif. Tapi kita jangan jadi bagian menjadi penyebab masyarakat tidak memilih beliau, semua kesalahan kita harus perbaiki," jelas Muzani.

(Lesty Subamin)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel