3 Hal untuk Mengenal Vivid Dreams, Jenis Mimpi yang Bisa Terasa Sangat Nyata

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penelitian menunjukkan bahwa manusia bermimpi setidaknya empat hingga lima kali dalam semalam. Anda mungkin cenderung mengingat mimpi yang Anda alamai, dan bahkan beberapa bisa lebih jelas daripada mimpi lainnya.

Para ahli percaya bahwa fenomena ini terkait dengan tahap tidur Rapid Eye Movement (REM) yang terjadi jelang pagi hari saat hendak bangun.

Selama tidur REM, otak Anda memproses emosi dan pengalaman sehari-hari Anda dan kemudian mengaturnya ke dalam ingatan jangka panjang. Dengan mempertimbangkan semua aktivitas mental yang terjadi selama REM, tidak heran mimpi sering terasa bergejolak sebelum Anda bangun.

Namun, beberapa orang mengalami konten mimpi yang terasa sangat realistis dan mereka mengingatnya bahkan saat bangun. Mimpi seperti itu dikenal sebagai Vivid Dreams.

Mengutip dari laman verywellhealth.com, Sabtu (23/10/2021), Vivid Dream adalah mimpi yang intens melekat di otak dan terasa mirip dengan ingatan kehidupan nyata. Mereka muncul dari siklus REM normal yang dilalui otak dalam tidur malam yang baik. Kehadirannya begitu kuat sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan mental bagi beberapa orang.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Ilustrasi mimpi, menulis. (Photo by Tania Mousinho on Unsplash)
Ilustrasi mimpi, menulis. (Photo by Tania Mousinho on Unsplash)

Sebagian besar mimpi terjadi selama siklus tidur REM, yang berulang kira-kira setiap 90 menit dan berlangsung selama kira-kira 20 hingga 25 menit setiap kali. Tergantung pada jadwal tidur Anda.

Secara khusus, thalamus, bagian otak yang berfungsi untuk menyampaikan informasi sensorik menyala dan mengirimkan gambar, pikiran, dan narasi yang dikumpulkan sepanjang waktu Anda bangun ke korteks serebral untuk diproses. Informasi inilah yang kemudian menjadi konten dalam mimpi, mungkin dengan sedikit modifikasi.

Kadang, informasi yang diproses sangat jelas sehingga Anda mungkin terbangun dengan pertanyaan apakah kejadian dalam mimpi tersebut benar-benar terjadi atau tidak. Di lain kesempatan, Anda mungkin membuka mata saking bingungnya dengan ketidakteraturan mimpi yang baru saja dialami.

Meskipun tidak terbukti secara ilmiah bahwa simbol tertentu dalam mimpi memberikan petunjuk soal kesehatan mental Anda, para ilmuwan mengakui bahwa emosi dapat mengekspresikan diri dalam nada emosional mimpi.

Jika Anda mengalami banyak kecemasan, kemungkinan besar Anda akan mengalami mimpi yang menyedihkan. Demikian juga, jika Anda cenderung merasakan ketenangan pikiran, kemungkinan besar Anda akan mengalami mimpi yang positif.

Penyebab Vivid Dreams Muncul

Ilustrasi Mendapat Mimpi Buruk Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Mendapat Mimpi Buruk Credit: pexels.com/pixabay

Pakar tidur telah mengidentifikasi pemicu stres tertentu yang dapat menghasilkan mimpi yang jelas pada beberapa orang. Berikut daftarnya seperti dilansir Master Class:

1. Gangguan tidur. Ketika Anda mengalami kesulitan dalam membedakan Vivid Dreams dengan kenyataan, mungkin itu adalah hasil dari tidur yang terfragmentasi. Bangun di tengah periode tidur REM dapat membuat Anda mengingat mimpi dengan lebih jelas.

2. Kondisi medis. Vivid Dreams dapat dikaitkan dengan kondisi seperti narkolepsi, insomnia, dan skizofrenia.

3. Obat-obatan dan alkohol. Konsumsi obat tertentu berpotensi membuat Anda mengalami Vivid Dreams, seperti beta blocker, antidepresan, obat tekanan darah, dan sejumlah obat tidur.

4. Stres, kecemasan, dan trauma. Jika Anda mengalami stres, kecemasan, depresi, trauma emosional, atau gangguan stres pascatrauma (PTSD), Anda mungkin lebih rentan terhadap mimpi buruk yang terasa nyata.

Cara untuk Menghindari Vivid Dreams yang Tidak Menyenangkan

Bangun tidur di pagi hari. (Pixabay)
Bangun tidur di pagi hari. (Pixabay)

Sementara beberapa Vivid Dreams mungkin menyenangkan, dalam beberapa kesempatan jenis mimpi ini dapat menjelma menjadi teror malam. Untuk mengurangi intensitas mimpi buruk yang mengganggu istirahat Anda, lakukan cara ini:

1. Tingkatkan kebersihan tidur. Mempraktikkan kebersihan tidur yang baik berarti Anda tetap selaras dengan ritme batin Anda dan mengadopsi kebiasaan tidur nyenyak. Menjaga jadwal tidur dan rutinitas waktu tidur serta memastikan bahwa kamar Anda gelap dan sunyi dapat mengurangi fragmentasi tidur. Menuju kepada pengurangan ingatan terhadap Vivid Dreams.

2. Belajar menangani stres dan kecemasan. Stres dan kecemasan yang terus datang dapat menyebabkan Anda mengalami Vivid Dreams. Untuk mengurangi stres, coba untuk menciptakan keseimbangan kehidupan kerja yang sehat, berkomitmen untuk olahraga secara konsisten, atau kegiatan lainnya yang dapat membuat Anda merasa tenang. Mencari terapi atau komunitas yang mendukung bila perlu.

3. Konsultasikan dengan dokter. Jika Anda menemukan bahwa frekuensi Anda mengalami Vivid Dreams meningkat, catat pola tidur Anda dan hubungi penyedia layanan kesehatan Anda untuk berdiskusi tentang pengobatan. Meskipun dokter jarang meresepkan obat untuk hal semacam ini, mereka mungkin dapat merekomendasikan pengobatan untuk mengurangi mimpi tersebut. Hal ini tertuama merujuk pada Vivid Dreams yang merupakan gejala sekunder dari gangguan tidur yang lebih serius seperti narkolepsi atau insomnia.

4. Carilah penyedia layanan kesehatan mental. Terapis trauma mungkin dapat membantu Anda mengatasi mimpi buruk terkait trauma melalui terapi latihan perumpanaan dan perawatan lain yang dirancang untuk meminimalkan efek kuat dari Vivid Dreams.

Penulis: Anastasia Merlinda

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel