3 Hal yang Disampaikan Jokowi saat Pidato KTT ke-37 ASEAN-PBB

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menghadiri sejumlah konferensi secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada hari terakhir rangkaian KTT ke-37 ASEAN yang berlangsung pada Minggu (15/11/2020).

Jokowi akan mengawali rangkaian acara tersebut dengan menghadiri KTT ke-11 ASEAN-PBB. Selanjutnya, Jokowi mengikuti KTT ke-4 Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Dalam pidatonya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak PBB untuk menjaga kemajemukan dan toleransi di dunia.

Jokowi prihatin, di tengah pandemi Covid-19, masih ada intoleransi beragama dan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

"Kalau ini dibiarkan, maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme. Ini tidak boleh terjadi," kata Jokowi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB yang digelar secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/11/2020).

Selain itu, Jokowi juga berharap PBB berperan memenuhi akses terhadap obat-obatan dan vaksin Covid-19 bagi semua pihak.

Berikut hal-hal yang disampaikan Jokowi dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB yang digelar secara virtual dihimpun Liputan6.com:

Ajak Dunia Cegah Radikalisme dan Ekstremisme

Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Jokowi atau Jokowi mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjaga kemajemukan dan toleransi di dunia.

Jokowi prihatin, di tengah pandemi Covid-19, masih ada intoleransi beragama dan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

"Kalau ini dibiarkan, maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme. Ini tidak boleh terjadi," kata Jokowi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB yang digelar secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/11/2020).

Dia mengatakan, sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia berpandangan kebebasan berekspresi tidak bersifat absolut. Nilai, lambang, dan sensitivitas agama harus selalu dihormati.

"Di saat yang sama, Indonesia mengutuk segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun. Terorisme tidak ada kaitannya dengan agama. Terorisme adalah terorisme," tutur Jokowi.

Kerja Sama Perkuat Toleransi

Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menurut Jokowi, dunia membutuhkan persatuan, persaudaraan dan kerja sama untuk mengatasi Covid-19 dan tantangan global lainnya.

Jokowi mengajak Sekretaris Jenderal PBB untuk menggerakkan dunia agar terus bekerja sama memperkuat toleransi, mencegah ujaran kebencian, dan menolak kekerasan atas alasan apapun.

"Keberagaman, toleransi, dan solidaritas merupakan fondasi yang kokoh bagi dunia yang damai, aman, dan stabil," tutur dia.

Minta PBB Berperan Memenuhi Akses untuk Obat dan Vaksin Covid-19

Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi berharap, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berperan memenuhi akses terhadap obat-obatan dan vaksin Covid-19 bagi semua pihak.

Dia pun mencontohkan, PBB dan ASEAN dapat berkolaborasi memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan pandemi baru di masa mendatang.

"Di kawasan Asia Tenggara, belajar dari pandemi ini, kita berusaha bangun sistem dan mekanisme kawasan seperti ASEAN Response Fund for Covid-19, ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies, ASEAN Comprehensive Recovery Framework, ASEAN Framework on Public Health Emergencies, dan ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework," kata Jokowi.

Dia pun berharap, PBB mengembalikan kepercayaan terhadap multilateralisme. "PBB harus mengembalikan kepercayaan terhadap multilateralisme. Kepercayaan akan tumbuh jika multilateralisme dapat memenuhi harapan masyarakat dunia khususnya dalam melawan pandemi," ungkap Jokowi.

Menurut dia, dengan pandemi Covid-19 ini, dirinya berkeyakinan, ada pemahaman untuk memperbaiki sistem kesehatan nasional dan regional.

"Kami yakin, perbaikan pada sistem kesehatan nasional dan regional dapat menjadi fondasi yang kuat bagi perbaikan tatanan kesehatan global," jelas Jokowi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: