3 Hal Yang Jadi Ciri Khas Kepelatihan Eduardo Almeida di Arema: Awal Positif Menuju Liga 1

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Malang - Eduardo Almeida baru melatih Arema FC selama dua pekan. Namun pelatih asal Portugal ini sudah memperlihatkan perbedaan di tim.

Mulai dari waktu latihan, kedisiplinan dan lainnya. Meski tergolong baru menangani Arema, tidak ada kesan tegang dalam sesi latihan. Ahmad Alfarizi dkk tetap bisa enjoy melahap program seperti biasanya.

Eduardo Almeida sendiri terlihat cukup akrab degan staf kepelatihan di Arema. Sebelum latihan dimulai, dia menyempatkan diskusi ringan dengan Kuncoro, Singgih Pitono, Siswantoro dan Felipe Americo.

Canda tawa sering mewarnai diskusi tersebut. Itu jadi tanda jika pelatih 43 tahun ini cepat akrab. Bola.com merangkum ada 3 ciri khas yang terlihat dari sesi latihan Arema di era Eduardo Almeida.

Hal ini diharapkan bisa membawa Area berjaya di Liga 1 musim ini. Yuk scroll ke bawah untuk mengetahuinya.

1. Waktu Latihan Lebih Teratur

Pelatih Arema, Eduardo Almeida saat memimpin latihan di lapangan Ketawang, Kabupaten Malang (Iwan Setiawan/Bola.com).
Pelatih Arema, Eduardo Almeida saat memimpin latihan di lapangan Ketawang, Kabupaten Malang (Iwan Setiawan/Bola.com).

Dalam dua pekan ini, Arema latihan sekali dalam satu hari. Namun waktunya yang berbeda dari pekan pertama dan kedua. Pekan pertama, Arema selalu menggelar latihan sore hari. Sedangkan pekan ini, seluruh jam latihan dipindahkan pagi hari.

Sehingga pemain juga dapat latihan fisik karena cuaca lebih terik. Tapi di sisi itu, ternyata ada faktor lain yang jadi pertimbangan Eduardo Almeida tak sering berpindah jam latihan.

"Pelatih bilang kalau sekarang latihan sore, lalu besok pagi itu membuat recovery pemain lebih pendek. Sebaliknya, kalau sekarang pagi, besok sore, istirahatnya terlalu lama. Jadi perubahan jam latihan baru dilakukan saat pergantian minggu atau setelah libur," jelas asisten pelatih Arema, Siswantoro.

Berbeda dari pelatih-pelatih sebelumnya. Arema sempat gonta-ganti jam latihan. Selain itu, saat pramusim tak jarang Alfarizi dan kawan-kawan harus menjalani latihan dua kali sehari.

Namun kali ini Arema tidak membuat intensitas latihan setinggi itu. Karena Almeida datang ketika tim sudah menjalani turnamen pramusim. Artinya, secara kondisi pemain Arema sudah terbentuk.

2. Tak Cerewet Soal Lapangan

Pelatih Arema, Eduardo Almeida saat memimpin latihan di lapangan Ketawang, Kabupaten Malang (Iwan Setiawan/Bola.com).
Pelatih Arema, Eduardo Almeida saat memimpin latihan di lapangan Ketawang, Kabupaten Malang (Iwan Setiawan/Bola.com).

Awal Almeida datang, Arema berlatih di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Sebelum itu, mereka sempat latihan di Lapangan Universitas Muhammadiyah Malang. Dan sekarang, kembali ke Lapangan Ketawang, Gondanglegi, Kabupaten Malang. Artinya, Arema masih sering berpindah tempat latihan.

Almeida sendiri tidak cerewet soal lapangan. Meski latihan di tempat yang jauh, dia tak banyak protes kepada manajemen. Karena mantan pelatih Semen Padang ini sejak awal berjanji fokus bekerja maksimal ketimbang mengeluhkan fasilitas yang ada.

Untungnya, kondisi tiga lapangan itu terawat. Sehingga latihan bisa berjalan sesuai program. Hanya kendala jarak jika Arema latihan di Kanjuruhan dan Ketawang. Karena dua tempat itu berjarak kurang lebih 1 jam perjalanan dari mess pemain Arema.

3. Konsisten Jaga Aturan Manajemen

Pelatih Arema, Eduardo Almeida saat memimpin latihan di lapangan Ketawang, Kabupaten Malang (Iwan Setiawan/Bola.com).
Pelatih Arema, Eduardo Almeida saat memimpin latihan di lapangan Ketawang, Kabupaten Malang (Iwan Setiawan/Bola.com).

Eduardo termasuk pelatih yang konsisten. Dia mengikuti betul aturan yang diterapkan manajemen. Salah satunya meniadakan wawancara langsung setelah latihan. Manjamen meniadakan sesi itu demi menjalankan protokol kesehatan.

Pelatih-pelatih sebelumnya, mereka hanya pada latihan perdana mematuhi aturan itu. Hari-hari berikutnya, mereka bersedia meladeni wawancara tatap muka dengan awak media di lapangan.

Tapi Eduardo pengecualian. Dua pekan berjalan, dia masih menolak permintaan media yang ingin melakukan interview di lapangan. Tapi mantan pelatih Benfica U-17, Portugal ini masih meladeni wawancara lewat Whatsapp maupun pesan di akun Instagram.

Dia tetap ramah menjawab pertanyaan awak media. "Saya tetap respek dengan media. Karena dari mereka saya dapat banyak informasi juga,” kata Almeida.

Saksikan Video Pilihan Kami: