3 Hal yang Menjadikan Cristiano Ronaldo Pemain Hebat

Liputan6.com, Turin - Cristiano Ronaldo adalah salah satu pesepak bola terbaik di dunia saat ini. Ia telah memenangkan penghargaan Ballon d'Or sebanyak lima kali.

Cristiano Ronaldo selalu menuai sukses bersama klub yang dibelanya. Bersama Manchester United, ia memnangkan sembilan gelar juara, tiga di antaranya Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions.

Pindah ke Real Madrid pada 2009, karier pemain berjuluk CR7 itu semakin gemilang. Pemain Timnas Portugal ini memenangkan empat trofi Liga Champions, tiga di antaranya diraih secara beruntun.

Ia juga membantu Real Madrid juara Liga Spanyol dua kali. Bersama Los Blancos, Cristiano Ronaldo juga meraih trofi Piala Dunia Antarklub sebanyak tiga kali dan dua trofi Piala Super Eropa.

Pada 2018 lalu, Cristiano Ronaldo memutuskan pindah ke Juventus. Bermain di Italia, sinarnya tidak meredup. Ia memenangkan Scudetto Serie A pertamanya dengan Juventus musim lalu.

Tapi, apa yang dicapai Cristiano Ronaldo saat ini tidak didapat dengan mudah. Setidaknya ada 3 hal yang menjadikan Cristiano Ronaldo pemain hebat meski usianya kini sudah 35 tahun seperti dikutip dari Ronaldo.com.

 

 

Nutrisi dan Kondisi Fisik

Striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo, melakukan selebrasi bersama Jesus Vallejo usai mencetak gol ke gawang Juventus pada laga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (11/4/2018). (AFP/Oscar Del Pozo)

Usai memenangkan trofi Liga Champions 2017/18 bersama Real Madrid dan sebelum Piala Dunia 2018 di Rusia, terungkap jika Cristiano Ronaldo memiliki kondisi fisik pemain berusia 23 tahun. Padahal, saat itu usianya sudah 33 tahun.

Dan sekarang, di usia 35, Ronaldo terus mencetak gol seperti remaja. Dia berlari dan telah meninggalkan banyak bek dalam jejaknya.

Ini semua berkat nutrisi ketat dan perhatian yang detail di gym

 

 

Kerja Keras dan Etos Kerja

4. Cristiano Ronaldo - Harga jual Cristiano Ronaldo ke Real Madrid pada 2009 menjadikannya pemain termahal di dunia saat itu. Manchester United untung besar, tapi mereka kehilangan kualitas Ronaldo. (AFP/Paul Ellis)

Ronaldo tidak hanya bekerja keras di gym; ini adalah bagaimana dia mengubah kariernya. Seperti dikatakan Paul Scholes, Ronaldo suka datang lebih awal dan pulang terlambat. Pemain asal Portugal tersebut membuatnya malu gelandang Manchester United itu dengan etos kerjanya .

Kerja keras dan etos kerja Ronaldo juga dipuji di Real Madrid dan sekarang bersama Juventus. Pujian tersebut datang pertama kali dari bek senior Juventus Giorgio Chillini.

Bahkan striker Juventus Paulo Dybala, yang bermain dengan Lionel Messi di Timnas Argentina, percaya Ronaldo membawa energi ekstra.

 

Selalu Berusaha untuk Lebih Baik

Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo saat merayakan gol yang dicetak ke gawang Cagliari pada lanjutan Serie A, Selasa (7/1/2020). Dalam duel ini, Juventus menang dengan skor 4-0. (Marco Bertorello / AFP)

Di luar lapangan, Ronaldo juga selalu memikirkan sepak bola. Ini memungkinkannya untuk mencapai status yang dimiliki saat ini.

Ronaldo tidak kenal lelah dalam pendekatannya pada permainan. Dari mulai sebagai gelandang kanan, penyerang, false nine, serta finisher, Ronaldo tak duduk diam dan berkembang selama bertahun-tahun.

Sementara saingan terbesarnya, Lionel Messi, tetap nyaman di Barcelona. Ronaldo menyukai tantangan dan inilah yang menjadikan pemain berjuluk CR7 itu fenomena hebat.