3 Hantaman Alu ke Kepala, Hotmin Bunuh Ibu Kandung

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Hanya karena permintaannya tak dituruti oleh sang ibu,  seorang anak tega membunuh ibu kandung dengan menggunakan alu di dapur rumahnya Jalan Pasar IX ,Gang Buntu Desa Bandar Kalipa Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (2/8/2011).

Peristiwa memilukan ini terjadi Selasa, (2/8/2011) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, Rosmiana Br Sidahuruk (60) korban  saat itu sedang memasak di dapur. Saat sedang memasak ,pelaku Hotdin Sipayung (28) menghampirinya dengan meminta sejumlah uang kepada korban.

Entah kenapa, Korban tidak memenuhi permintaan anak kedua dari lima bersaudara itu . Mendengar hal itu, pelaku emosi dan memaki ibunya, pertengkaran pun tak terhindarkan, karena sudah gelap mata, pelaku mengayunkan tiga kali pukulan menggunakan alu ke kepala korban.

Akibat pukulan itu, korban terkulai jatuh tak berdaya di lantai dapur, dengan kepala mengeluarkan darah. Selanjutnya pelaku yang melihat ibu kandungnya tak berdaya bersimbah darah, langsung melarikan diri. Tak lama berselang menyaksikan ibunya terkapar, Risma (18) anak bungsu korban berteriak histeris dan meminta tolong kepada warga sekitar.

Warga sekitar yang mendengar teriakan itu langsung mengerumuni rumah korban, dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Percut Sei Tuan. Suci (34) tetangga korban menceritakan peristiwa itu terjadi, ia pertama kali mengetahui kejadian ini pada saat mendengar teriakan anak bungsu korban, Risma.

"Saat itu saya lagi mencuci, tiba -tiba mendengar suara anaknya yang perempuan berteriak meminta tolong" ujarnya.

Dijelaskannya, saat ditanyai penyebab  tewas mengenaskannya ibunya, kepada Suci, anak korban menjelaskan kejadian memilukan ini ditengarai oleh ulah Hotdin, yang yang tak lain merupakan anak kandungnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari seorang kerabat korban yang tak ingin disebut namanya, tersangka Hoddin diketahui mempunya sakit kejiwaan.

"Walau dia telah membunuh ibunya, kami keluarga besar tetap meminta dia jangan dipukuli. Tahan dia, tapi kami mohon jangan dianiaya,"ucap sumber yang mengaku mengatasnamakan keluarga korban.

Sementara itu, keterangan yang dihimpun dari Rinda (21) tetangga korban, menceritakan, sekira pukul 10.35 WIB, mereka mendengar suara teriakan dari rumah korban. Teriakan tersebut berasal dari Risma (18) anak korban paling kecil.

Saat warga mendekat dan hendak masuk, mereka melihat tersangka memegang alu dengan wajah masih memancarkan kemarahan. Tak ingin konyol jadi korban amukan Hoddin, warga tak berani masuk. Setelah tersangka melarikan diri dari pintu belakang rumah.

"Saat kami masuk ke dapur, Bu Ros sudah tergeletak bersimbah darah. Dari kepalanya masih terus mengucur darah. Ngeri aku melihatnya," tukas Rinda yang kemudian setelah melihat itu langsung keluar karena
tak tahan.

Kemudian dari keterangan Risma dan seorang kerabat korban, dia mendengar kejadian bermula dari tersangka yang dari pagi sudah marah-marah tanpa sebab. Kemarahan ini tak digubris. Tak tahu bagaimana, korban yang saat itu sedang masak di dapur, didekati Hotdin
yang memegang alu.

"Kata anaknya itu (Risma), kepala mamaknya dipukul pakai alu tiga kali. Si Risma yang coba menghalangi juga hampir dihabisi, tapi untung karena kami datang itu tak terjadi," tukas Rinda lagi.

Di tempat terpisah, Kepala Dusun XII Alex Handoko (68) kepada wartawan mengatakan, sikap brutal dan suka mengamuk tersangka memang sejak lima tahun terakhir ini sudah sangat mengkhawatirkan warga.

"Dia itu sempat tiga kali mengamuk dan menyerang warga. Karena keluarganya baik saja, kami tak ambil tindakan," tukas Alex.

Diungkapkan Kadus juga, setahunya tersangka memang sudah berulangkali coba disembuhkan keluarga dengan membawanya ke beberapa dokter, orang
pintar dan panti rehabilitasi.

"Dia itu kan dulu pecandu, mungkin karena tak dapat pasokan lagi jadi agak miring. Sudah sering coba disembuhkan dengan dibawa ke tempat
pengobatan. Tapi dia itu hanya bertahan dua hari saja, sudah itu melarikan diri dan pulang lagi ke rumah," ujar Alex.

Hal ini membuat perhatian ratusan warga sekitar mengerumini rumah korban. Terlihat keluarga korban dan putrnya menangis histeris akibat kejadian ini. Untuk kepentingan visum jasad korban di bawa ke Rumah Sakit dr. Pirngadi Medan sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban tewas dengan luka dibagian pelipis mata kiri dan kepala bagian belakang yang mengalami luka berat akibat pukulan alu hingga mengeluarkan banyak darah.  Saat hendak dibawa keinstalasi jenazah rumah sakit dr Pirngadi korban dalam posisi tertelungkup dengan ceceran darah dilantai dapurnya.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak melalui AKP.Faidir Chaniago saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu.

"Iya, lagi dalam penyelidikan, saksi-saki masih dimintai keterangan sampai tetangga korban akan kita mintai keterangannya dan kita masih terus mengejar pelaku." ujarnya singkat.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.