3 Hari Pingsan, Prajurit TNI yang Sekarat Dianiaya Preman Sudah Siuman

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ada kabar terbaru dari kasus penganiayaan yang dilakukan dua preman terhadap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dari Komando Distrik Militer 1310/Bitung, Korem 131/Santiago, Kodam XIII/Merdeka, Sersan Satu Melddy Mangeke.

Berdasarkan informasi yang diterima VIVA Militer, Jumat 29 Januari 2021, dari Kodim 1310/Bitung, setelah sempat kritis selama tiga hari usai dianiaya, kini Sertu Melddy sudah siuman atau sadarkan diri.

"Masih di ruang perawatan, tapi kemarin (Kamis-red) sudah sadar," kata Pelaksana Harian Kepala Seksi Intelijen Kodim 1310/Bitung, Pelda Adri Suleman melalui sambungan telepon dengan VIVA Militer.

Menurut Pelda Adri, setelah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr R D Kandou Manado, Sertu Meldy menjalani operasi. "Operasi karena pendarahan di kepalanya," kata dia.

Namun, sejauh ini belum dapat dipastikan prajurit TNI pemegang sabuk hitam karate DAN 5 itu bakal bisa kembali ke rumah dan bertugas lagi di satuannya. "Nanti keputusannya dari dokter, kita tunggu saja," ujarnya.

Perlu diketahui, prajurit TNI AD sempat sekarat dan kritis akibat dianiaya dua preman bernama Izhak Tambani dan Martisen Tambani. Penganiayaan terjadi pada Senin 25 Januari 2021 di empat hiburan Karaoke dan Pub Sarona Manembo-Nembo, Kota Bitung. Sulawesi Utara.

Sertu Melddy dianiaya karena kedua preman itu tak terima ditegur korban. Jadi ketika itu kedua pelaku bersama dua temannya berbuat onar, mereka melepaskan ayam jago di dalam ruangan tempat hiburan. Akhirnya ditegur oleh Sertu Meldy.

Izak dan Martisen memukuli Sertu Melddy secara brutal, korban sama sekali tak melakukan perlawanan. Sadisnya, meski sudah tersungkur jatuh dalam kondisi tak sadarkan diri karena dipukul, pelaku masih saja menganiaya korban dengan cara menginjak bagian kepala Sertu Melddy.

Setelah itu, kedua pelaku dan temannya pergi begitu saja dari lokasi, dan Sertu Melddy biarkan tersungkur tanpa ditolong. Sertu Melddy dilarikan ke rumah sakit oleh orang-orang di tempat hiburan itu. Sedangkan kedua pelaku baru menyerahkan diri ke polisi beberapa jam setelah kejadian.

Baca: Puasa di Tengah Rimba Gelap, Jenderal Kopassus Temukan Surat Rahasia