3 Hari Terjebak di Bawah Reruntuhan, Bocah 7 Tahun Selamat dari Gempa Cianjur

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun dievakuasi dari reruntuhan rumahnya yang ambruk akibat gempa bumi di Kampung Rawacina, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11). Bocah itu selamat meskipun sempat terjebak selama tiga hari di sana.

Bocah yang berhasil dievakuasi bernama Adzka. Dalam video yang beredar, personel SAR langsung mengucap syukur seusai berhasil mengevakuasinya.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melansir total korban meninggal akibat gempa mencapai 284 orang. Hingga Rabu (23/11), sekurangnya 122 jasad sudah berhasil diidentifikasi.

BPBD Jabar juga mencatat bahwa ada 151 orang warga dinyatakan hilang, korban luka 1.858 orang dan 58.362 orang mengungsi. Selain itu, terdapat 27.168 rumah rusak, dengan rincian 8.634 rusak ringan, 3.723 rusak sedang dan 14.811 rusak berat.

Operasi SAR Hari Ketiga

Kepala Basarnas Bandung Jumaril mengungkapkan, rencana operasi SAR pada hari ketiga ini dibagi menjadi dua. "Dibagi dua, search plan bagi potensi SAR dan search plan bagi Tim Basarnas," kata Jumaril yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator.

Dia menerangkan, search plan untuk potensi SAR tim dibagi menjadi 12 unit SAR ke 12 kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Cianjur, Karangtengah, Warungkondang, Gekbrong, Cugenang, Cibeber, Cilaku, Bojongpicung, Sukaresmi, Cikalong Kulon, Saluyu dan Pacet.

"Melakukan pengecekan atau asesmen wilayah terdampak gempa pada sektor yang sudah ditentukan dan memastikan setiap lokasi tidak ada lagi dibutuhkan upaya pencarian dan pertolongan," jelas Jumaril.

Sementara search plan untuk Tim Basarnas dibagi menjadi empat sektor pencarian. Sektor 1 Kampung Cugenang RT02; Sektor 2 Kampung Rawa Cina, Desa Nagrak; Sektor 3 Kampung Salakawung, Desa Sarampay; dan Sektor 4 Warung Sate Sinta. [yan]