3 Hasil Survei Indikator Politik Indonesia dari Ketum Partai hingga Kandidat Pilpres 2024

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Prabowo Subianto masih tak terkalahkan dalam hasil survei yang telah dirilis oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia, pada Minggu, 9 Januari 2022 kemarin.

Hasil survei tersebut mencakup elektabilitas ketua umum partai dan calon kandidat pada Pilpres 2024.

Untuk ketua umum partai, Indikator Politik Indonesia menyajikan pertanyaan kepada responden dengan simulasi sembilan nama ketum parpol. Hasilnya nama Prabowo berada di posisi teratas dengan 54,4 persen.

Diikuti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 11,8 persen, Airlangga 6,8 persen, Megawati 4,6 persen, Surya Paloh 1,6 persen. Kemudian Muhaimin Iskandar 1,5 persen, Ahmad Syaikhu 1,3 persen, Zulkifli Hasan 0,2 persen, dan Suharso Monoarfa 0,1 persen.

Sedangkan untuk hasil survei calon kandidat Pilpres 2024, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, persentase pemilih Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mencapai paling tinggi dibanding kandidat potensial lainnya, yakni mencapai 22,4 persen.

"Polanya tidak berubah, Pak Prabowo masih di pilihan pertama, kemudian Ganjar, kemudian Anies. Tiga nama ini yang mencapai dua digit ke atas, yang lain masih satu digit," ujar Burhan.

Berikut tiga hasil survei Indikator Politik Indonesia dari ketum partai hingga kandidat Pilpres dihimpun Liputan6.com:

1. Prabowo Pilihan Teratas

Nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan menjadi pemenang Pilpres jika kontestasi menentukan orang nomor satu di negeri ini diadakan pada Desember 2021. Demikian hasil temuan dari lembaga survei Indikator Politik Indonesia pada Minggu 9 Januari 2022.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, persentase pemilih Menteri Pertahanan tersebut mencapai paling tinggi dibanding kandidat potensial lainnya, yakni mencapai 22,4 persen.

Simulasi nama calon presiden itu dilakukan semi terbuka dengan menghadirkan 33 nama calon potensial yang akan maju ke Pilpres 2024. Dalam simulasi tersebut, nama Ganjar Pranowo bertengger di urutan ke dua dengan total perolehan suara 18,0 persen. Diikuti dengan nama Anies Baswedan dengan angka 15,8 persen.

Sementara, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, serta Maruf Amin masing-masing memperoleh suara 6,1; 4,1; 3,6; dan 2,7 persen.

Jika nama dipersempit menjadi 19 nama kandidat kuat capres, komposisi perolehan suara enam besar masih tak berubah. Hanya nama Maruf Amin yang semula bertengger di posisi ketujuh digeser Tri Rismaharini atau Risma.

2. Ganjar Pranowo Puncaki Elektabilitas dalam Simulasi 3 Nama

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memuncaki perolehan elektabilitas kandidat kuat calon presiden 2024. Hal itu terungkap dalam temuan survei Indikator Politik Indonesia dalam rilis surveinya, Minggu, 9 Januari 2021.

Indikator Politik Indonesia menggunakan simulasi tiga nama, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Responden yang dipilih adalah mereka yang telah mengenal ketiga nama tersebut (ada 61,2 persen dari total responden survei).

Dalam simulasi itu, elektabilitas Ganjar berada di angka 46,1 persen jauh mengungguli elektabilitas kedua nama lainnya.

"Artinya banyak orang yang tidak memilih Ganjar hari ini karena nggak kenal Ganjar, tapi kalau misalnya sama-sama kenal, ini Ganjar potensial, paling potensial," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.

Sementara, elektabilitas Anies dan Prabowo masing-masing ada di angka 26,1 dan 23,8 persen. Sementara 4,1 persen memilih tidak menjawab pertanyaan survei.

3. Elektabilitas Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto Kalahkan Megawati

Lembaga Indikator Politik juga menggelar survei terbarunya pada Desember 2021. Salah satunya soal elektabilitas para ketua umum partai politik. Hasilnya, Prabowo Subianto masih tak terkalahkan.

Ketum Partai Gerindra itu di urutan pertama dengan elektabilitas 52,6 persen. Kedua ada Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 11,1 persen.

Di urutan ketiga, ada nama Ketum Golkar Airlangga Hartarto dengan 6,0 persen. Di bawah Airlangga, ada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan 3,7 persen. Urutan lima, ada Ketum Perindo Hary Tanoesudibjo dengan 2,7 persen.

Selanjutnya, Ketum NasDem Surya Paloh (1,7 persen), Ketum PKB Muhaimin Iskandar (1,1 persen), Presiden PKS Ahmad Syaikhu (0,8 persen). Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra (0,6 persen).

Indikator Politik juga menyajikan pertanyaan kepada responden dengan simulasi sembilan nama ketum parpol. Hasilnya tak jauh berbeda.

Prabowo paling atas 54,4 persen. Lalu AHY 11,8 persen, Airlangga 6,8 persen, Megawati 4,6 persen, Surya Paloh 1,6 persen. Muhaimin Iskandar 1,5 persen, Ahmad Syaikhu 1,3 persen, Zulkifli Hasan 0,2 persen, dan Suharso Monoarfa 0,1 persen.

Indikator Politik Indonesia melakukan survei tatap muka pada 6-11 Desember 2021. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden mencapai 1.220 orang. Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Muhammad Fikram Hakim Suladi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel