3 Jenderal Kopassus TNI yang Pernah Jadi Pentolan Garuda Hitam

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebagai bagian dari Komando Utama (KOTAMA0 Tempur yang dimiliki TNI Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mempunyai kemampuan yang sangat dahsyat. Kehebatan pasukan elite ini bahkan sangat disegani di dunia.

Ada beberapa Perwira Tinggi (Pati) TNI yang punya catatan apik, yang melewati perjalanan sebagai Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 043/Garuda Hitam (Gatam). Korem 043/Garuda Hitam sendiri berbasis di Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Saat ini, Korem Garuda Hitam dipimpin oleh Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Toto Jumariono. Jenderal bintang satu seangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa, ditunjuk sebagai Danrem Garuda Hitam menggantikan Kolonel Inf Taufiq Hanafi.

Jauh sebelum Toto menjadi Danrem Garuda Hitam, ternyata ada sejumlah nama besar yang juga pernah menduduki posisi ini. Tercatat ada tiga nama Pati TNI Angkatan Darat yang juga anggota Kopassus, yang memimpin Korem di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) V/Sriwijaya.

Nama pertama adalah Jenderal TNI (Purn.) Abdullah Mahmud Hendropriyono. Dalam data yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi Korem 043/Garuda Hitam, mantan Panglima Kodam Jayakarta/Jaya ini pernah menjababat Danrem Garuda Hitam periode 1987 hingga 1991.

Hendropriyono menduduki posisi Danrem Garuda Hitam dengan pangkat Kolonel. Pada 1989, ia berhasil mengeliminasi kelompok Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) pimpinan Warsidi yang dikenal dengan Peristiwa Talangsari.

Setalah itu, ada nama Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Agum Gumelar. Agum juga adalah Pati TNI Angkatan Darat yang berasal dari satuan elite Kopassus. Sebelum menjabat Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus pada 1993, Agum lebih dulu menjadi Danrem 043/Garuda Hitam sejak 1992.

Agum juga adalah prajurit TNI Angkatan Darat yang kenyang dengan pengalaman tempur. Pria kelahiran Tasikmalaya 17 Desember 1945 ini pernah diterjunkan di Kalimantan Barat untuk menumpas Pasukan Gerilya Rakyat Serawal (PGRS) atau Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku), dan Operasi Seroja di Timor-Timur.

Nama terakhir adalah Letjen TNI (Purn.) Hinsa Siburian. Selama 17 tahun Hinsa menghabiskan kariernya di satuan Elite Kopassus mulai dari Komandan Pleton (Danton) hingga Komandan Pusat Pendidikan (Dansatdik) Komando Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus).

Saat berpangkat Kolonel, Hinsa juga pernah dipecaya menjadi Danrem 043/Garuda Hitam periode 2010 hingga 2011. Setelah itu, karier pria kelahiran Tarutung, Tapanuli Utara 28 Oktober 1959 ini semakin melesat. Hinsa pernah menjabat Pangdam XVII/Cenderawasih dan menjadi Wakil Kasad (Wakasad) hingga pensiun dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal TNI.