3 Kamera yang Hilang Terkubur di Pegunungan Es Selama 85 Tahun Ditemukan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pencarian barang-barang kuno telah lama memukau banyak orang. Berbagai pihak telah berusaha menemukan barang-barang kuno yang hilang, salah satunya seperti kamera milik Bradford Washburn yang hilang di pegunungan es di Kanada 85 tahun lalu.

Sebelumnya Bradford Washburn adalah seorang penjelajah yang mendaki Pegunungan Lucania, Kanada pada 1937. Pegunungan yang memiliki puncak tertinggi 5.2 kilometer itu didaki Washburn bersama penjelajah lainnya, Robert Bates.

Kedua penjelajah itu seharusnya memulai dan menghentikan pendakian di Gletser Walsh yang berada di ketinggian 2.6 kilometer. Namun karena masalah cuaca, maka kedua pendaki itu tidak dapat dijemput oleh pilot helikopter mereka.

Washburn dan Bates akhirnya terlantar di pegunungan. Mereka pun harus menyelamatkan diri dan turun dari Pegunungan Lucania dengan berjalan kaki. Barang-barang seberat 408 kilogram, termasuk tiga kamera terpaksa ditinggalkan kedua pendaki itu.

Kamera-kamera itu akhirnya terkubur di bawah salju Pegunungan Lucania. Namun setelah 85 tahun terkubur dan tidak diketahui lokasinya, tiga kamera itu berhasil ditemukan tim penelitian Teton Gravity Research yang dipimpin oleh penjelajah bernama Griffin Post.

Post menjelaskan kamera-kamera dan barang-barang yang ditinggalkan Washburn dan Bates ditemukan setelah pencarian pada Agustus lalu di daerah terpencil Gletser Walsh yang berlokasi di Wilayah Yukon Kanada.

Kamera-kamera itu segera diserahkan tim penjelajah kepada tim Parks Canada agar dapat mengambil foto-foto itu.

Post menceritakan barang-barang hilang di atas gletser bergerak sulit ditemukan. Karena itu selama 18 bulan persiapan pencarian, Post dan timnya meninjau dokumen-dokumen, catatan, dan tulisan-tulisan kuno untuk menemukan lokasi barang-barang Washburn dan Bates.

Mereka juga bekerja sama dengan Dr. Luke Copland dari Universitas Ottawa untuk mengetahui pemetaan keberadaan barang setelah lebih dari delapan dekade.

Awalnya pencarian yang dilakukan Post dan timnya tidak membuahkan hasil, bahkan mereka sempat berpikir untuk menyerah. Namun salah satu ahli gletser, Dorota Medrzycka menjelaskan selama ini Post dan timnya mencari di lokasi yang salah.

Medrzycka sendiri menghitung jika barang-barang itu seharusnya berada jauh di bawah pegunungan karena pergerakan gletser es. Data-data pemetaan dari satelit juga mendukung keyakinan Medrzycka.

Akhirnya Post dan timnya bergerak 2 kilometer dari tempat pencarian awal. Tidak lama pindah tempat pencarian, salah seorang anggota tim menemukan tabung bahan bakar. Barang-barang lain juga ditemukan di sekitar barang itu.

“Barang-barang itu dalam keadaan setengah terkubur… Tenda-tenda itu menonjol melalui es. Beberapa hal yang bisa Anda ambil. Ada kacamata, pakaian, barang-barang yang tidak dapat disangkal dari pengalaman itu berdasarkan foto,” jelas Post, dikutip dari CNN, Selasa (8/11).

Tiga kamera yang ditinggalkan Washburn dan Bates berhasil ditemukan Post dan timnya. Ketiga kamera itu adalah kamera udara Fairchild F-8 milik Washburn dan dua kamera gambar bergerak model DeVry Lunchbox dan Bell & Howell Eyemo 71A.

Rol film kamera pun ditemukan terawat di dua kamera yang ditemukan.

“Kami tahu beberapa film sudah terpapar es, dan jika rol film itu bertahan 85 tahun di gletser dengan peluang yang sangat mustahil, sebagai seorang optimis yang tak kenal lelah, saya optimis dengan hati-hati beberapa foto akan dapat diselamatkan,” jelas Post.

Bagi Post, barang-barang yang ditemukan itu adalah barang berharga. Bahkan bagi dia, bermain ski di es sudah tidak lagi menyenangkan setelah menemukan barang-barang itu.

“Menciptakan tantangan untuk diri sendiri dan mengejarnya bahkan jika itu mustahil adalah bagian hidup yang menyenangkan. Jika kami tidak menemukannya, kami tidak akan merasa antusias tetapi itu masih menjadi bagian dari perjalanan – dan tantangan semacam itulah yang mendorong kami semua,” jelas Post.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]