3 Kegagalan Transfer MU Paling Tak Terlupakan: Kemudian Sukses Bersama Klub Lain

Bola.com, Jakarta - Lambatnya Manchester United (MU) memulai langkah mereka di bursa transfer musim panas ini cukup membuat para penggemarnya merasa cemas. Bukan tidak mungkin target transfer yang mereka inginkan lepas ke klub lain, seperti yang sebelumnya pernah terjadi.

MU jelas membutuhkan perombakan skuad setelah hanya finis di posisi keenam dalam klasemen Premier League musim lalu. The Red Devils pun sudah dikabarkan tengah mengincar pemain berkualitas, seperti Frenkie de Jong dan Jurrien Timber.

Namun, pergerakan MU di bursa transfer memang tidak cekatan. Terbukti pemain asal Uruguay yang bermain di Benfica, Darwin Nunez, yang juga menjadi target transfer The Red Devils, akhirnya malah menjadi milik Liverpool.

Jauh sebelumnya, beberapa kali MU juga sempat gagal mendatangkan target transfer mereka dan membuat para penggemarnya kecewa. Seperti dilansir dari The Mirror, ini adalah tiga pemain yang membuat para penggemar paling kecewa karena kegagalan mereka berlabuh di Old Trafford.

Ronaldinho

Ronaldinho (Bandana) - Mantan bintang Barcelona ini kerap menggunakan bandana saat berlaga di lapangan hijau. Asesoris tersebut digunakan agar tidak menggangu penglihatan karena rambut yang panjang. (Foto:AFP/Andrew Yates)
Ronaldinho (Bandana) - Mantan bintang Barcelona ini kerap menggunakan bandana saat berlaga di lapangan hijau. Asesoris tersebut digunakan agar tidak menggangu penglihatan karena rambut yang panjang. (Foto:AFP/Andrew Yates)

Sir Alex Ferguson adalah seorang manajer yang terbiasa mendapatkan pemain yang diinginkanya. Namun, tak semua selalu berjalan sesuai dengan keinginan manajer asal Skotlandia itu. Satu contoh kegagalan Fergie adalah Ronaldinho.

Pada 2003, mantan pemain Gremio itu memperlihatkan dirinya di panggung internasional dengan penampilan hebat di Piala Dunia 2002. Namun, di level klub, dia masih berada dalam daftar tim Paris Saint-Germain (PSG) yang kala itu levelnya jauh dibandingkan saat ini.

MU berada di ambang kehilangan David Beckham saat itu, di mana pemain nomor punggung 7 itu pada akhirnya berlabuh ke Real Madrid. Ronaldinho pun dipandang sebagai pengganti yang potensial. Sayang, semua tidak berjalan sesuai rencana.

Sayangnya saat itu Barcelona juga terlibat perburuan Ronaldinho. Pada akhirnya mereka yang mendapatkan sang pemain dengan bantuan Luis Felipe Scolari.

 

Sergio Ramos

Ramos dan Messi terakhir kali berhadapan sebagai lawan pada Oktober 2020 lalu. Ramos membawa Madrid menang 3-1 atas Barcelona. Ramos mencetak satu gol ke gawang Barcelona lewat eksekusi penalti. (Foto: AFP/Curto De La Torre)
Ramos dan Messi terakhir kali berhadapan sebagai lawan pada Oktober 2020 lalu. Ramos membawa Madrid menang 3-1 atas Barcelona. Ramos mencetak satu gol ke gawang Barcelona lewat eksekusi penalti. (Foto: AFP/Curto De La Torre)

Sergio Ramos pernah menolak Manchester United. Tidak hanya satu kali, tapi dua kali. Namun, ketika banyak yang meneteskan air mata karena kepergiannya dari Real Madrid pada 2021, kisah 2015 sedikit lebih menyakitkan.

MU memulai musim keduanya di bawah asuhan Louis van Gaal, di mana Memphis Depay dan Bastian Schweinsteiger, menjadi pendatang baru di Old Trafford.

Ketika kesempatan untuk mendatangkan Sergio Ramos tiba, mereka merasa seolah masih ada ruang untuk satu pemain lagi dan sepertinya MU akan berhasil.

Kemudian Ramos mengonfirmasi adanya ketertarikan dan mengaku serius mempertimbangkan kemungkinan untuk pindah. Itu bukan hanya taktik untuk mengamankan kontrak baru di Santiago Bernabeu, tegasnya saat itu, yang kemudian tak ada kesepakatan yang terjadi dan Ramos tetap di ibu kota Spanyol.

Dalam kurun waktu lima tahun setelah itu, prestasi Sergio Ramos benar-benar membuat MU gigit jari. Ketika mereka tengah berjuang untuk bisa meraih trofi juara, Sergio Ramos bahkan berhasil tiga kali meraih trofi Liga Champions.

 

Thiago Alcantara

Thiago Alcantara. Gelandang asal Spanyol yang kini memasuki musim ke-2 bersama Liverpool total meraih 2 trofi Liga Champions. Keduanya diraihnya bersama Barcelona musim 2010/2011 dan Bayern Munchen musim 2019/2020. Musim ini ia berpeluang meraihnya bersama Liverpool. (AFP/Pool/Manu Fernandez)
Thiago Alcantara. Gelandang asal Spanyol yang kini memasuki musim ke-2 bersama Liverpool total meraih 2 trofi Liga Champions. Keduanya diraihnya bersama Barcelona musim 2010/2011 dan Bayern Munchen musim 2019/2020. Musim ini ia berpeluang meraihnya bersama Liverpool. (AFP/Pool/Manu Fernandez)

 

Ketika David Moyes menangani MU dan jauh dari kata sukses, ia akan bertanya apakah segalanya bisa berjalan berbeda jika memiliki Thiago di dalamnya. Semua sudah siap untuk kesepakatan tersebut, tapi kemudian gagal.

Sebelum serah terima jabatan kepada Moyes, Sir Alex Ferguson disebut telah memastikan pemain asal Spanyl yang kala itu baru berusia 22 tahun bersedia bergabung.

Namun, Moyes memilih untuk tidak merampungkan kesepakatan dan memilih membuat jejaknya sendiri dalam peran baru dan membawa pemain yang lebih dikenalnya.

Thiago Alcantara pun akhirnya pergi ke Bayern Munchen, menjuarai tujuh gelar Bundesliga bersama tim Bavaria itu dan menjadi juara Liga Champions pada 2020. Sementara Moyes, tak satu musim penuh pun bertahan di Old Trafford.

Sumber: Mirror

Posisi Akhir MU di Premier League 2021/2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel