3 Kesalahan yang Jarang Disadari Saat Pakai Softlens

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebenarnya softlens atau lensa kontak merupakan salah satu alat yang digunakan untuk membantu seseorang, agar dapat melihat lebih jelas. Ya, dibandingkan harus menggunakan kacamata, softlens dipilih untuk dipakai karena melihat unsur kepraktisannya.

Namun di balik itu, sayangnya selama ini masih banyak yang 'kurang paham' ketika menggunakan softlens. Berikut daftar kesalahan saat menggunakan softlens, seperti dijelaskan Dokter Spesialis Mata, dr Degiana Syabdini Edwiza, SpM dari Rumah Sakit EMC Tangerang:

1. Kornea Mata

Para Peneliti Temukan Gen Penyebab Kebutaan Kornea
Para Peneliti Temukan Gen Penyebab Kebutaan Kornea

Softlens yang beredar di pasaran, umumnya didesain dengan kelengkungan kornea mata kebanyakan orang. Namun ternyata, kelengkungan mata setiap orang berbeda-beda lho.

"Lensa kontak itu ada kelengkungan (kornea mata) dan orang tidak perhatikan itu karena kelengkungannya setiap orang berbeda-beda," jelas dr Degiana.

Dari perbedaan itulah alhasil, saat menggunakan softlens, kemungkinan bisa terjadi komplikasi seperti, iritasi, mata kering. Itu karena saat menggunakannya, softlens bisa terasa terlalu ketat atau longgar.

2. Ukuran Lensa Kontak

saat usianya menginjak 27 tahun, dia malah didiagnosis abrasi kornea akibat infeksi bakteri dari penggunaan lensa kontak.
saat usianya menginjak 27 tahun, dia malah didiagnosis abrasi kornea akibat infeksi bakteri dari penggunaan lensa kontak.

Selama ini mungkin kita hanya tahu bahwa menggunakan lensa kontak disesuaikan dengan kelainan refraksi mata yang dialami, seperti minus atau silinder. Padahal ternyata, ukuran lensa kontak dari kelainan refraksi itu harus jadi pertimbangan lho!

"Ukurannya itu harus disesuaikan dengan lensa kontak karena kalau ukurannya lebih besar dari minus empat, ada aturannya. Jadi nggak langsung dikasih ukuran yang sama," jelas dr Degiana.

Lebih lanjut dr Degiana mencontohkan, jika saat dicek mata mengalami minus empat, maka lensa kontak yang akan digunakan ukurannya harus dikurangi satu. Hal ini jelas berbeda dengan kacamata.

"Lensa kontak itu langsung menempel ke kornea mata, sementara kacamata ada jarak ke bola mata," jelasnya.

3. Durasi Penggunaan Lensa Kontak

Ilustrasi Kontak Lensa (iStockphoto)
Ilustrasi Kontak Lensa (iStockphoto)

Buat para pengguna lensa kontak, coba ingat, berapa lama dalam sehari kamu menggunakan softlens? Apakah hanya saat keluar rumah atau justru seharian?

Ternyata, penggunaan softlens itu ada aturannya lho! Menurut dr Degiana, penggunaan softlens idealnya hanya delapan jam.

Jika lebih dari dari delapan jam, mata kamu cenderung akan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan mata merah dan kering.

"Apalagi kalau sudah infeksi nanti repot. Jadi maksimal penggunaannya delapan jam. Maka dari itu, pastikan lensa kontak selalu dijaga kebersihannya, sebelum dan sesudah selalu dicuci dengan cairan pembersih khusus dan jaga kebersihan tangan," sarannya.

Nah jika ada masalah dengan kondisi matamu, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter berpengalaman yang berasal dari rumah sakit, dengan dukungan fasilitas medis lengkap dan terkini, serta memberikan pelayanan terpadu, untuk perawatan kesehatanmu.

Dengan memilih dokter spesialis mata yang tepat, kamu sebagai pasien dapat mengetahui tindakan atau penanganan yang tepat.

(*)