3 Kesimpulan Penting dari Balapan Virtual MotoGP

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan balapan virtual MotoGP berakhir. Kini pelaku fokus ke dunia nyata.

MotoGP 2020 rencananya dimulai di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 19 Juli. Operator kompetisi Dorna berniat menggelar dua balapan beruntun di sana.

Ini bakal jadi seri pembuka musim 2020, mundur empat bulan dari rencana sebelumnya. Ajang tertunda karena pandemi virus Corona yang menyerang dunia.

Sembari menunggu bergulirnya perlombaan, Dorna menggelar balapan virtual bagi pembalap. Ada lima ajang yang berlangsung.

Muncul tiga konklusi dari rivalitas balapan virtual MotoGP. Berikut deskripsinya:

Alex Marquez Juara

Alex Marquez juara MotoGP Virtual Race Jilid IV. (Istimewa)

Alex Marquez, yang melakoni debut di MotoGP 2020, keluar sebagai juara. Dia mengoleksi 86 angka dari empat partisipasi.

Marquez memimpin tujuh angka dari pesaing terdekat Francesco Bagnaia yang mengikuti lima balapan. Menyusul kemudian Maverick Vinales (71 poin), Fabio Quartararo (61), dan Marc Marquez (57).

Kemenangan di Mugello dan Misano, serta runner-up di Red Bull Ring, jadi kunci sukses juara dunia Moto2 2019 tersebut.

Antusiasme Penggemar

Suasana balapan virtual MotoGP. (Bola.com/Hendry Wibowo)

Balapan virtual menjadi hiburan satu-satunya bagi pecinta balap motor di seluruh dunia pada saat menjalani karantina. Terbukti, total 12 juta orang menyaksikan langsung perlombaan tersebut melalui berbagai platform yang tersedia..

Balapan virtual juga menghasilkan lebih dari 3.100 konten digital yang kemudian memancing 10 juta interaksi. Konten digital tersebut juga menciptakan 331 juta impressions dan disaksikan 52 juta kali.

Bertujuan Mulia

Balapan virtual MotoGP bukan sekedar menghibur. Ajang ini juga memiliki tujuan mulia yakni amal.

Momen tersebut hadir pada seri Jerez. Pembalap dan mengampanyekan program bertajuk Two Wheels for Life. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu masyarakat Afrika menghadapi krisis Covid-19.