3 Keterampilan Penting yang Harus Dikuasai di Tengah Risiko Resesi

Merdeka.com - Merdeka.com - Gejolak ekonomi global dan kenaikan inflasi membuat banyak orang berasumsi resesi akan segera datang. Ketakutan akan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau tidak dapat menemukan pekerjaan menjadi kekhawatiran banyak pekerja.

Chief Economist PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan, probabilitas Indonesia terkena resesi global adalah sebesar 5 persen. Sebagai gambaran, bersumber dari data Bloomberg, probabilitas Amerika Serikat terkena resesi adalah 40 persen.

"Artinya, Indonesia masih jauh dari resesi. (Untuk Indonesia) saya lihat ini volatility, alih-alih tsunami," ujar Budi di Jakarta.

Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva yang juga meyakinkan bahwa ekonomi Indonesia masih akan tetap positif di tengah tekanan geopolitik akibat perang Rusia dan Ukraina. "Dia meyakinkan Indonesia tidak berada dalam jurang krisis seperti yang digembar-gemborkan," ungkap Menteri BUMN Erick Thohir setelah bertemu Georgieva di Sarinah.

Erick mengatakan, Georgieva menilai Indonesia sudah menuju pada arah yang baik dengan memiliki fondasi ekonomi yang kuat dengan kemajuan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan kepada UMKM. Meski kemungkinan resesi di Indonesia kerap disebut rendah, kita tentu masih harus waspada.

Untuk mewaspadai penurunan ekonomi yang disebabkan oleh resesi, terdapat beberapa skill atau kemampuan yang penting dikuasai pekerja, seperti dikutip dari CNBC International.

Fleksibilitas

Untuk menunjukkan bahwa Anda fleksibel, sertakan contoh saat Anda harus menavigasi berbagai peran, fungsi, atau departemen dalam bisnis; menangani masalah pada proyek penting; mengajukan diri untuk membantu sesuatu yang berada di luar tanggung jawab pekerjaan Anda; atau bekerja dengan tim yang berbeda di resume Anda.

Hal itu direkomendasikan oleh Patrick Petitti, seorang ekonom dan CEO Catalant, sebuah platform yang menghubungkan perusahaan dengan konsultan independen.

Dengan menyoroti keterampilan fleksibilitas Anda dalam resume, hal itu akan menunjukkan kepada manajer perekrutan bahwa Anda adalah orang yang dapat berproses di tengah ketidakpastian. Ini menjadi keterampilan penting untuk dijaga bahkan ketika krisis terjadi, menurut Petitti.

Manajemen Proyek

Kepala ekonom di ZipRecruiter, Julia Pollak mengatakan, tantangan baru pasti akan muncul selama resesi, dan ketika situasi ekonomi berubah, perusahaan akan mencari pekerja yang dapat mengidentifikasi masalah baru, mengartikulasikan solusi dan mendorong rencana ke depan.

"Ini adalah salah satu skill penting bagi perusahaan dengan keterampilan terbaik yang secara konsisten dipekerjakan," tambah Petitti.

"Bahkan selama pandemi, mempekerjakan manajer di bidang teknologi, keuangan, apa saja, mencari orang-orang yang dapat memecahkan masalah menjadi langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti dan membimbing tim untuk mencapai tujuan yang lebih besar itu," ungkapnya.

Platform seperti Coursera dan LinkedIn Learning, misalnya, yang menawarkan kursus dan sertifikasi dalam manajemen proyek, tetapi Anda juga dapat menunjukkan keterampilan manajemen proyek di resume Anda (atau selama wawancara) dengan mencatat waktu di mana Anda memimpin proyek dari awal hingga akhir, membantu penganggaran, atau meluncurkan produk atau kampanye baru.

Kemampuan Berkomunikasi

Skill atau kemampuan berkomunikasi dengan jelas dan efektif di tempat kerja adalah keterampilan universal yang selalu diminati di semua industri, menurut Pollack. Hal ini pun tidak terlepas dari keadaan ekonomi perusahaan.

"Pengusaha merasa bahwa mereka sulit untuk menemukan seseorang yang dapat menulis dan mengartikulasikan pikiran mereka dengan baik," beber Pollack.

Menguasai seni komunikasi dapat membantu Anda terlihat sebagai kandidat yang berbeda. "Bahkan jika Anda duduk di depan komputer untuk bekerja sepanjang hari dan melapor kepada satu orang, Anda memerlukan keterampilan interpersonal untuk bekerja dalam tim dan meyakinkan atasan bahwa pekerjaan Anda menambah nilai," kata Kory Kantenga, ekonom senior di LinkedIn.

Contoh keterampilan komunikasi termasuk presentasi, email, yang dapat memberikan umpan balik dan menegosiasikan kesepakatan bisnis.

Reporter: Natasha Khairunnisa Amani

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel