3 Klub Raksasa Ini Jadi Lumbung Gol di BRI Liga 1 2021 / 2022: Ketika Nama Besar Bukan Jaminan

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Persebaya Surabaya, PSS Sleman dan Persipura Jayapura merupakan nama-nama tim yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Tanah Air. Sayangnya, performa mereka hingga memasuki pekan kedelapan BRI Liga 1 2021/2022 tak terlalu baik.

Ketiga tim berada di papan tengah bawah. Bahkan, Persipura yang notabene merupakan runner-up Liga 1 2019 justru berada di zona degradasi dengan catatan hanya meraih satu kemenangan saja.

Bila ditelusuri, sebetulnya ketiga klub kuat tersebut memiliki satu permasalahan yang sama. Rapuhnya pertahanan bisa disalahkan atas posisi mereka yang kerap kali angin-anginan di setiap pertandingan.

Persipura mungkin memiliki masalah lain soal daya gedor timnya sejak kepergian sang legenda hidup, Boaz Solossa. Tetapi dua tim lainnya tak memiliki masalah berarti dengan PSS telah mengoleksi 11 gol dan Persebaya menjaringkan 14 gol.

Lantas, mengapa pertahanan ketiga tim ini begitu mudah ditembus? Berikut ulasan selengkapnya.

PSS Sleman

Para pemain PSS merayakan gol yang dicetak Nemanja Kojic ke gawang Persib dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Jumat (22/10/2021) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Para pemain PSS merayakan gol yang dicetak Nemanja Kojic ke gawang Persib dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Jumat (22/10/2021) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Masalah internal di kubu PSS mungkin sedikit banyak berpengaruh terhadap konsentrasi para pemain. Mereka jadi tim dengan kebobolan terbanyak, 15 gol hingga pekan kedelapan BRI Liga 1 2021/2022.

Apalagi, enam gol di antaranya tercipta dari dua laga pada seri kedua ini. Tentu hal ini merupakan sinyal bahaya untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

Bila mentalitas mereka tak segera dibenahi, bukan tak mungkin mereka bakal jadi lumbung gol selanjutnya Bali United, Borneo FC dan Persikabo 1973. Dejan Antonic memiliki banyak pekerjaan rumah untuk timnya.

Persebaya Surabaya

Pemain Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persela Lamongan dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persela Lamongan dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Persebaya jadi satu-satunya tim yang belum pernah mencatatkan clean sheet dalam delapan pertandingan BRI Liga 1 2021/2022. Masalah cedera yang bertubi-tubi membuat klub berjuluk Green Force ini tak memiliki skuad tetap di pertahanan.

Tak hanya itu, pemanggilan pemain ke tim nasional (timnas) saat kompetisi bergulir juga jadi masalah tersendiri. Pasalnya, pilar-pilar pertahanan mereka merupakan pemain utama di tim arahan Shin Tae-yong.

Bahkan, kini mereka harus bermain dengan kiper ketiga mereka, Andhika Ramadhani yang notabene merupakan debutan di Liga 1. Sederet masalah ini tentu tak pernah diharapakan pelatih Aji Santoso yang tak memiliki banyak opsi.

Persipura Jayapura

Pemain Persipura Jayapura, Riky Kayame (tengah) merayakan gol penyeimbang 1-1 ke gawang Madura United bersama rekan setim dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (03/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persipura Jayapura, Riky Kayame (tengah) merayakan gol penyeimbang 1-1 ke gawang Madura United bersama rekan setim dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (03/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Ketiadaan penjaga gawang utama, Dede Sulaiman tak bisa serta merta dijadikan alasan mengapa Persipura telah kebobolan 14 gol sejauh ini. Ricardo Salampessy dan Donny Monim merupakan jaminan kekuatan di lini belakang.

Masalah utama yang terjadi di Persipura adalah konsentrasi yang sering buyar di awal permainan. Sembilan gol ke gawang mereka tercipta di babak pertama, dengan lima diantaranya terjadi di 15 menit pertama.

Koordinasi yang buruk tentu jadi salah satu hal lainnya yang patut jadi sorotan. Rapuhnya pertahanan plus tumpulnya lini serang jadi alasan mengapa tim berjuluk Mutiara Hitam ini kini terjebak di zona degradasi.

Di Mana Posisi Persipura Saat Ini?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel