3 Kunci Ibu Bisa Tetap Waras Selama Pandemi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Bagi ibu, masa pandemi COVID-19 ini penuh dengan tantangan. Mulai dari menemani anak sekolah dari rumah, mengurus rumah, serta masalah ekonomi. Maka tak heran jika selama pandemi ini banyak ibu mengeluh stres karena beban yang bertambah.

Menurut keterangan dari brand bayi MyBaby, 57 persen wanita mengalami peningkatan stres dan kecemasan, seiring bertambahnya beban mengurus keluarga dan pekerjaan rumah tangga, juga masalah ekonomi selama pandemi COVID-19. Lalu, kekhawatiran akan kesejahteraan anak, kurang istirahat, tidak cukup waktu untuk diri sendiri, serta berbagai permasalahan yang ibu hadapi di saat pandemi jelas membuat ibu semakin kewalahan.

"Kemampuan menyadari pikiran, emosi dan apa yang ibu rasakan secara fisik dan mental pada momen saat ini, adalah kunci agar ibu mampu beradaptasi dan fokus pada apa yang bisa ia kendalikan, bukan pada hal-hal yang belum pasti," kata psikolog Tiara Puspita mengutip Antara.

Ada tiga hal yang dapat para ibu lakukan agar bangkit dari situasi krisis yang dihadapi dan tangguh jalani perannya selama masa-masa menantang ini:

1. Self-care

Ibu dapat mengurangi rasa stres dan cemas dengan lebih peduli terhadap dirinya. Selain dengan memanjakan diri, ibu juga bisa melakukan meditasi untuk membuat ibu lebih rileks dan mendapatkan fokusnya kembali.

Menempatkan kondisi fisik dan emosional sebagai prioritas, mampu membantu ibu mencapai kebahagiaan serta kesehatan yang optimal untuk dirinya dan keluarga.

2. Menciptakan keharmonisan keluarga

ilustrasi anak/Photo by Emma Bauso from Pexels
ilustrasi anak/Photo by Emma Bauso from Pexels

Ketika ibu mencontohkan hubungan yang penuh kasih dengan ayah dan anak-anak, mereka akan merasa lebih aman dan dicintai.

Bahasa yang positif, aktif mendengarkan, dan empati bukan saja membantu menciptakan lingkungan keluarga yang damai dan bahagia pada saat-saat stres seperti sekarang, namun juga dapat mempermudah ibu dalam melakukan pembagian tugas dengan seluruh anggota keluarga.

3. Latih diri untuk menerima situasi

Sadari bahwa ibu tidak harus selalu sempurna. Dengan memahami batasan antara kedua hal tersebut, ibu dapat mengarahkan energinya secara lebih efektif dan optimal pada hal-hal yang berada dalam kendali.

Penerimaan dapat membantu ibu untuk lebih mampu menerima diri sendiri dengan kelebihan dan kekurangan yang ada, dan dapat membantu memaksimalkan kualitas self-care dan me-time yang dilakukan untuk dirinya sendiri.

Aktris yang juga ibu dua anak, Kimberly Ryder mengatakan ada sejumlah hal yang membantunya keluar dari krisis selama pandemi ini. Yakni dengan mencintai diri sendiri serta kehadiran support system.

"Peran support system juga sangat besar dalam membantu seorang ibu mampu mewujudkan kebahagiaannya, sekaligus membuatnya menjadi lebih tangguh dalam menghadapi segala tantangan. Beruntung saya memiliki pasangan yang tak hanya setia mendampingi, namun terus meluangkan waktu memberikan dukungan," kata istri Edward Akbar tersebut.

Infografis

Inilah sejumlah gim yang dianggap berbahaya untuk anak-anak (Sumber: Infografis Sahabat Keluarga kemendikbud).
Inilah sejumlah gim yang dianggap berbahaya untuk anak-anak (Sumber: Infografis Sahabat Keluarga kemendikbud).