3 Kunci PSS Menuju Pintu 8 Besar Piala Menpora

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Sleman - PSS Sleman punya peluang besar untuk lolos ke babak perempat final Piala Menpora 2021. Tiket lolos baru akan ditentukan saat menghadapi Persebaya Surabaya dalam laga terakhir grup C di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (7/4/2021).

Untuk sementara PSS mengoleksi empat poin, tiga angka di bawah Persebaya Surabaya yang memuncaki klasemen grup C. Tim lain seperti Persik Kediri dan Persela Lamongan juga punya potensi menggeser PSS. Begitu juga Madura United yang masih punya peluang.

Satu-satunya cara bagi PSS untuk mengunci tiket lolos dari fase grup nanti adalah dengan mendulang poin penuh dari Persebaya. Jika PSS sukses mengalahkan Bajul Ijo (julukan Persebaya), sudah dipastikan lolos bersama.

Namun, jika hanya mendapat hasil imbang, bukan tak mungkin tergeser oleh tim lain seperti Persik dan Persela yang sama-sama saling sikut di partai terakhir. Dalam hal ini, PSS yang memegang kuncinya sendiri untuk menggenapi tim peserta babak delapan besar Piala Menpora.

Bola.com memiliki ulasan menarik jelang partai terakhir fase grup yang akan dilakoni PSS Sleman. Beberapa faktor bisa menjadi kunci keberhasilan tim berlogo candi Prambanan tersebut untuk melewati ujian yang cukup berat. Berikut ulasannya:

Materi Pemain

Irfan Jaya, Irfan Bachdim dan Nicolas Velez. (Bola.com/Dody Iryawan)
Irfan Jaya, Irfan Bachdim dan Nicolas Velez. (Bola.com/Dody Iryawan)

PSS Sleman merupakan satu di antara tim peserta yang punya materi mewah di ajang Piala Menpora. Setelah melepas sejumlah pemain lama, masuk pemain baru yang punya nama besar dan pengalaman.

Irfan Jaya, Kim Jeffrey Kurniawan, Fabiano Beltrame, Miswar Saputra, Fandry Imbiri, adalah rekrutan PSS yang sudah tentu punya segudang pengalaman. Ditambah pemain muda berbakat, di antaranya kiper Adi Satryo.

Kemudian dua pemain asing baru juga sudah mulai nyetel dengan PSS yakni bek Mario Maslac asal Serbia dan playmaker asal Argentina, Nicolas Velez. Ditambah kembalinya palang pintu pertahanan tangguh berpaspor Australia, Aaron Evans.

Nama-nama tersebut dikolaborasikan dengan penggawa yang lebih dulu menjadi andalan di tim Elang Jawa. Mulai dari kiper Ega Rizky, Arthur Irawan, Irkham Zahrul Mila, hingga bintang PSS, Irfan Bachdim.

Praktisi dengan skuat yang ada tersebut, PSS seharusnya bisa mengatasi Persebaya pada laga terakhir nanti. Sekaligus mengunci satu tiket bersama ke babak delapan besar.

Mulai Padu

Pemain PSS Sleman, Irfan Jaya (kiri) menggiring bola saat melawan Persela Lamongan dalam laga matchday ke-2 Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain PSS Sleman, Irfan Jaya (kiri) menggiring bola saat melawan Persela Lamongan dalam laga matchday ke-2 Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

PSS mengawali perjalanan di ajang Piala Menpora dengan kurang mulus. Yakni ketika dikalahkan Madura United 1-2. Padahal saat itu PSS tampil dengan komposisi terbaiknya.

Sempat unggul terlebih dahulu melalui Irfan Jaya, gawang PSS jebol dua kali. Laga pertama menjadi bahan evaluasi total bagi tim pujaan Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania.

Kebangkitan PSS mulai tampak di laga-laga selanjutnya. Antar pemain mulai menunjukkan kekompakan dan chemistry. Karena sebagian pemain baru yang menghuni skuad di PSS musim ini.

Terlihat ketika menahan imbang 0-0 Persela Lamongan, hingga kemudian mengalahkan Persik Kediri 1-0. Secara perlahan permainan PSS berkembang dan meningkat. Tren positif inilah yang selayaknya dipertahankan saat berjumpa Persebaya nanti.

Tangan Dingin Pelatih

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengamati timnya bermain menghadapi Madura United dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). PSS Sleman kalah 1-2 dari Madura United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengamati timnya bermain menghadapi Madura United dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). PSS Sleman kalah 1-2 dari Madura United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Satu di antara faktor kualitas permainan PSS tak lepas dari peran pelatih, Dejan Antonic. Pelatih asal Serbia tersebut mampu memaksimalkan segala potensi yang ada di timnya.

Di dua laga awal dirinya mendapat kritikan tajam atas penampilan anak buahnya. Bahkan di jagat maya tidak sedikit pendukung PSS menginginkan Dejan mundur untuk digantikan pelatih lain, termasuk munculnya nama Seto Nurdiyantoro agar kembali ke PSS.

Namun situasi kini cukup terselamatkan oleh performa menawan PSS di dua laga terakhir. Menahan imbang Persela dan menumbangkan Persik, cukup membuat PSS membuka peluang lolos menemani Persebaya.

Penampilan PSS tidak terlepas dari tangan dingin dan racikan strateginya. Sebagai pelatih yang sudah berpengalaman menangani tim di Indonesia, Dejan sanggup melewati ujian.

Dengan masa persiapan yang mepet dan kepulangannya dari Hongkong mendekati turnamen, cukup membuat Dejan Antonic untuk cepat beradaptasi. Terutama memadukan pemain lama dan baru yang ada di skuadnya saat ini.

Video