3 Macam Limbah B3 dan Contohnya di Sekitar Rumah, Wajib Diwaspadai

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Macam limbah B3 perlu kamu ketehui agar dapat segera ditangani. Limbah ini perlu diwaspadai karena dapat membahayakan lingkungan dan juga kesehatan manusia. Limbah B3 merupakan singkatan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Limbah jenis ini memiliki sifat dan konsentrasi yang mengandung zat beracun dan berbahaya. Hal ini membuat limbah B3 secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak lingkungan, menggagu kesehatan, dan mengancam kelangsungan hidup manusia serta organisme lainnya.

Macam limbah B3 sangat penting untuk diwaspadai menilik dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, kamu harus mengenali apa saja yang termasuk contoh limbah B3 ini.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (19/7/2021) tentang macam limbah.

Memahami Bahan Berbahaya dan Beracun

Macam Limbah
Macam Limbah

Sebelum mengenal macam limbah B3, kamu perlu memahami apa itu B3 terlebih dahulu. Seperti Dikutip Liputan6.com dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta, berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan peraturan-peraturan lain di bawahnya, Bahan Berbahaya dan Beracun atau sering disingkat dengan B3 adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Sementara itu, limbah B3 merupakan singkatan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Suatu barang digolongkan sebagai macam limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia, merusak lingkungan, dan mengancam kelangsungan hidup manusia serta organisme lainnya.

Bahan-bahan yang termasuk limbah B3 apabila memiliki salah satu atau lebih karaktersitik seperti mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain yang apabila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.

Karakteristik limbah B3 berdasarkan PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pasal 5 adalah mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, korosif, dan beracun.

Limbah B3 tidak hanya dihasilkan dari kegiatan industri saja. Melainkan kegiatan rumah tangga juga menghasilkan beberapa limbah jenis ini. Beberapa contoh limbah B3 yang dihasilkan rumah tangga domestik seperti bekas pengharum ruangan, pemutih pakaian, deterjen pakaian, pembersih kamar mandi, pembersih kaca atau jendela, pembersih lantai, dan lain sebagainya.

Macam Limbah B3

Berdasarkan sumbernya, macam limbah B3 dibedakan menjadi tiga jenis. Berikut penjelasan dari masing-masing macam limbah B3 tersebut.

- Limbah B3 dari Sumber Spesifik

Macam limbah B3 yang pertama adalah limbah B3 dari sumber spesifik. Limbah ini merupakan limbah yang berasal dari proses suatu industri atau kegiatan utama. Pelarut terhalogenasi misalnya metilen klorida, klorobenzena, dan lain-lain.

Sementara itu, pelarut yang tidak terhalogenasi seperti aseton, toluene, nitrobenzene, dan lain-lain. Asam atau basa seperti asam fosfat, asam sulfat, natrium hidroksida, dan lain-lain.

- Limbah B3 dari Sumber Tidak Spesifik

Macam limbah B3 berikutnya adalah limbah B3 dari sumber tidak spesifik. Limbah ini tidak berasal dari proses utama, melainkan dari kegiatan pemeliharaan alat, inhibitor korosi, pelarutan kerak, pencucian, penegmasan, dan lain-lain.

Contoh dari sumber tidak spesifik seperti aki bekas, limbah laboratorium yang mengandung B3, kemasan bekas B3, dan lain-lain.

- Limbah B3 Kedaluwarsa

Macam limbah B3 terakhir adalah berasal dari sumber lain. Limbah ini berasal dari sumber yang tidak diduga, misalnya produk kedaluwarsa, sisa kemasan, tumpahan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi.

Contoh Limbah B3

Ilustrasi detergen (Istimewa)
Ilustrasi detergen (Istimewa)

Berikut beberapa contoh limbah B3 yang sering ditemukan di sekitar kamu:

- Detergen

Penggunaan bahan-bahan kimia pada detergen bisa berbahaya untuk kelangsungan hidup manusia beserta lingkungan. Bahan kimia yang terdapat pada detergen biasanya seperti surfaktan, builder, filler, dan aditif. Detergen bisa mencemari lingkungan melalui busa yang dibuat melalui saluran air.

Busa detergen yang tidak mudah hilang ini bisa membuat kontak air dan udara menjadi terbatas. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan orgasme yang ada di dalam air mati karena kekurangan oksigen. Selain itu, bahan surfaktan yang terdapat dalam detergen juga menimbulkan kulit menjadi kasar.

- Hairspray

Hairspray juga mengandung bahan kimia berbahaya yaitu polyvinylpyrrolidone yang dimana memiliki fungsi untuk mengeraskan rambut, polymer calledpolydimethylsiloxane yang membuat rambut terangkat lebih lama dan pytocalcious yang dapat meninbkatkan jumlah mineral dalam akar rambut sehingga rambut menjadi kaku.

- Obat Nyamuk

Obat nyamuk juga mengandung bahan-bahan kimai berbahaya. Di dalam obat nyamuk mengandung dichlorovynil dimethyl phosfat (DDVP), prpooxur (karbamat), dan diethyltoluamide yang merupakan jenis insektisida pembunuh serangga.

Risiko yang dapat dialami jika menggunakan obat nyamuk bakar adalah asapnya yang dihirup, sedangkan pada obat nyamuk cair memiliki dosis yang lebih kecil karena cairan yang dikeluarkan diubah menjadi gas.

- Baterai Bekas

Baterai bekas merupakan salah satu contoh limbah B3 yang sering dijumpai. Tanpa disadari, kandungan bahan kimia di dalamnya dapat berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Baterai bekas dianggap sebagai salah satu limbah B3 karena mengandung berbagai logam berat seperto merkuri, nikel, timbal, kadmium, dan lithium. Nah, agar tidak mencemari lingkungan dan menganggu kesehatan manusia. Oleh karena itu, sebaiknya baterai bekas tidak dibuang di pembuangan sampah umum.

- Aki Kendaraan

Aki kendaraan bermotor mengandung H2SO4 bisa berbahaya bagi manusia. Nah, apabila air aki mengenai kulit maka dapat menyebabkan gatal-gatal. Jika terkena logam maka dapat menyebabkan korosi dan air aki juga dapat merusak cat mobil.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel