3 Masukan Aremania Saat Bertemu Manajemen dan Panpel Arema

Bola.com, Malang - Pertemuan bertajuk 'Sambung Roso' di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa malam (5/11/2019) dimanfaatkan Aremania untuk menyampaikan aspirasi Dalam kesempatan itu, mereka bisa bertatap muka langsung dengan tim Arema, panpel, pemerintahan Kabupaten Malang hingga pihak kepolisian dan TNI setempat.

Di antara ratusan Aremania yang hadir, ada tiga perwakilan yang menyampaikan keluhan yang selama ini dirasakan ketika memberikan dukungan langsung untuk tim Singo Edan.

Yang pertama, Udin, perwakilan dari Aremania Muharto. Dia mengeluhkan masih banyak copet berkeliaran di Stadion Kanjuruhan ketika Arema berlaga sehingga sering muncul insiden keributan di tribune penonton. Hal itu yang membuat Aremania merasa kurang nyaman.

"Saya memohon persoalan copet yang masih banyak di stadion itu, bisa teratasi. Semoga ada tim khusus yang dibentuk untuk mengatasi ini. Kasihan Aremania yang jadi korban rata-rata anak perempuan atau remaja,” katanya.

Yang kedua, dirigen Aremania, Yuli Sumpil, yang bersuara. Dia berharap kondisi Stadion Kanjuruhan secara infrastruktur bisa cepat diperbaiki karena saat ini sudah banyak klub Indonesia memiliki stadion dengan standar internasional.

"Ketika saya away mengikuti Arema bermain, ada rasa iri melihat stadion lain yang lebih bagus. Saya harap Stadion Kanjuruhan bisa memenuhi standar internasional," ungkapnya.

Harapan yang ketiga datang dari salah seorang Aremania yang aktif menghadiri pertemuan, Andik Koreng. Dia meminta agar tim Arema konsisten agar setelah pertandingan memberikan salam kepada suporter di tribune.

"Apa pun hasilnya di setiap pertandingan, saya harap pemain dan pelatih tetap menghadap ke Aremania di tribune, karena itu jadi bentuk ikatan emosional. Selain itu, harapannya, semua instansi di Malang Raya bisa memakai atribut Arema ketika ada pertandingan," usulnya.

Respons Manajemen dan Tim

Aremania membentangkan spanduk agar Arema tidak kehilangan poin lagi ketika melawan PSS Sleman di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (24/9/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Tiga usulan tersebut langsung direspons oleh panpel dan pemain. Ketua panpel Arema, Abdul Haris, menyampaikan persoalan copet sudah diseriusi untuk pemberantasannya, sehingga pihak keamanan akan dikerahkan secara maksimal.

"Sedangkan untuk perbaikan stadion, sedang berusaha. Apalagi Stadion Kanjuruhan juga disarankan jadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Semoga bisa segera terealisasi," imbuhnya.

Sementara kapten tim Arema, Hamka Hamzah, menjawab tentang ritual sesudah pertandingan memberikan penghormatan kepada suporter.

"Saya mewakili pemain sudah sepakat menghampiri Aremania setiap pertandingan berakhir karena kita semua ini satu keluarga. Itu akan dilakukan terus ke depannya," jelas pemain kelahiran Makassar ini.