3 Material Dinding dan Kunci Ciptakan Dinding yang Kuat Aman dari Rembesan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Retakan yang cepat muncul pada dinding rumah bukan hanya merusak estetika tapi juga menjadi tanda ada kesalahan dalam pembangunan dan pembuatan dinding. Belum lagi masalah jamur dan rembesan air yang bisa mengganggu kenyamanan dan kesehatan. Selain bikin Anda sakit kepala, juga harus keluar biaya renovasi dan perbaikan.

Supaya hal tersebut tidak menimpa Anda, dari awal ketika membangun rumah luangkan waktu untuk mengecek spesifikasi bangunan terutama dinding yang memiliki fungsi yang krusial dalam sebuah hunian.

Dinding bangunan memiliki fungsi utama untuk menyokong atap dan langit-langit, membagi ruangan, serta melindungi terhadap intrusi dan cuaca baik panas maupun hujan. Dari segi jenis terdapat dinding partisi, pembatas, penahan, non struktural dan struktural yang mendominasi dinding bangunan rumah.

Material untuk membangun dinding pun bermacam-macam mulai dari bata merah, bata ringan, batako, dinding logam, kayu, kaca hingga panel fiber semen. Namun, dari semua material yang sudah disebutkan tadi umumnya hanya bata merah, bata ringan dan batako yang menjadi material utama untuk dinding struktural dan penahan bangunan rumah.

1. Bata Merah

Bata merah adalah jenis bata yang paling tua dan paling banyak digunakan di Indonesia. Bahan utamanya adalah sejenis tanah liat yang dicetak kemudian dibakar hingga kering dan mengeras.

Bata merah mampu meredam suara dengan baik. Karena material ini benar-benar padat sehingga jarang sekali terjadi keretakan dinding yang dibangun dari material bata merah. Selain itu, bata merah sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan tersendiri dari bahaya kebakaran.

2. Bata Ringan atau Hebel

Ilustrasi mengaci atau menyemen tembok/Shutterstock.
Ilustrasi mengaci atau menyemen tembok/Shutterstock.

Bata ringan sering disebut juga hebel terbuat dari kombinasi material seperti semen, kapur, pasir kuarsa, alumunium, gipsum dan air. Diproduksi menggunakan mesin dengan karakter material yang halus, bata ringan memiliki tingkat kerataan lebih baik jika dibandingkan dengan bata merah. Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung.

3. Batako

Batako adalah jenis bata yang dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Selain itu ada juga yang membuatnya dari campuran batu tras, kapur dan air. Bahkan kini juga beredar batako dari campuran semen, pasir dan batubara. Karena kurang padat, batako memiliki kelemahan yaitu kekuatannya lebih rendah dari bata merah. Cenderung terjadi keretakan dinding, terutama jika bagian kosong yang tidak diisi dengan adukan spesi.

Batako dibuat menggunakan campuran pasir kasar dan semen yang dicetak padat, namun ada pula produsen yang memakai campuran kapur, batu bara, semen hingga batu tras. Tidak seperti bata merah, batako memiliki rongga di tengah balok. Cenderung terjadi keretakan dinding, terutama jika bagian kosong yang tidak diisi dengan adukan spesi.

Untuk mendapatkan dinding struktural dan penahan yang kuat, bebas panas dan rembesan air, Anda perlu memperhatikan acian dan plesteran. Ketika berkaitan dengan hal ini, Anda pun perlu memilih semen yang berkualitas untuk dapat merekatkan batu merah, batako maupun bahan bangunan lain sekaligus melapisinya dengan lebih optimal.

Pilih semen yang dilengkapi Micro Filler Particle yang berupa butiran mineral halus mampu mengisi rongga dengan sempurna. Dengan Smoothing Agent dapat memberikan daya rekat lebih tinggi, tarikan lebih ringan, sebaran lebih luas, dan mudah dibentuk.

(*)