3 Menteri Malaysia Positif Virus Corona COVID-19 dalam 4 Hari Terakhir

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Menteri Perumahan Malaysia, Hamzah Zainudin, dilaporkan positif COVID-19 pada Selasa (12/1/2021). Ia adalah menteri ketiga di Malaysia yang terkena COVID-19 dalam empat hari terakhir.

Dilaporkan Channel News Asia, Hamzah Zainudin melakukan tes COVID-19 pada Senin (11/1). Hamzah akan dikarantina dan dipantau oleh Kementerian Kesehatan.

Semua orang yang sempat dekat dengan Hamzah pada 8 hingga 11 Januari diminta untuk melapor ke fasilitas kesehatan setempat untuk melakukan tes COVID-19.

Sebelumnya, ada dua menteri Malaysia yang positif COVID-19.

Menteri Perempuan, Keluarga, dan Pembangunan Masyarakat Rina Mohd Harun dinyatakan positif pada Minggu (10/1). Sehari sebelum itu, Menteri di departemen ekonomi kantor perdana menteri, Mustapa Mohamed, juga dinyatakan positif COVID-19.

Malaysia saat ini sedang kembali menerapkan lockdown.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Lockdown Malaysia

Penumpang  keluar dari stasiun kereta Mass Rapid Transit di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, (4/5/2020). Banyak sektor bisnis dibuka kembali pada Senin di beberapa bagian Malaysia sejak penguncian sebagian virus dimulai 18 Maret. (AP/Vincent Thian)
Penumpang keluar dari stasiun kereta Mass Rapid Transit di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, (4/5/2020). Banyak sektor bisnis dibuka kembali pada Senin di beberapa bagian Malaysia sejak penguncian sebagian virus dimulai 18 Maret. (AP/Vincent Thian)

Pemerintah Malaysia memutuskan untuk kembali lockdown akibat ada lonjakan kasus COVID-19. Daerah Kuala Lumpur juga terdampak dari Movement Control Order (MCO) atau pembatasan pergerakan ini.

Daerah yang terdampak lockdown ini adalah lima negara bagian dan tiga wilayah federal.

Lima negara bagian tersebut adalah Penang, Selangor, Melaka, Johor, dan Sebah. Sementara tiga wilayah federal yang terdampak MCO adalah Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Labuan.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan bahwa lockdown ini akan berlangsung dua pekan, sejak 13 Januari hingga 26 Januari 2021, demikian laporan Channel News Asia, Senin 11 Januari 2021.

PM Yassin berkata sistem kesehatan Malaysia sudah tidak kuat melawan gelombang COVID-19 dan tenaga kesehatan mengemban tekanan yang berat.

"Sistem kesehatan kita berada di breaking point," PM Yassin di televisi.

Klaster Tempat Kerja

Pekerja balai kota mendisinfesi Lapangan Merdeka atau Alun-Alun Kemerdekaan di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (17/10/2020). Malaysia akan membatasi pergerakan di Kuala Lumpur, Selangor, dan Putrajaya mulai Rabu dalam upaya untuk mengekang peningkatan tajam kasus COVID-19. (AP Photo/Vincent Thian)
Pekerja balai kota mendisinfesi Lapangan Merdeka atau Alun-Alun Kemerdekaan di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (17/10/2020). Malaysia akan membatasi pergerakan di Kuala Lumpur, Selangor, dan Putrajaya mulai Rabu dalam upaya untuk mengekang peningkatan tajam kasus COVID-19. (AP Photo/Vincent Thian)

Malaysia saat ini sudah masuk COVID-19 gelombang ketiga yang dimulai pada September 2020. Jumlah tambahan kasus harian sudah kembali mencapai 4 digit.

Dalam pidatonya di televisi, PM Yassin berkata sejauh ini ada 254 klaster aktif dan 332 klaster telah berakhir. PM Malaysia menyorot banyaknya klaster yang melibatkan tempat kerja.

Meski demikian, PM Yassin berkata ada beberapa kegiatan ekonomi yang boleh aktif selama lockdown, seperti sektor industri dan manufaktur, konstruksi, perdagangan, dan distribusi. Sektor itu dinilai penting mendukung kebutuhan dasar.

Pada Maret 2020, Malaysia telah melakukan lockdown untuk menurunkan kasus. PM Yassin kemudian melonggarkannya.

Infografis COVID-19:

Infografis 6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: