3 Menteri Terbaik Ini Bukan dari Parpol

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Survei Nasional menyatakan tiga menteri yang mendapat penilaian terbaik dalam kinerjanya di mata masyarakat bukan berasal dari partai politik. Para menteri tersebut dinilai dapat bekerja dengan lebih baik dan total karena fokus dalam tanggung jawab dan pekerjaan.

Tiga nama yang mendapat nilai tinggi dalam kinerja secara berurutan adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dengan nilai 20,4 persen, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dengan 14,2 persen, dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dengan 11,8 persen.

"Menteri dari partai yang dinilai baik hanya Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di peringkat keempat dengan 11,5 persen. Hatta punya nilai tinggi karena seluruh kebijakan ekonomi pemerintah disampaikan dia dengan argumentasi yang baik. Banyak diberitakan media," kata Peneliti Utama LSN, Dipa Pradipta dalam konferensi pers, Ahad, 2 Juni 2013.

Penilaian ini dikumpulkan LSN melalui survei yang digelar pada 1 hingga 10 Mei 2013 di 33 provinsi dengan jumlah responden mencapai 1.230 orang. Survei dilakukan dengan teknik pencuplikan secara rambang berjenjang dengan simpangan kesalahan sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaannya mencapai 95 persen. Survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif melalui wawancara dan analisis media.

Dahlan menempati posisi pertama karena dinilai mau dekat dengan masyarakat dengan agenda blusukannya. Ia juga dinilai berani memberikan kebijakan yang mendobrak sehingga dinilai solutif terhadap beberapa masalah. Ia juga dinilai dapat menyelamatkan banyak aset BUMN sehingga tidak menjadi beban ke Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

Nafsiah juga dinilai sebagai Menteri Kesehatan yang baik karena memiliki banyak program yang langsung menyentuh masyarakat di tingkat daerah. Meski tidak detail, LSN menyatakan, masyarakat memberikan apresiasi kepada Nafsiah karena kebijakan kementeriannya yang tepat dan langsung.

Sedangkan Gita Wirjawan, menurut Dipa, mendapat penilaian tinggi dari masyarakat dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Menteri Perdagangan ini dinilai memiliki kebijakan menjemput bola dengan melakukan inspeksi mendadak dan blusuk ke pasar dan sejumlah daerah. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut, mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal tersebut dinilai mampu mengontrol harga.

"Gita dinilai sebagai pemimpin yang tidak nunggu laporan dari bawahan untuk bergerak," kata Dipa.

Menteri non-parpol lain yang mendapat nilai tinggi adalah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di peringkat kelima dengan 6,5 persen, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di peringkat keenam dengan 5,4 persen, dan Menteri Keuangan Agus Martowardjojo di peringkat ketujuh dengan 2,9 persen. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di peringkat kesembilan dengan 1,9 persen dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dengan 1,7 persen di peringkat kesepuluh.

FRANSISCO ROSARIANS

Berita Lainnya:

John Kei Hanya Boleh Layat Anak atau Orang Tua

Proyek Busway Ciledug-Blok M Terancam Batal

Bantahan Aksi Dukungan SBY Muncul di Dunia Maya  

Korupsi di Kementerian Pendidikan Capai Rp 700 M  

Starbucks Melarang Perokok Masuk

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.