3 Minuman Alami Ampuh Turunkan Hipertensi

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 3 menit

VIVATekanan darah tinggi menjadi salah satu masalah kesehatan di tubuh yang bisa memicu komplikasi seperti serangan jantung. Mengonsumsi teh kembang sepatu (hibiscus), jus delima atau kombucha ternyata dapat membantu menurunkannya.

Tekanan darah tinggi secara medis dikenal sebagai hipertensi dan terjadi ketika kekuatan yang mendorong darah ke dinding pembuluh darah, secara konsisten terlalu tinggi. Hal ini mengakibatkan peningkatan beban kerja jantung dan pembuluh darah sehingga membuatnya bekerja lebih keras dan kurang efisien.

Baca Juga: Penyebab Hipertensi Sering Picu Gagal Jantung

Konsekuensi kesehatan berbahaya yang tidak ditangani dapat terjadi. Dengan meminum salah satu dari tiga minuman ini, tekanan darah bisa diturunkan, lho! Apa saja? Berikut ulasannya dikutip dari laman Express UK, Senin, 30 November 2020.

1. Teh kembang sepatu

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, penggunaan kembang sepatu dalam menurunkan tekanan darah pada orang dewasa pra-hipersensitif dan hipertensi dianalisis.

Studi tersebut mencatat, studi in vitro menunjukkan Hibiscus sabdariffa L., bahan yang ditemukan dalam banyak campuran teh herbal dan minuman lain, memiliki sifat antioksidan dan pada uji coba hewan, ekstrak kelopaknya telah menunjukkan sifat hipokolesterolemia dan antihipertensi.

Uji klinis acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo dilakukan pada 65 orang dewasa pra dan hipertensi ringan, usia 30-70 tahun, tidak minum obat penurun tekanan darah (BP), dengan tiga porsi 240 mL per teh kembang sepatu diseduh atau minuman plasebo selama enam minggu.

Setelah enam minggu, teh kembang sepatu diketahui menurunkan tekanan darah sistolik (SBP) dibandingkan dengan plasebo.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa konsumsi teh kembang sepatu setiap hari, dalam jumlah yang siap dimasukkan ke dalam makanan, menurunkan tekanan darah pada orang dewasa pra dan hipertensi ringan dan dapat membuktikan komponen efektif dari perubahan pola makan yang direkomendasikan untuk orang dengan kondisi ini.

2. Jus delima

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine, diteliti efek konsumsi jus delima terhadap tekanan darah. Jus delima kaya akan tanin, memiliki sifat anti-aterosklerotik, memiliki efek anti-penuaan, dan karakteristik anti-oksidatif yang kuat.

Karena beberapa antioksidan telah terbukti mengurangi tekanan darah, tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi jus delima terhadap tekanan darah dan kesehatan jantung. Konsumsi jus delima dapat menurunkan tekanan darah sistolik, menghambat aktivitas ACE serum, dan secara meyakinkan merupakan buah yang menyehatkan jantung.

Konsumsi jus buah delima menghambat aktivitas enzim pengubah angiotensin serum dan menurunkan tekanan darah sistolik.

3. Kombucha

Kombucha adalah susu probiotik hasil fermentasi yang dikenal dapat menjaga keseimbangan bakteri baik dalam sistem pencernaan. Sama seperti yogurt, kombucha sarat dengan bakteri bermanfaat.

Ini dapat meringankan masalah pencernaan, memulihkan bakteri baik dalam tubuh, dan meningkatkan kekebalan dan suasana hati. Pakar kesehatan mengatakan kombucha membantu pencernaan, mengeluarkan racun dari tubuh, dan meningkatkan energi Anda.

Ini juga dikatakan dapat meningkatkan sistem kekebalan Anda, membantu Anda menurunkan berat badan, menangkal tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, dan mencegah kanker. Dalam studi yang diterbitkan di Hipertensi, efek probiotik pada tekanan darah diamati.

Konsumsi probiotik secara signifikan mengubah tekanan darah sistolik sebesar -3,56 mm dan tekanan darah diastolik -2,38 mm Hg dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penurunan yang lebih besar ditemukan pada beberapa jenis probiotik dibandingkan dengan spesies tunggal, untuk tekanan darah sistolik dan diastolik.